Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Aku ijinkan


__ADS_3

Lalu setelah itu, selama perjalanan terlihat Gery yang tampak menyetir mobil.


Jika dikatakan benci pastilah Rian sangat membenci dengan Gery begitu dalam. Suami mana yang tak membenci pria yang secara diam-diam telah melihat isi dalaman dari istrinya. Terlebih lagi Gery pernah melakukan hal yang tak baik yaitu mencoba melecehkan Lusi yang saat itu sedang hamil sampai keguguran terjatuh dari tangga. Bila mengingat itu hati Rian sangatlah sakit begitu pula juga dengan Lusi yang merasakan langsung semuanya.


Wajah Gery yang tampan namun sering tersenyum meremehkan itu berhasil membuat Rian kesal setiap kali melihat Gery. Ditambah wajahnya yang selalu memandang Lusi dari atas sampai bawah bila melihat Lusi seolah itu menambah kebencian yang ada didalam hati. Ya selama ini Gery melihat Lusi memang selalu mendetail pada bagian bagian yang dirasa menggairahkan untuknya. Mulai dari wajahnya terutama bibir, lalu kebagian dada dan lalu kebagian bawah yaitu bokong Lusi dan juga lalu menjurus kebagian depannya. Gery yang punya otak mesum setiap kali ketemu Lusi pun berhasil membuat Gery berfikir kemana-mana setiap melihat wanita yang bersuamikan Rian itu.


Lalu tampak Gery yang menaruh uang lembaran ratusan ribu ia berikan kepada Rian, sebanyak 10 lembar.


"Apa ini" ucap Rian keheranan.


"Untuk mu!!!" Ucap Gery, yang masih memegang uang ditangannya lalu ia taru disamping Rian.


"Saya tidak mau menerima uang darimu" jelas Rian.


"Ini bukan untuk kamu tapi anak dan istri mu, aku tahu usaha mu sudah tamat kan. Kamu sudah tak memiliki apa-apa lagi"imbuh Gery.


"Saya mampu memberikan uang kepada istri dan anakku tak perlu dari kamu" ucap Rian tegas


"Ya itu dulu, tapi sekarang kan lain"


"Ya itu terserah kepadamu tapi yang pasti aku cuma baik pada wanita yang aku cintai dan anaknya" ucap Gery mengejutkan.


Rian pun langsung menatap kesal.


"Berngsk" ucap Rian berusaha untuk menarik kerah baju Gery. Gery kesal dengan apa yang Gery katakan. Bisa-bisanya ia katakan mencintai istri orang didepan suaminya itu.


"Berani nya kau bilang mencintai nya didepan ku!!!!!"


"Santai bro, santai. Gue lagi nyetir lu mau kita mati bersama. Gua ogah mati sekerang!!!" kata Gery.


"Sialan!! Turunkan gua disini"


"Santai bro santai"


"Cepat keparat!!!"


Lalu Gery pun tampak menurukan Rian ditengah perjalanan.


"Salam pada istiri mu yang cantik itu" ucap Gery. "Salam cinta dan sayang"


"Tidak akan brngsk" seru Rian turun dan langsung menendang mobil milik Gery karena kesal. Lalu Rian pun melanjutkan pulang dengan berjalan kaki.


Gery pun hanya tampak tersenyum melihat Rian yang marah pada dirinya. Bagi Gery tidak penting Rian marah, yang penting selama ini Gery hanya jujur dengan apa yang ia rasakan.


Sesampainya itu Gery pun berhenti disebuah cafe untuk sekedar ngopi. Gery pun tampak janjian bertemu dengan seseorang. Dan dia adalah fotografer yang sengaja diundang Gery.


"Jadi lu suka sama yang nama Lusi" ucap fotografer itu. Ya foto fotografer itu namanya Reza.


"Iya, lu kenal dia kan" ucap Gery.


"Ini dia kan orangnya" ucap Reza memberikan foto Lusi.


"Betul dia orangnya"


"Ya dia sangat baru di bidang foto model. Cantik cuma dia memang gak terkenal, gue pernah pakai foto dia buat foto produk terbaru. Foto di skincare lah bayaran juga gak banyak karena kan emang masih baru banget dia job nya sedikit"


"Nih" ucap Gery memberikan uang senilai 10 juta. "Lu atur rencana gue sama Lusi bikin foto bareng. Dia jadi model wanita nya dan gue jadi model pria nya. Bisa kan lu???"


"Mmmm menarik, ada sih job foto nikahan buat model baju pengantin, nanti lu bisa jadi model prianya"


"Bagus.. itu gue suka. Tapi satu lagi?"


"Apa???"


"Lu buat foto banyakin mesra dia sama gue. Kalau bisa sekalian vulgar juga gak apa-apa. Gue kasih duit lagi" ucap Gery memberikan uang sepuluh juta lagi.

__ADS_1


"Wow gila abis lu bro segitu nafsunya lu ama itu perempuan"


"Gue bukan cuma nafsu tapi gue saaangat nafsu"


"Oke gue atur besok, nanti gue kabarin. Gue yakin bro dia pasti mau, karena dia emang lagi butuh uang kan hahaha" Reza lagi sembari tertawa.


"Oke Lusi siap-siap besok kita akan berfoto bersama. Apa yang Rian pernah rasakan gue pun juga harus merasakan manisnya cinta yang pernah lu kasih ke Rian" Gery pun tampak mengambil foto Lusi didepan meja yang dibawa fotografer nya dan ia pun langsung menciumnya foto itu.


"Muuuuuaaacchhhhh"


"Udah gak sabar ya"


"Yoooiii"


Lalu Rian pun pulang, sementara itu terlihat Rian yang baru saja sampai rumah. Terlihat Lusi yang menyambut dengan senyuman didepan rumah yang tampak kecil..


Sesampainya dirumah Rian pun tampak langsung duduk karena kelelahan berjalan.


"Sayang kamu lelah ya" ucap Lusi melihat ke arah suaminya yang langsung duduk itu.


"Lumayan"


"Terus?"


"Apa?"


"Sufor buat Fabio"


Rian pun tampak menggelengkan kepalanya, isyarat bahwa dia tak membawa apa yang Lusi pinta.


"Maafkan aku Lusi aku baru saja diterima bekerja jadi aku belum bisa memberikan mu uang hari ini" ucap Rian yang langsung merangkul dan menaruh Lusi didada bidangnya.


Sebenarnya Lusi tampak sedih dan kecewa, tapi Lusi tak mau menunjukannya. Tapi tanpa terasa air mata Lusi terjatuh.


"Tidak?"


"Lalu air mata ini" ucap Rian menyapu air mata Lusi yang terjatuh dipipinya.


"Gak apa-apa kok cuma kelilipan aja" jawab Lusi.


Lusi kamu mau menutupi sekecil apapun kesedihan kamu tak bisa tertutupi. Aku dapat melihat nya, Lusi maafkan aku. Aku sedih melihat mu sedih seperti ini.


"Rian apa aku jual aja handphone miliku" kata Lusi.


"Jangan dulu"


Lalu tiba-tiba ada pesan singkat masuk Lusi pun tampak mengecek nya dan membaca isi pesan itu.


Lusi pun kaget ternyata dari agent modeling.


"Siapa?" Tanya Rian.


"Ada job nih buat jadi model foto" kata Lusi.


"Model?? siapa yang jadi model" kata Rian heran.


"Aku?"


"Sejak kapan?" Kata Rian kaget.


"Sudah sebulan yang lalu"


"Kok kamu gak pernah bilang!!!"


"Iya waktu itu coba-coba cuma sekali aja dan gak pernah lagi"

__ADS_1


"Lusi kamu itu kebiasan kalau ada apa-apa itu cerita jangan diem aja"


"Iya waktu itu aku cuma sekali dan menurut ku sudah cukup lah"


"Lusi aku gak suka ya, kamu kerja diluar tanpa sepengetahuan ku"


"Iya maaf aku cuma sekali aja waktu itu niatnya buat nambahin ganti duit gery" ucap Lusi. "Sekarang aku akan berhenti aku minta maaf"


Rian pun hanya tampak terdiam dan membuang wajahnya.


"Kamu marah Rian" tanya Lusi.


"Kamu pikir?"


"Aku minta maaf" kata Lusi.


"Lusi, kalau ada apa-apa kamu bilang"


"Iya aku minta maaf"


Lalu Rian pun tampak terdiam hingga beberapa saat. Lalu tak lama Rian memperhatjkan mamanya yang mengurung dikamar.


"Mama dikamar sudah berapa lama?" tanya Rian.


"Dari siang Rian, mama gak mau makan. Dia gak mau makan itu itu terus katanya sedangkan aku gak ada uang"


"Lusi?"


"Ya??"


"Yang jadi model bayaran nya berapa? Terus dibayar langsung atau gak?"


"Rian aku sudah putuskan gak lanjut lagi, aku gak mau kamu marah"


"Aku mau tanya kira-kira bayarannya berapa?"


"Lumayan 2 juta ini satu projek, dan waktu kurang lebih 3 jam. Dan kemarin sih langsung dibayar"


"Buat foto apa?"


"Bilangnya sih buat model baju pernikahan" jawab Lusi.


Rian pun terdiam sejenak dan sambil berfikir.


"Yaudah gak apa-apa deh" kata Rian yang kali ini tampak setuju.


"Maksudnya?"


"Aku ijinin kamu asal"


"Asal apa?"


"Asal kamu bisa jaga diri kamu, jangan ambil foto yang aneh-aneh ya"


Lusi pun tampak mengangguk.


"Kamu serius?" Tanya Lusi untuk meyakinkan dirinya.


"Iya sayang" kata Rian membelai rambut sang suami.


"Kemarin sih emang cuma muka aja yang diambil" ucap Lusi.


"Iya sayang mudah-mudahan semua lancar ya sayang" ucap Rian mencium kening istrinya.


Rian pun langsung memeluk sang istirinya erat. Rian merasa bersalah atas kehidupan keluarga kecilnya yang saat ini berada dititik terendah.

__ADS_1


__ADS_2