
Hidup ini memang berat..
Jika kematian adalah jalan terakhir dalam menghadapi ujian, lalu apa guna nya bersabar.
Terlihat Lusi yang sangat memprihatikan saat itu ..
Lusi tidak tahu caranya hidup bahagia, Lusi tidak pernah tahu caranya menata kehidupan yang baik. Namun Lusi bukan berati ingin mati sia-sia. Bukan berati ingin menyerah pada kenyataan hidup, walau akhirnya menyerah itu seolah pilihan akhir dari sebuah perjalanan hidup.
Entah hidup ini yang terlalu rumit sehingga diri Lusi selalu kalah didalamnya, ataukah? memang diri Lusi yang salah masuk didalam kehidupan yang terasa sulit ini. Mau pergi dalam kehidupan yang pahit,itu bukan lah akhir, bertahan pun semua terasa tiada akhir. Namun pada akhirnya kata sabar lah, kata yang terindah walau sebenarnya kata 'sabar' itu menyimpan sebuah kata yang isinya begitu terasa menyakitkan.
Lusi pandang pria yang tak asing itu, Lusi pandang pria yang Lusi anggap jahat itu.
Ya, pria itu adalah Gery.
Pria yang juga pernah ingin mengambil apa yang bukan haknya, yakni merebut Lusi yang masih menjadi istri orang dengan jalur yang tak semestinya.
Lusi tak menyangka orang yang ia anggap jahat ternyata bisa juga menolong dirinya disaat yang tepat.
Mengapa bisa Gery secepat itu sampai sini? Batin Lusi bertanya dalam hati.
Gery yang melihat Lusi terkulai lemas itu pun panik.
Gery tampak kaget melihat kondisi Lusi yang tampak begitu memprihatikan, dengan baju compang camping penuh sobekan dan kotor, rambut berantakan, wajah yang tampak berdarah, dan tangan yang terlihat mengeluarkan darah. Dari sekian seringnya Gery melihat Lusi, baru kali ini Gery melihat Lusi dalam keadaan yang benar-benar terlihat kacau.
Lusi yang selalu tampil menggairahkan dan super cantik dimata Gery itu, kini tampak seperti orang yang habis melakukan perang begitu banyak luka. Terlebih lagi kaki Lusi yang tampak bengkak dikaki kirinya, Gery langsung mengira bahwa kaki Lusi memang tak baik-baik saja.
Lusi tampak menangis sambil memejamkan matanya, kalau bukan karena share loc yang diberikan oleh Lusi, Gery tak akan bisa tahu dimana tempat dan titik tepat Lusi saat ini. Beruntung Gery tidak telat untuk sampai menolong Lusi.
Dan saat Renata mengatakan keberadaan Lusi dimana, saat itu jugalah Gery yang punya firasat tak akan baik itu segera datang menemui Lusi. Beruntung saat Lusi menelpon Gery sudah sampai dikota dimana Lusi ada.
Gery pun juga menyusul Lusi dengan motor apalagi saat ada suara tangisan Lusi yang meminta tolong agar ia bisa sampai lebih cepat. Gery pun langsung membawa motor dengan kecepatan penuh.
Ya semuanya seolah menjadi takdir.
__ADS_1
Lalu dengan cepat Gery pun langsung memberikan jaket pada Lusi yang kacau itu, Lusi hanya tampak terdiam shock dan tak bisa berkata-kata melihat Gery dihadapannya kini.
Gery pun tampak melihat wajah Lusi yang terlihat payah itu memastikan bahwa Lusi masih bernapas dengan baik bahwa Gery melihat Lusi seperti orang yang hampir mati.
"Lusi bersabar lah aku akan membawa mu ke dokter" ucap Gery memangku kepala Lusi saat itu. Gery pun langsung melihat tangan Lusi yang mengeluarkan darah dan seperti nya luka itu cukup dalam hingga darah segar tampak mengalir, lalu Gery pun menyobek bajunya dan mengikat tangan Lusi yang berdarah-berdarah itu dengan bahan.
Lalu dengan cepat Gery juga menyobek bajunya lagi dan menyiramnya dengan air. Bahwa wajah Lusi yang terluka dan berdarah ketutup oleh tanah. Dan mengusap nya dengan bahan yang sudah dibasahi itu.
Gery tidak mengerti mengapa begitu banyak luka di diri Lusi, apa yang sudah dilakukan pria itu pada dir Lusi?
Gery pun tak mau bertanya banyak saat itu selain segera menolong Lusi.
"Ayo Lusi" ucap Gery mencoba untuk mengajak Lusi pergi.
"Kaki ku sakit aku tidak bisa berdiri" kata Lusi terlihat lemah.
"Tenanglah aku akan membantu mu" ucap Gery.
Lalu dengan cepat Gery mencari tali, dan membawa Lusi dengan berboncengan motor. Karena Gery tahu kalau Gery hanya membawa motor, ya motor trail yang Gery bawa saat itu. Motor yang mampu berlari cepat.
Gery mencari tali saat itu untuk mengikat tubuh Lusi untuk diikat ke badan Gery saat naik dan itu cara antisipasi saat motor saat melaju agar Lusi tak jatuh, karena Gery tahu Lusi sudah nyaris pingsan saat itu.
Gery pun menggendong Lusi untuk naik motornya.
Gery pun tak pernah menyangka jika Lusi akan mengalami hal seperti itu pada dirinya.
Begitu berat...
Dengan cepat Gery pun membawa Lusi dengan naik motor. Selama perjalanan Gery tampak mendengar sekilas suara Lusi yang menangis dengan suara yang begitu sesak saat Gery sedang membawanya pergi.
Gery pun memaksa Lusi untuk berpegangan yang erat karena Gery tak mau jika diri Lusi jatuh dari motor, meski sudah di ikatkan tali.
Gery pun miris melihat wanita yang ia cintai diperlakukan semena- mena dan dibuat menderita oleh pria lain .
__ADS_1
Gery pun sesekali memegang tangan Lusi yang tampak dingin itu, Lusi pun memang keringat dingin. Gery tahu saat ini Lusi sedang mengalami perasaan hancur sehancurnya, mungkin selain hancur juga trauma.
Lalu setelah menempuh perjalan kurang lebih 30 menitan, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit. Dengan cepat Lusi pun di bawa ke ruang IGD dan diberi tindakan secepatnya.
Wajah Lusi yang tampak memar itu pun langsung diobati oleh dokter, begitu pula dengan tangan Lusi yang kena senjata tajam langsung dijait oleh dokter, dan juga kaki Lusi yang tampak bengkak dan patah pada kakinya dokter pun memasang gips.
Setelah satu jam di tangani dokter, kini Lusi di bawa ke kamar inapnya.
.
Setelah ditangani dokter..
Lusi pun masih tampak tertidur dengan selang infus ditanganya, wajahnya yang cantik itu pun tampak banyak meninggalkan bekas luka dan ada jahitan dijidatnya.
Gery pun melihat wajah Lusi dengan luka yang mendalam didalam hati Lusi.
Sakit..
Itulah yang Gery rasakan saat ini melihat Lusi yang tampak menyedihkan itu.
Dan Gery kali ini melihat Lusi dengan perasaan nya.
Batin Lusi pasti saat ini sedang sakit, suaminya sakit dirinya pun juga kini sedang mengalami sakit yang mendalam. Lusi.. Lusi. Aku tidak menyangka jika jadi dirimu seperti ini Batin Gery memandang Lusi.
Tiba-tiba Lusi yang sedang tertidur itu pun tampak mengigau sambil menangis.
"Jangan lakukan, jangan lakukan aku mohon jangan lakukan itu hiks hiks hiks" ucap Lusi dalam tidur sambil menangis terisak. Gery pun langsung menghapus air mata Lusi yang terjatuh dan memegang tangan Lusi untuk menguatkan Lusi.
"Sabar lah Lusi kamu harus sabar" ucap Gery dengan nada lirih.
Lusi tampak menangis dalam tidur nya.
Ya Allah aku pun pernah jahat padanya, aku pun pernah berbuat buruk pada Lusi. Aku bersalah Lusi.. aku salah pada mu, maaf kan aku yang pernah salah juga pada mu sedih melihat mu seperti ini, aku sedih .. batin Gery memandang wajah Lusi.
__ADS_1