Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Antara kamu, aku dan dia


__ADS_3

Setelah drama dalam cinta selesai. Lusi pun pulang ditarik oleh Rian. Rian tampak kesal melihat istrinya yang diam-diam jadi penyanyi kafe tanpa sepengetahuannya itu.


Selama di perjalan tampak Rian yang membawa mobil dengan cepat dan tampak Lusi yang duduk anteng sambil melihat jalan.


"Sejak kapan kamu jadi penyanyi kafe? Emang uang pemberian dari aku kurang" ucap Rian ketus.


"Bukan begitu, sayang aja kan bakat aku jadi tidak terpakai. kalau skil dalam bernyanyi aku disalurkan jadi lebih bermanfaat kan. Lagi juga aku gak enak kafe itu punya Zelda. Dia yang meminta langsung buat aku nyanyi disana" ucap Lusi memberi penjelasan.


"Nanti aku yang akan bicara sama Zelda. Dan kamu gak usah ya nyanyi lagi disana. Lagi juga masih banyak kok suara yang lebih bagus dari kamu. Jadi gak perlu lah nyanyi segala"


"Ya, oke pak Bos. Mmmm, Tadi itu... benar sahabat kamu ya? Gak nyangka banget, Bisa simpan perasaan selama itu. Dia gak salah orang tuh milih kamu buat jadi pujaan hatinya. Stok pria kan banyak kenapa mesti kamu" ucap Lusi sambil memandang Rian sesekali.


"Kamu kok ngomong nya gitu. Kamu ngeledek ya" ucap Rian agak kesal dengan ucapan Lusi.


"Sayang bangat dia kan cantik dan sepertinya wanita baik-baik. Kalau dia mau dia bisa dapatin yang lebih dari kamu" ucap Lusi lagi.


"Entahlah"


"Emang selama sahabatan kamu gak ada firasat. kalau dia sayang sama kamu"


"Entahlah gak tahu" jawab Rian lagi datar.


"Terus? Kalau aku gak ada disitu jangan-jangan kamu terima ya cintanya?"


"Lusi??? Jangan mikir yang macem-macem. Aku Sayangnya cuma sama kamu"


"Tapi aku jadi kasihan sama perempuan tadi. pasti dia lagi kecewa banget saat ini"


"Ya itulah kehidupan, cinta itu terkadang memang tak selalu sesuai harapan. Seperti halnya kamu sama Juna. pria yang kamu harapkan. Nyatanya tetap saja jodoh kamu itu ya.. aku kan"


"Terus?"


"Ya aku bangga dong. Karena aku yang dapetin kamu"


"Masa lalu gak perlu dibahas kasihan dia. Yang penting doain Juna semoga lekas dapat jodoh"


"Oke.. oke.. biar dia gak mengharapkan kamu terus"


Hah...

__ADS_1


*****


Beda Marisa beda pula dengan Gery. .


Bicara cinta sudah pasti bicara tentang perasaan. Perasaan cinta Gery perlahan memudar untuk adik tirinya yang bernama Marisa. Meski sampai saat ini Gery dan Marisa belum bertemu sekali pun. Namun Gery sudah berusaha membuang jauh-jauh perasaannya pada Marisa. Karena meskipun beda ibu, namun Gery dan Marisa satu ayah. Sangatlah tak mungkin cinta terjalin.


Dan ada yang mampu membuat Gery semakin terlupa bahwa ia mencintai Marisa adalah.... Seketika perasaan cinta itu ada. Namun lagi-lagi kepada orang yang salah. Yaitu Lusi istri dari sahabat nya sendiri. Pertemuan pertama yang pernah terjadi antara Gery dan Lusi. Entah mengapa ada perhatian lebih yang Gery berikan pada wanita yang bernama Lusi itu. Jika Marisa suatu hal yang paling tidak mungkin. Paling tidak Lusi adalah sesuatu hal yang tidak mungkin, namun bisa menjadi mungkin. bila Rian dan Lusi berpisah. Ya berpisah...


Namun kode rasa cinta Gery tidak terlalu kontras terlihat.


Meskipun begitu...


Sedikit rasa seakan ada seiring berjalannya waktu. Gery tak pernah salahkan cintanya. Karena ia sadar cinta itu tak bisa dipaksakan datang. Dan juga dipaksakan kapan ia harus pergi.


Siang hari...


Tepat jam 12.00 siang.


Lusi mempersiapkan makan siang untuk suaminya yang masih berada di kantor. Lusi sengaja datang tanpa pemberitahuan karena ia sengaja ingin memberikan surprise makan siang untuk suaminya. Lusi membuat Sop ayam, perkedel kentang dan tempe goreng. Terlalu sederhana memang, namun itu dibuat nya dengan penuh kasih dan sayang untuk suaminya.


Lusi saat ini sedang mengandung anak keduanya. usia kandungannya pun masih sangat muda. ia kebablasan tidak sempat KB. padahal anak pertamanya saat ini baru menginjak usia 4 bulan. Meskipun diawal Lusi merasa shock namun perlahan Lusi harus terima bahwa memiliki anak lagi itu sebuah rejeki. Bukan suatu hal yang harus disesali.


Lusi yang baru saja sampai dikantor milik suaminya disambut hangat oleh para karyawan. Lusi yang terkenal ramah dan baik hati itu pun sudah pasti menjawab setiap salam dan sapaan dari mereka.


Sesampainya Lusi diruangan Rian. Terlihat Rian yang sedang asyik mengbrol dengan sahabatnya Gery. Jika Marisa baru beberapa hari yang lalu bertemu dengan Rian. Justru Rian sudah lebih dulu bertemu sahabatnya Gery. Mereka sama-sama terlibat dalam hubungan bisinis, dan sering bertemu akhir-akhir ini.


"Hallo" ucap Lusi. Tampak datang mengagetkan.


Gery pun tampak tersenyum. "Waduh enak ya punya istri. Lagi dikantor aja didatengin terus"


"Kamu kenapa gak bilang kalau mau datang" ucap Rian.


"Sengaja mau kasih kejutan. Aku masak buat kamu" ucap Lusi sambil tersenyum.


"Coba aja kamu bilang mau datang, tadi aku gak makan siang dulu. Aku baru saja makan" ucap Rian yang menolak secara halus pemberian sang istri.


"Hemm begitu ya" ucap Lusi yang tampak sedikit kecewa..karena ternyata Rian sudah makan siang lebih dulu.


"Eheum.. tapi gue belum makan. Sini gua makan aja. Daripada mubajir kan" ucap Gery langsung menarik bekal ditangan Lusi.

__ADS_1


"Woy, itu punya gue, bisa gue makan nanti kan!!" Ucap Rian tidak terima saat bekal yang dibawa istrinya akan dimakan oleh Gery.


"Kalau udah dingin gak akan enak dimakan" ucap Gery sambil memeluk bekal dari Lusi. Ia takut di rampas oleh Rian.


"Sebaiknya jangan kamu makan ya" ucap Lusi kepada Gery. "Saya takut rasanya terlalu asin"


"Belum gue makan udah bilang asin. Kalau gitu gue coba ya, biar gue tahu rasanya" ucap Gery langsung membuka bekal yang Lusi bawa dan mencicipinya. Dengan lahap Gery pun memakannya.


"Enak... Sangat enak, mana yang asin. Ini tuh enak banget Lusi" ucap Gery sambil menyantap hidangan yang Lusi bawa.


Lusi pun tampak memandang Gery secara seksama..ia tidak percaya Gery serius atau hanya mengada ngada masakan yang Lusi buat itu, enak atau hanya pura-pura enak.


"Kenapa lihat nya seperti itu" ucap Gery heran melihat Lusi.


"Nggak apa-apa"


"Kaget ya, gue puji masakan lu enak. Karena selama ini suami lu gak pernah muji masakan lu kan"


"Kok kamu tahu" ucap Lusi polos.


"Keliatan???" Ucap Gery.


Lusi pun tampak mengerutkan keningnya.


"Rian itu terlalu naif untuk memuji seorang wanita sekalipun itu adalah istrinya sendiri.. padahal kalau gue jadi Rian sudah pasti. Kata manis terus yang terlontar. Apalagi kalau istrinya itu cantik, ya... Seperti kamu"


"Kamvret, jangan muji istri gue " sahut Rian.


"Ah lu gitu aja baper. Gue latihan kalau punya bini"


"Ya tapi jangan istri gue juga" ucap Rian tidak terima.


"Ye elah gitu aja marah lu. Cepet tua"


"Wajar gue marah"


"Ye elah canda gua"


Lalu setelah urusan selesai Lusi pun tampak pulang. Meskipun surprise nya gagal buat suaminya. Paling tidak ia sudah berusaha untuk memberikan surprise tersebut.

__ADS_1


Sementara itu tampak Gery yang hanya memandang kepergian Lusi dari kejauhan. Entah mengapa setiap kali melihat Lusi. Pandangannya tak bisa lepas. Dan selalu ingin memandangnya setiap kali bertemu.


__ADS_2