
Keesokan harinya Juna tampak datang menemui Lusi. Karena ia tahu Lusi mengalami keguguran Juna pun datang untuk melihat kondisi Lusi terkini. Bukan sebagai orang terkasih, namun rasa empati pada seorang sahabat.
Saat Lusi menemuinya kebetulan suasana tampak hanya Lusi dan baby sitter. Jadi Lusi pun masih berani menerima tamu.
Juna pun melihat Lusi yang tampak pucat dan melamun. Juna pun menanyakan keadaan diri Lusi saat itu.
"Aku dengar kamu keguguran" tanya Juna memandang Lusi.
"Iya"jawab Lusi dengan mata yang terlihat sembab.
"Kenapa bisa terjadi?" Tanya Juna.
Lusi pun tampak tak bisa menahan tangisnya.
"Jun, hiks, hiks, aku jatuh dari tangga. Itu semua karena Gery Jun. Dia berusaha melakukan hal kurang ajar pada ku. Aku berlari namun dia menarik kaki ku. Lalu aku terjatuh, hiks"Lusi menangis.
"Apa???"Juna tampak kaget. Lalu berdiri dari duduknya.
"Karena kejadian itulah aku keguguran" ucap Lusi yang menangis sambil tertunduk.
"Kurang ajar akan aku habisi dia" Juna tampak marah.
"Jun, jangan" ucap Lusi menahan Juna untuk jangan marah.
"Tidak bisa!!!, akan aku beri pelajaran padanya" Juna terlihat emosi.
"Jun...." Ucap Lusi.
Juna pun tampak tak pedulikan ucapan Lusi. Ia tetap pergi dengan emosinya yang menggebu karena sudah menyebabkan Lusi celaka dan kehilangan bayinya.
Juna pun tampak berjalan dengan langkah kaki yang cepat dan berapi-api.
Sesampainya dirumah Marisa kebetulan sekali ada gery, Juna pun langsung menarik kerah baju Gery dan langsung memukul wajah Gery.
Bug...
Bug...
__ADS_1
Bug....
"Pria BRENGGSEK kurang ajar. Beraninya lu membuat Lusi kehilangan bayinya" ucap Juna tampak kesal sambil memandang Gery dengan tajam. "Otak kotor seperti lu harus nya mati" teriak Juna emosi.
"Ada apa ini Jun" tanya Marisa yang kaget tiba-tiba Juna datang marah-marah.
"Kamu tanya sama Abang kamu yang bejat ini" seru Juna.
"Kenapa sih?"tanya Marisa bingung.
"Asal kamu tahu Marisa, dia berusaha melecehkan Lusi dan dia yang udah membuat Lusi keguguran" seru Juna lagi.
"Apa???" Marisa pun kaget.
"Lu tuh bener-bener malu-maluin keluarga tahu gak. Lagi pula, nih orang udah diusir sama bokap. Ngapain ada disini" Marisa tampak marah.
"Gue berhak tinggal disini karena gue adalah anak bokap Lo Marisa"sahut Gery.
"Lo harus bertekuk lutut buat minta maaf sama Lusi. Kalau lu emang masih punya hati" seru Juna kesal.
"Lo gila, itu mana mungkin" ucap Juna.
"Terserah lu mau percaya atau gak? Nyatanya nanti bakal Lusi yang bertekuk lutut dikaki gue" ungkap Gery.
"Gak akan mungkin" ucap Juna lagi
"Terserah lo. Dan mending kalian pada bubar. Dan buat elu Jun. Jangan sok jagoan dihadapan gue" Ucap Gery pergi sambil tertawa.
.
.
.
.
Dua hari berlalu...
__ADS_1
Semua suasana masih belum membuat Lusi nyaman. Terkait masih masalah Liana dan Gery. Lusi pun hanya tampak mengalihkan pandangannya. Renata yaitu ibu mertuanya tampak tak peduli seperti dulu.
Mungkin ia marah pada Lusi. Tapi sebenernya itu pun bukan salah Lusi..
Sampai hari itu terdengar kabar bahwa Liana melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat nadinya. Dan kini ia dibawa kerumah sakit. Lusi pun tampak tak percaya dan shock dengan keadaan Liana tersebut.
Lusi tak percaya jika Liana bisa melakukan hal senekat itu.
Lusi pun tampak menghela napasnya dalam-dalam semua atas berita yang begitu mengejutkan untuknya.
Lusi pun dengan hati yang cemas, berani datang untuk menemui Liana yang terbaring di rumah sakit. Terlihat keadaan Liana yaitu dengan keadaan yang masih belum sadar. Dengan selang infus yang masih ditangan. Dan dokter bilang bahwa ia kehilangan banyak darah.
Seketika hati Lusi terasa sakit dan perih begitu melihatnya. Lusi tampak semakin tidak bisa melihat keadaan wanita yang dihadapannya kini. Perasaan bersalah pun seolah muncul dalam hatinya.
Lusi pun tampak melihat perut Liana yang tampak membesar. Seolah mewakili perasaannya juga yang pernah tak diakui oleh Rian.
Lusi tak tega melihat Liana yang terbaring di rumah sakit. Tanpa seorang yang berarti baginya. Yaitu Ayah dari anak yang dirahimnya itu. Seketika hati Lusi ikut teriris.
"Lusi, aku tidak tahu kenapa Gery sangat menginginkan kamu yang meminta untuk memohon kamu menikahi Liana" ucap Renata yang tiba-tiba hadir didekatnya.
"Ini hanya permainan Gery ma, entah apa yang Gery rencanakan selanjutnya. Lusi tidak tahu, dia cerdas dan punya rencana yang bermacam-macam untuk mendapatkan apa yang ia inginkan" ucap Lusi menjelaskan.
"Memang apa yang ia inginkan" tanya Renata.
Lusi pun tampak terdiam.
"Apa dia menginginkan kamu" ungkap Renata.
"Iya, ma.. dia ingin mempermainkan Lusi dengan cara yang tak baik" jawab Lusi dengan terbata dan bibir tampak gemetar.
"Tapi, yang penting kan ujung-ujungnya Liana yang akan menikah dengan Gery bukan kamu" jelas Renata.
Lusi pun menghela napas berat nya kembali.
"Baiklah, aku akan menemui Gery untuk menikahi Liana. Aku akan kesana ma. Ini demi Liana aku akan melakukannya", Lusi pun tampak melangkah dengan langkah yang sedikit berat dan ia kuatkan kakinya untuk melangkah menemui Gery.
Lusi tampak terpojok dengan apa yang semua Liana alami. Terkait siapa yang salah dan benar Lusi hanya perlu tahu bahwa semua hal yang tak masuk akal baginya. Mungkin saat ini berati untuk orang lain.
__ADS_1