
Lalu Gavino masih tampak terpukau pada wanita yang ia temui dan ia yakini jika itu adalah anak dari boss pemilik perusahaan yang ia datangi. Yang padahal sebenernya itu adalah Lusi.
Dengan langkah yang pasti Gavino tampak datang menuju ruangan David.
"Silahkan duduk" ucap David melihat Gavino. Gavino adalah putra dari sahabat David. Gavino pria kaya dan banyak memiliki aset.
"Ada apa kamu datang kesini?" Tanya David.
"Saya datang sebenarnya ingin melakukan bisnis dan kerja sama. Tapi sebelum memulai pada inti, saya lihat ada seorang wanita cantik keluar dari kantor bapak apa dia adalah anak bapak" tanya Gavino langsung pada intinya.
"Yang mana?"
"Yang tadi barusan saja" ungkap Gavino.
"Mungkin anda salah putri saya dirumah" ucap David.
Lalu tampak Gavino melihat sebuah foto dimeja kerja David. Dan yang tampak dia pandang foto itu adalah Marisa. Gavino pun tampak memandang foto tersebut.
"Dia adalah putri saya"jelas David. Melihat Gavino yang melihat ke arah foto di meja.
Lalu Gavino mengambil foto tersebut.
"Bukan dia yang aku temui. Tapi dari foto ini. Putri anda terlihat sangatlah cantik. Tidak kalah dari wanita yang aku temui barusan. Apakah aku boleh mengenal dia lebih dalam" tanya Gavino.
"Ya, dia namanya Marisa. Dia sudah ada yang ingin mengajaknya menikah. Tapi jika anda mau mengenal dia lebih dalam saya mempersilahkan. Karena saya tahu, selama janur kuning belum melengkung itu artinya. Anak saya belum dimiliki oleh siapapun" ungkap David.
"Kapan saya bisa bertemu. Kebetulan saya ingin mencari calon istri" ucap Gavino.
__ADS_1
"Apakah anda yakin?"
"Sangatlah yakin. Saya suka dan saya yakin aslinya pun pasti sangat cantik" ujar Gavino lagi.
"Besok sore anda bisa datang kerumah saya. Dan saya akan kenalkan putri saya pada anda" ucap David.
David merasa jika dia memperkenalkan Gavino pada Marisa. Jika ditengah jalan Marisa tidak jadi menikah dengan Juna tak masalah. Karena kan Juna baru melamar saja belum pada tahap pernikahan.
Lalu keesokan harinya...
Sore hari tampak David sedang bicara pada putrinya yaitu Marisa.
"Marisa" ucap David.
"Ya pah"
"Kenapa pah"
"Ada temen papa yang ingin kenal kamu. Ya gak enak aja kalau kamu gak rapi dan cantik"
"Apa sih pah, ngapain juga harus rapi segala. Ribet"
"Gak apa-apa papa cuma mau kamu kelihatan cantik saja"
Lalu Marisa pun hanya tampak terdiam tak menaruh ruciga apa-apa. Bahwa dirinya akan dikenalkan oleh seseorang.
Tampak sore harinya, Gavino datang dengan tampilan rapi dan tampannya. Ia ingin kelihatan mempesona didepan anak pak David.
__ADS_1
Sesampainya Gavino pun disambut oleh David. Dan tampak Marisa yang sedang duduk. Lalu David tampak tersenyum pada Marisa, karena David senang ternyata Marisa cantik sesuai foto. Marisa pun hanya tampak memandang Gavino tanpa banyak bicara.
"Ini putri saya namanya Marisa" ucap David memperkenalkan.
"Wow sangat cantik sesuai fotonya" ucap Gavino. Namun saat Gavino menunduk kebawah dan melihat kearah bawah. Tampak kaget Gavino ternyata Marisa hanya memiliki satu kaki saja. Gavino terlihat sangat kaget. Karena Gavino tak tahu soal itu dari awal. Dan saat itu, Marisa tidak sedang memakai kaki palsu.
"Kaki kamu kemana? Maaf maksudnya kamu cacat" Tanya Gavino heran.
"Iya. Saya memang cacat kenapa?"tanya Marisa melihat Gavino yang memasang wajah heran dan kaget.
"Permisi" ucap Gavino pergi.
Gavino pun langsung keluar.
Lalu tampak David menyusul Gavino yang pergi tanpa pamit dan permisi itu.
"Gavino, kenapa kamu buru-buru pergi" David menghampiri Gavino didepan rumah.
"Saya baru tahu kenapa bapak tidak bilang dari awal" ungkap Gavino. "Kalau putri bapak cacat seperti ini. Mohon maaf saya tidak bisa"
"Tidak bisa apa ya?" Tanya David tampak memasang wajah bingung.
"ya, bapak apakah tidak paham. Saya tidak mau dan tak mungkin memiliki seorang istri yang cacat seperti putri anda. Mana ada yang mau dengan keadaan wanita seperti itu. Sekalipun wanita itu cantik" tutur Gavino.
Tiba-tiba saja David merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh Gavino.
"Siapa juga yang mau memiliki menantukan orang seperti anda. Ya, sebaiknya anda pulang" ucap David.
__ADS_1
Saat itulah David menyadari jika Juna memang terbaik dan yang mampu menerima Marisa apaadanya. Tanpa melihat lebih atau kekurangan Marisa.