
Sementara itu Gery pun kembali ke ruangannya sehabis meeting, untuk melanjutkan niat buruknya pada Lusi di ruang kerjanya. Namun sayang, saat ia kembali bukan Lusi yang Gery temui melainkan Juna dan Papa David yang tampak sedang terlihat tegang.
"Ada apa ini?" Tanya Gery melihat mereka didepan ruangnya.
"Kamu tahu, adik ipar kamu selingkuh" kata David kesal.
"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya Gery masih tampak heran.
"Dia, dia berduan sama Lusi diruangan kamu. Dan hal yang paling mengejutkan Lusi tak memakai baju. Menurut mu apakah itu bukan selingkuh namanya" kata David kesal.
Gery pun tampak kaget dengan apa yang dikatakan oleh David. Dan kesempatan emas untuk berlindung dari suasana yang panas itu. Walau Gery yang sebenernya melakukan itu terhadap Lusi. Dan Gery berlindung dibalik Juna yang saat ini sedang disalahkan oleh David.
"Oh, kenapa bisa begitu. Kenapa apa kamu seperti itu Jun. Aku tidak menyangka jika kamu mengincar wanita yang sudah menjadi istri orang"
"Aku berani bersumpah tak tahu menahu soal itu. Aku datang Lusi dalam keadaan seperti itu" kata Juna berusaha untuk dapat menjelaskan keadaan sebenarnya.
"Baiklah bagaimana kalau kita lihat cctv" kata Juna lagi.
"Tapi ruangan ku memang tidak ada cctvnya" kata Gery.
"Aaarrgghhh. Sial.. " kata Juna kesal.
"Udahlah Jun akuin aja kenapa sih, kalau memang kamu yang sengaja berduan sama Lusi. Secara kamu pernah menaruh perasaan pada Lusi" sindir Gery pada Juna agar dirinya tak diseret dalam kasus itu.
"Apa betul kamu ada rasa pada wanita itu. Pantas saja kamu berani ya"
"Aku harus menjelaskannya dengan cara apalagi sih. Agar kalian percaya. Kalian bisa tanya sama Lusi deh, kalau aku tidak melakukan apa-apa. Aku pun baru datang dan kaget melihat Lusi yang sudah seperti itu"
"Mana ada percaya sama kamu, dan kalau semua maling mengaku penjara penuh. Ingat masalah kita belum selsai jangan temui putriku. Aku menyesal telah merestui hubungan kalian" kata David.
"Pah..."
papa David kesal dan langsung pergi.
Juna pun tampak memandang sinis ke arah Gery, Juna merasa bahwa ada hal yang ganjal. Juna curiga kalau semua itu adalah ulah Gery, namun Juna takut salah mengira dan semua malah semakin rumit.
Lalu David pun langsung menelpon Rian untuk memberitahukan kejadian yang memalukan itu, lalu David menelpon Rian. Dan memberitahukan semuanya.
__ADS_1
Lalu dengan amarah membara Lusi pun tampak kesal dengan perasaan yang campur aduk.
"Sial... Sial.. kenapa aku bisa tanpa mengenakan baju sama sekali. Kenapa aku bisa dalam keadaan seperti itu. Ini gak mungkin, gak mungkin Juna. Hah.. kesal" teriak Lusi sambil mengepalkan tangannya. Lusi terlihat kesal ia pun pulang dengan naik taksi tapi sayang taksi masih belum tampak.
Lusi merasa semuanya terasa mengganjal dan membuatnya semakin curiga ada yang salah.
Lalu Juna pun langsung mencari Lusi, Juna harus meminta penjelasan pada Lusi kalau memang bukan dirinya lah yang melakukan hal itu.
"Aku harus temui Lusi sekarang juga untuk menjelaskan tentang semua ini" ucap Juna dalam hati mencari Lusi yang ternyata baru mau pulang ke rumah itu. Ya Lusi memang sedang menunggu taksi didepan.
Lalu Juna mendekati Lusi yang masih didepan kantor dengan penuh keraguan, takut kalau Lusi juga akan menyalahkan dirinya yang memang tak tahu apa-apa.
"Lusi tunggu sebentar aku ingin bicara kan ini padamu. Aku mau kamu dengar kan dan jelaskan semua pada David aku mohon" ucap Juna yang melihat Lusi tampak kesal dan terlihat juga Lusi yang masih menjatuhkan air matanya.
"Cukup Jun, cukup!!!" kata Lusi.
"Jadi kamu mengira kalau aku yang melakukan itu padamu. Sumpah demi apapun Lusi aku tidak melakukan apapun padamu. Aku juga gak tau kamu ada diruangan itu dengan telanjang dada" kata Juna pada Lusi.
"Aku juga merasakan hal seperti itu, cuma untuk sementara waktu kita memang jangan bertemu dulu. Demi menjaga nama baik kamu dan aku, lebih baik kita menjauh dulu Jun. Aku juga akan mencari tahu juga siapa yang sudah tega melakukan itu. Dan aku tahu sebenarnya siapa orangnya"
"Siapa?" Tanya Juna.
"Aku juga berfikiran hal yang sama" kata Lusi.
"Aku akan menemuinya lagi" ucap Lusi.
Lusi pun langsung beranjak, dan kembali menemui Gery dikantor nya. Karena Lusi merasa jika Gery lah yang tega melakukan itu pada dirinya.
Gery tampak berjalan kasar, dengan kaki yang berjalan cepat Lusi menemui Gery dengan kesal. Dan terlihat Gery yang sedang duduk dimeja kerjanya, Lusi langsung menggebrak meja kerja milik Gery dengan perasan emosi jiwa.
Braaaaag.......
Gery pun kaget dengan Lusi yang datang. Langsung menggebrak meja kerja nya itu.
"Ada apa ini kenapa datang marah-marah" kata Gery berlagak polos.
"Eh, belut sawah!!! Aku tahu ya, itu ulah kamu yang sudah menjebak aku dalam keadaan yang tak seharusnya diruangan ini. Mana mungkin aku membuka baju ku sendiri dan tak sadar dengan hal itu" seru Lusi kesal
__ADS_1
"Helo Lusi, wanita paling cantik sedunia. Kamu yang punya baju kamu punya badan gak mungkin aku tahu soal itu, hah!!!" Kata Gery lagi sambil berdiri dihadapan Lusi, tak terima dengan apa yang dikatakan Lusi.
"Eh Gery!!! Aku akan menuntut kamu"
"Mau menuntut, tuntutan apa!! Apa kamu punya bukti, kalau iya katakan buktinya apa" tantang Gery pada Lusi.
"Aku punya bukti"
"Sekarang sekali lagi aku tanya sama kamu, saat kejadian itu aku sedang meeting dan aku katakan bahwa temen kerja ku yang ikut meeting itu adalah bukti dirimu bahwa aku tidak tahu menahu soal kamu!!!" Ucap Gery.
"Tapi orang yang jahat sama aku, selama ini cuma kamu dan hanya kamu Gery. Kamu sadar kah itu, dan Juna gak mungkin lakukan hal bejat itu" ucap Lusi kesal.
"Heh, apakah karena aku pernah salah sama kamu jadi semuanya kesalahan kamu limpahkan ke aku. Ingat Lusi bukti menerangkan semuanya saat kejadian itu cuma ada Juna, cuma Juna saat kejadian itu dan bukan aku!!" timpal Gery.
Lusi pun tampak menggelengkan kepala seolah tak percaya dengan semuanya.
"Baiklah, kalau memang begitu. Aku tidak mau lagi, membantu kamu mengurus urusan pernikahan mu biar kamu urus sendiri aku tidak mau lagi!!! Gara-gara ini, aku jadi sial dan aku lelah, aku capek! Aku juga gak suka dengan kejadian ini menimpa ku" ucap Lusi kesal.
"Tidak bisa kamu sudah berjanji akan mengurusi nya" kata Gery lagi menarik tangan Lusi.
Mereka pun tampak tak menyadari jika disitu ada Liana yang dibelakang mereka dan mendengar percakapan mereka.
Liana pun langsung buka suara.
"Oh baiklah kalau memang kamu gak mau mengurus gak apa-apa. Aku bisa membayar WO yang lebih berkompeten dibanding kamu. Kamu beraninya hanya menyalahkan orang lain tanpa melihat kenyataan yang sebenarnya. Calon suami ku Gery, gak mungkin lakukan hal itu pada wanita seperti mu" ucap Liana yang malah menyalahkan Lusi balik.
"Ya ide bagus aku juga gak mau lagi, permisi" ucap Lusi kesal dan langsung pergi.
Gery pun tampak memandang Lusi yang tampak keluar dan kini berbalik melihat ke arah Liana dengan tatapan kesal.
"Puas kamu dengan apa yang kamu katakan, tak seharusnya kamu mengatakan itu tanpa meminta ijin terlebih dulu pada ku. Kalau gitu, anggap saja pernikahan kita batal. Aku tidak mau kalau bukan Lusi yang menjadi WO pernikahan kita"
"Tapi tidak bisa begitu"ucap Liana.
"Sudah jelas semua nya batal dan aku tidak mau menikah dengan mu"
Liana pun tampak kesal dan akhirnya mengalah.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menemui Lusi dan meminta maaf padanya untuk tetap menjadi WO kita agar kita tetap menikah"
"Ya memang itu yang harus kamu lakukan!!!"