Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Setelah Itu


__ADS_3

Setelah itu terlihat dari wajah Renata yang tampak kecewa pada Lusi. Meski ia tak marah namun tetap saja terlihat kecewa. Lusi merasa dirinya tereksploitasi. Bahwa dia bukan hanya kehilangan anak dalam kandungannya. Namun ia pun juga dilecehkan oleh Gery. Jika saja ada cctv saat itu bahwa apa yang menimpa diri Lusi bukan lah hal main-main tapi hal berat. Mungkin Renata tak akan meminta Lusi untuk melakukan hal itu. Namun memang cctv dirumah dalam keadaan rusak.


"Ma, mama tahu bahwa Lusi keguguran. Itu ulah dari Gery yang menarik kaki Lusi. Dia berusaha menodai Lusi ma" tutur Lusi menjelaskan dengan mata berkaca.


"Sekarang bukan siapa yang salah dan yang bener, dan juga bukan mama tidak percaya. Tapi mama hanya memikirkan bagaimana nasib dari ponakan mama. Anak itu nanti bukan hanya terlahir sebagai anak haram. Tapi ini menyangkut nama baik keluarga kita. Nama keluarga kita akan jelek" jelas Renata dengan mata tajam.


"Ma..." Ucap Lusi dengan nada lirih.


Ucapan Lusi pun sama sekali tak didengar oleh Renata. Renata tampak pergi meninggalkan Lusi sendiri di tempat tidur rumah sakit itu. Ya, begitu sakit perasaan Lusi disaat orang lain tak mengerti apa yang Lusi rasakan saat ini. Lusi pun langsung menangis sendirian.


Sementara itu..


Terlihat Juna yang menemui Marisa dirumahnya. Juna membawa seikat bunga mawar merah. Ya Juna hanya membawa motor bebek. Karena motor sportnya hilang. Juna yang baru saja lulus dari kuliahnya. Jadi ia tidak memiliki apa-apa.


Namun sesampainya dirumah Marisa, bukan Marisa yang Juna temui. Tapi Ayah dari Marisa. Memang Marisa belum pernah cerita soal Juna yang sudah ingin mengajaknya untuk menikah.


Dan meski mama dari Marisa sudah sangat setuju. Namun belum tentu pada papa dari Marisa ini.

__ADS_1


Juna tampak kaget saat yang membuka pintu itu adalah papa dari Marisa.


"Kamu siapa?" Tanya David.


"Saja Juna om" ucap Juna.


"Ingin bertemu siapa?" Tanya David dengan tatapan tajam yabgy seolah membunuh. David memandang Juna dari atas sampai bawah.


"Marisa om"


"Saya teman dekat Marisa"


"Sedekat apa?" Cecar David.


"Sangat dekat"


"Kamu kerja dimana, rumah dimana? Memiliki perusahaan atau tidak" ucap pak david tanpa basa basi.

__ADS_1


"Sa-saya baru lulus dan belum bekerja"jawab Juna tampak sedikit terbata.


"Hanya orang dari kalangan atas lah yang bisa menjadi calon menanantu saya. Kalau cuma dari kalangan biasa mohon maaf saya tidak bisa. Apalagi pengangguran. Saya harap anda paham maksud saya. Dan meskipun anak saya cacat. Saya tidak bisa membiarkan anak saya hidup pada pria yang tidak memiliki masa depan.. anda paham maksud saya" jelas David tegas pada pemuda dihadapannya kini.


"Saya mencintai anak om dan saya akan lakukan apapun" ungkap Juna dengan penuh keyakinan.


"Kalau dari tampilan saya perhatikan Kamu belum pantas" ucap David yang sudah tahu kalau Juna hanya membawa motor bebek.


"Selama putri bapak belum menikah saya akan memperjuangkannya" jelas Juna.


"Tidak mudah mendapatkan restu dari saya" ucap Pak David lagi.


"Tidak peduli seberapa sulitnya itu. Saya akan berusaha. Jika itu nyawa sekalipun menjadi taruhannya"ucap Juna seraya pamit untuk kembali. "Saya permisi, assalamualaikum"


Juna pun tampak kaget dengan kedatangannya pada saat itu kerumah Marisa. Bukan karena tidak ada Marisa namun ucapan dari Ayah Marisa yang membuat Juna berfikir.


Ia harus bekerja sebelum ia benar menikahi Marisa sebagai pendamping hidup. Juna pun akan mencari pekerjaan memantapkan dirinya untuk menikahi sang pujaan hati. Yaitu Marisa.

__ADS_1


__ADS_2