
Di dalam telepon...
Rian pun semakin kesal dengan penuturan seorang pria yang adalah asisten pribadinya.
Bahwa Rian kini tahu pembuktian yang sebenarnya. Kecelakaan yang menimpa Marisa adalah ulah seseorang. Seseorang yang sudah menyebabkan remnnya blong ketika itu. Rian tampak meremas keras handphonenya sambil menarik napas berat dan kasarnya.
Assiten pribadi Rian yang bernama Agustino menemukan bukti melalui rekaman cctv yang berada di resto sebelum kecelakaan tejadi. Bahwa dari kecelakaan tersebut Gery lah ikut andil, karena menyuruh orang suruhan untuk membuat mobil yang Rian bawa rem mengalami blong. Dan suruhan itu bernama Tedy. Dan yang membuatnya semakin kesal. Tedy adalah suruhan dari Gery. Ya Gery...
Keesokan harinya....
Pagi ini Rian ingin datang menemui pak David dan juga Gery. Karena telah menemukan bukti bahwa penyebab kecelakaan itu adalah Gery.
Dan tiba-tiba pak David menelpon. Kebetulan sekali di menelpon. Bahwa David kesal pada Rian, yang sudah memukuli anaknya yang babak belur. Rian pun semakin naik pitam, karena ia disalahkan tanpa tahu cerita yang sebenarnya. namun tak ia ungkap melalui telepon. Bahwa semua bukti sudah jelas. Kini saatnya Rian buka suara.
Dengan naik mobil bersama Lusi, Rian datang menemui keluarga pak David. Rasanya Rian tak sabar ingin ungkap semua yang menjadi kesalahan Gery. Sekalipun Gery adalah sahabatnya dulu.
Sesampainya di kediaman rumah pak David. Terlihat Marisa yang duduk di sofa. Marisa terlihat kaget dengan kedatang Rian. Sementara Gery masih ada di kamar dalam keadaan yang belum pulih karena pukulan Rian yang bertubi tubi kemarin. Dan Karen hal itu juga lah membuat David tambah marah pada Rian.
"Puas kamu!!! setelah membuat putri saya cacat, lalu memukuli putra saya sekarang" ucap David nada tinggi.
"Ah rupanya putra anda selain berngsekk dia juga tukang mengadu pada bapaknya. Saya tidak menyangka.. sebelum anda menyalahkan saya. Tanya kan dulu siapa yang salah dalam hal ini" ucap Rian kesal.
"Saya akan membawa kasus ini ke meja hukum"
Rian pun tampak tersenyum sinis.
"Saya pun akan membuka semuanya" ucap Rian.
Lalu tak lama tampak Gery yang mulai penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Rian dan orangtuanya. Dia datang lalu menemui Rian dan juga pak David dengan jalan yang tergopoh.
"Nah ini pelakunya. Saya akan jelaskan kecelakaan terjadi selain kesalahan saya juga kesalahan putra bapak?" Ucap Rian lantang.
Gery pun tampak kaget.
__ADS_1
"Maksudnya bagaimana?" Ucap David heran.
"Saya membawa orang suruhan putra bapak yaitu Gery. Dia adalah pak Tedy. Pak Tedy adalah orang suruhan putra bapak yang sudah membuat rem mobil saya blong. Sehingga menabrak putri bapak Marisa" tegas Rian.
David pun tampak kaget. Apalagi Gery yang juga terlihat kaget.
Lalu tak lama benar pak Tedy datang tiba-tiba, Pak Tedy datang disuruh Rian. Tedy mau, karena Rian mengancam akan melaporkan kasus ini ke hukum. Jika ingin damai ia harus mengikuti semua untuk mengungkap kasus yang Rian alami.
"Pak Tedy, adalah saksi nyata yang jelas untuk semua pak" ucap Rian.
"Apakah benar kamu adalah orang suruhannya Gery" tanya David.
"Benar saya disuruh pak Gery untuk membuat rem mobil milik pak Rian blong. Agar Rian mengalami kecelakaan"
"Semua itu tidak benar!!!!"teriak Gery.
"Diam kamu Gery, lanjutkan Pak Tedy.. Maksudnya bagaimana dan kenapa putra saya melakukan itu?"
"Beraninya kamu melakukan itu Gery!!!"teriak David. "Kamu telah membuat papa malu!!!!"
"Semua itu salah pa? Semua bohong!!!" Gery tampak tak terima.
Rianpun tersenyum sinis.
"Dan karena kejadian ini dengan berat hati, saya akan sampaikan ini kepada ibu saya Renata"
"Kamu adalah anak pak Candra" tanya David.
"Iya"
Candra dan Renata adalah sepasang suami istri yang ditakuti dalam dunia bisnis. Karena memiliki aset yang banyak dan juga memiliki rekan bisnis yang banyak.
"Dan asal bapak tahu juga, kenapa saya memukuli putra bapak. Karena Gery mengincar istri saya dan sudah melecehkannya. Itu sebabnya saya memukulnya"
__ADS_1
David pun tampak lebih kaget, Lalu dengan cepat menarik kerah baju Gery dan memukulnya.
"Sungguh sangat memalukan kamu!!!!" Ucap David.
Sontak disana pun tampak yang paling kaget adalah Marisa. Marisa tak menyangka, bahwa semua itu tidak murni kesalahan Rian. Atas kecelakaan tersebut.
Atas apa yang diucapkan oleh Rian berhasil membuat David kesal pada Gery. David pun tampak meminta maaf pada Rian.
"Saya minta maaf padamu, Kita berdamai saja.. Dan mohon jangan bilang ini pada Renata" ucap David meminta maaf.
Rian pun tampak terdiam dan akhirnya memafkan.
"Apa yang saya alami, tentunya saya memafkan Gery sebagai sahabat. Meski tak saya dengar sedikitpun kata maaf yang terucap. Saya tidak mengerti mengapa dia mau mengincar istri saya. Dan melakukan hal itu pada saya. Tapi saya sayang Gery seperti halnya saya mencintai diri saya sendiri. sebagai sahabat saya masih menghargai nya. Namun, Untuk kerjasama kita dalam perusahaan dengan ini saya batalkan. Saya tak peduli lagi soal kerjasama kita" ucap Rian pergi.
Tak lama Rian pergi ...
Lalu dengan cepat Pak David langsung mengusir Gery dari rumah.
"Kamu yang membuat Marisa cacat Gery, kecelakaan itu tak pernah terjadi. Jika bukan karena kamu penyebabnya. Dan karena kamu jugalah??? kerja sama kita batal dengan pengusaha sukses seperti renata. Detik ini, kamu pergi dari rumah. Dan aku tak peduli lagi pada kamu!!!"tegas David.
"Tapi pa?"
David pun tampak tak mau mendengar sama sekali.
Dan langsung pak David menemui Marisa..
"Maafkan papa Marisa, papa sudah membedakan-bedakan kamu. Papa sadar jika Gery tak sebaik itu. Kamu pun cacat karena ulah Gery" ucap papa menyesali.
"Iya pa"
"Untuk saat ini, papa akan tetap memasukan nama kamu dalam pemimpin perusahaan papa sayang"
Lalu dalam hal ini Marisa dan papa nya pun kembali berdamai.
__ADS_1