Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Kejutan dan kenyataan..


__ADS_3

Hari ini tepat hari dimana, Juna melamar sang pujaan hati. Meskipun semua terasa secepat kilat. Namun, cinta itu tak mengenal baru atau lama. Selama ada kesempatan untuk melangkah untuk sebuah cinta yang suci, mengapa tidak. Inilah cara mencintai seorang wanita.


Yaitu, Keseriusan.


Tidak mempermainkan dalam hubungan.


Mengistimewakan dan mencintainya dengan cara yang benar. Mengharap ridho sang ilahi. Juga Ridha kedua orangtuanya.


Dada Juna berdegup tak seperti biasanya. Ia memandang dirinya dalam cermin. Begitu terlihat gagah dan tampan dengan kemeja yang ia kenakan. Dalam bayangan Juna terus saja ia membayangkan Marisa. Senyum Marisa yang terlihat anggun dan sulit untuk lupakan. Senyuman yang ikhlas dan tanpa di buat-buat itu. Telah berhasil kembali membuat Juna jatuh cinta lagi.. ya.. sudah saatnya semua di buka kembali. Kembali membuka cinta Juna yang telah lama mati.


Juna pun tampak mempersiapkan semua perintilan itu. Perintilan berupa untuk lamaran. Berupa parcel buah dan sebaginya. Juna juga tak lupa membawa bunga, cake dan boneka..karena Marisa bilang Marisa menyukai itu.


Dalam lamaran nanti, Juna membawa keluarga inti untuk melamar Marisa. Dan tak lupa juga ia membawa cincin. sepasang cincin untuk mengikat Marisa dalam hubungan yang jelas.


.


.


.


Namun beda Juna beda pula Marisa...


Jika Juna sedang mempersiapkan sesuatu hal indah untuk Marisa.


Justru Marisa mendapatkan kabar tentang Rian.


Pagi hari ..


Tampak kak Angga menelpon Marisa dipagi hari. Ia menanyakan jelas pria mana yang Marisa cari.


Kebetulan Angga memiliki info juga tentang mahasiswa bernama Rian.


Dan dari 5 foto yang Angga berikan. Tampak satu orang itu adalah Rian. Dan dia beneran Rian. Pria yang selama ini Marisa cari.

__ADS_1


Dada Marisa terasa berdegup kencang saat orang yang selama ini ia cari dapat ditemukan.


"Ya Tuhan mimpi apa aku semalam..." Batin Marisa.


"Kak Angga dia beneran Rian Ka Angga" ucap Marisa ditelpon senang.


"Kamu yakin?" Ujar Angga di balik telepon.


"Sumpah kak, itu beneran dia.."


"Yang kakak tahu besok ada reunian. Sepertinya dia ikut. Kamu bisa temuinya dia di Jogja"


"Besok??"


"Iya.."


"Baiklah hari ini juga aku akan kesana"


Marisa tampak tidak punya banyak pilihan. Selain menemuinya, Semua sudah tanpa pertimbangan lagi.. dengan cepat dengan sigap Marisa menyusul dimana Rian ada. Cukup satu nama yang mampu meyakinkan betapa inginnya Marisa bertemu seorang pria yang bernama Rian itu.


Dan tampak Marisa yang meninggalkan sepucuk surat untuk Juna.


Ya sepucuk surat untuk Juna.


******


Juna tampak sampai ke sebuah rumah. Rumah itu adalah rumah Marisa. Juna datang bersama keluarga intinya. Yaitu, Ibu, kak Elfa dan Juga Tante Ami.


Juna meyiapkan semuanya sematang mungkin.


Namun,


Rumah Marisa tampak sepi, hanya ada seorang asisten rumah tangga. Yang menyambut Juna kala itu.

__ADS_1


"Permisi saya mau bertemu Marisa??" Ucap Juna.


"Oh silahkan masuk" ucap Mbok mempersilahkan masuk.


Lalu keluarga Juna pun dipersilahkan masuk dan duduk diruang tamu. Rumah Marisa yang mewah itu tampak sepi. Dan baru pertama kalinya Juna duduk dirumah Marisa. Dalam pandangan Juna, Marisa adalah wanita yang beruntung. Sudah cantik ia terlahir dari keluarga yang berada juga. Rumah yang luas dan mewah itu dapat mewakili kehidupan Marisa yang cukup bergelimang harta. Meskipun begitu, Juna tetap tampak berani..dan tidak menyulutkan semangat nya. Langkah Juna tetap sama dan tak gentar untuk melamar Marisa. Dalam hati Juna pastinya harap-harap cemas. Itu terlihat dari wajah Juna yang tegang. Namun demi cintanya semua tak jadi masalah.


Lalu tampak mbok Asih memberikan minum kepada keluarga Juna yang datang kala itu.


"Marisa nya mana ya" ucap Juna pada asisten rumah tangga itu.


Mbok Asih tampak tersenyum. Dan pergi mengambil sesuatu. Dan lalu kembali.


Bukannya mendapat pertemuan dengan Marisa.. Namun Juna kali ini harus menerima kenyataan. Bukan Marisa yang ia temui. Tapi sebuah surat.


Juna pun tampak termenung sejenak melihat surat yang berada ditangannya. Perasaanya tampak tak baik. Dengan perlahan Juna pun membuka surat itu. Lalu ia membacanya dalam hati.


Isi suratnya:


Jun, aku sebelumnya meminta maaf.. aku tak menjawab langsung soal cinta yang kamu pertanyakan itu. Aku tidak bisa... Aku tidak bisa... Aku sudah menemukan dia. Dia yang paling aku cinta selama hidupku. Cinta yang hilang 10 tahun yang lalu.


Selama ini aku memang belum pernah cerita soal dia. Aku merasa aku tidak perlu menceritakannya. Cukup aku saja yang tahu. Aku bahagia karena kini aku dapat menemukannya. Dan.. kamu sudah tahu jawabannya.. bahwa aku tidak bisa.. terimakasih untuk semuanya. Kamu bisa mencari wanita lain selain aku..dan cinta ini bukan untuk kamu.


By :Marisa.


Juna pun tampak memejamkan matanya sambil menahan kekecewaan. Ia genggam erat surat dari Marisa itu.


Ia tidak menyangka bahwasanya ini adalah jawaban dari Marisa. Baru saj ia memulai. Baru saja ia membuka hati. Namun, semua telah berakhir.


Lalu tampak mama Ani memandang Juna. Juna pun hanya tampak menggelengkan kepala. Sebuah kode bahwa semuanya sudah jelas.


Lamaran Juna yang dianggap sebagai kejutan itu berakhir dengan sebuah kenyataan pahit. pahitnya sebuah cinta yang berkahir tanpa sebuah harapan. Dan pastinya keputusasaan dalam cinta.


Juna pun pulang dengan membawa kekecewaan. Tentangnya cintanya dan perasannya.

__ADS_1


*******


__ADS_2