
Akibat dari kejadian itu, Gery yang membongkar kasus Arga. Kasus Arga yang lain pun terbongkar soal dirinya yang sudah berusaha melakukan pembunuhan terhadap Rian. Arga lah yang berusaha membunuh Rian dengan cara menabrak Rian dengan mobil besar padahal kondisi pada saat itu sedang tidak operasional kerja. Dan bukan tugas Arga untuk datang kesana, cuma ia datang sendiri.
Setelah menabrak Arga pun pergi ke Lampung, kecurigaan itu terjadi pada saat ada saksi mata yang melapor. Kejadian itu tak terekam cctv karena memang cctv dimatikan semua oleh Arga. Sehingga kejadian itu baru terungkap bahwa ada seorang yang mengambil kunci mobil secara diam-diam dan kejadian itu ada yang melihat.
Mau tidak mau atas kejadian itu, Gery menuntaskan dengan proses hukum yang ada. Sampailah Arga ditahan dikantor polisi saat ini.
Bila mengingat itu semua Gery pun kembali teringat akan dirinya yang pernah melakukan hal yang sama pada Rian. Namun dirinya sudah tidak di hukum karena pihak Gery sudah melakukan perdamaian secara sepihak, namun kejadian itu bukan Rian yang mengalami luka-luka melainkan adiknya Marisa yang akhirnya kakinya diamputasi. Bila mengingat itu semua Gery hanya ingin menghukum dirinya sendiri dan tak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.
Lalu bagaimana dengan kesalahan dirinya sendiri yang sudah berani melakukan hal buruk juga terhadap Lusi yakni meniduri Lusi secara diam-diam itu.
Lalu dengan langkah kaki yang terasa berat, Gery pun menemui Lusi di rumahnya. Saat itu kebetulan ada Renata.
Rian masih ada dirumah sakit saat itu..
"Lusi apa kabar mu?" Tanya Gery saat itu.
"Aku lebih baik , tangan ku sudah lebih baik, kaki masih belum pulih masih harus berjalan dengan tongkat"
"Namun?"
"Namun apa?"
"Suamiku saat ini lumpuh. Kaki tangannya tidak bisa digerakkan sempurna ada bagian syaraf nya membuat dirinya seperti itu. Untuk bicara dan makan masih bisa, hanya saja tidak untuk kaki dan tangannya" ucap Lusi menjatuhkan air matanya bila mengingat kondisi Rian saat ini.
Gery pun menghapus air mata Lusi saat itu.
"Aku akan membiayai Rian hingga sembuh kalau perlu bawa dia sampai ke luar negri aku siap menanggung semuanya Lusi"
"Terimakasih aku berhutang budi padamu"
"Hanya saja ada satu hal yang ingin ku sampaikan pada mu dan ini penting" ucap Gery.
"Apa?"
"Aku datang kesini, untuk mengatakan hal jujur padamu" ucap Gery memohon.
"Jujur apa?"
"Kamu ingat kan saat kejadian di Semarang"
"Kejadian apa?" Ucap Lusi.
"Kamu ingat pada saat kamu tertidur hampir tak sadarkan diri" kata Gery.
Lusi pun berusaha mengingat.
__ADS_1
"Apa kamu ingat badan mu pegal saat pagi hari nya"
Lusi pun terdiam.
"Kamu ingat juga kan malam itu"
"Malam yang mana?"
"Malam pertama untuk ku" ungkap Gery.
"Aku tidak tahu"
"Tapi kamu harus tahu"
"Aku tidak mau tahu soal malam pertama mu"
"Kamu harus tahu dan peduli"
"Aku tidak perlu tahu soal itu, aku memang wedding organizer untuk pernikahan mu tapi bukan berarti aku harus tahu malam pertama mu"
"Kamu harus tahu karena ini menyangkut dirimu"
"Kenapa aku"
"Karena kamu adalah saksi semuanya"
"Kamu bukan cuma saksi tapi kita melakukannya"
"Melakukan apa? Kamu jangan bicara seperti ini aku bingung"
"Kamu melakukannya, aku melakukan semuanya"
Lusi pun terdiam menatap Gery sambil berfikir maksud apa yang Gery katakan.
"Aku melakukan malam pertamanya dengan mu" kata Gery.
"Kamu jangan mengarang. Mana mungkin, kamu hanya berhalusinasi"
"Aku berani bersumpah bahwa aku telah melakukan itu semua padamu"
Lusi pun terdiam.
"Kamu ingat es jeruk itu, kamu ingat setelah itu kamu tertidur pulas. Kamu harus tahu juga aku yang melakukan semuanya. Ya semuanya, aku menidurimu disaat malam pertama ku, aku pakai kamu saat malam itu. Aku menikmati tubuh mu. Dari ujung kepala hingga ujung kaki tiada tersisa. Aku melakukan malam pertama itu padamu"
"Kamu gila!!!!! Kamu hanya berhalusinasi dasar bodoh!!!!!" Ucap Lusi yang merasa Gery hanya bercanda.
__ADS_1
Lalu dengan cepat Gery tampak bersujud di kaki Lusi yang sedang berdiri diatas tongkatnya saat itu.
"Lusi mungkin kamu tidak percaya, namun hal itu memang adanya" kata Gery.
Lusi pun masih tidak percaya dengan semua yang dikatakan Gery.
"Aku tidak peduli soal apa yang kamu katakan, mungkin otak mu sekarang sedang di fase tidak normal. Kamu boleh pergi, aku tidak percaya dengan smua yang kamu katakan"
"Tatap mata ku jika kamu tidak percaya padaku"
"Aku tidak percaya dengan semua yang kamu katakan"
"Aku serius dengan semuanya"
"Kalau memang itu yang kamu lakukan. Ku harap kamu pergi dari kehidupan ku"
"Tapi aku tidak bisa"
"Tidak bisa berati itu hanya kepura-puraan mu saja"
"Aku berani bersumpah Lusi!!!! kalau memang ternyata aku melakukan nya bagaimana?"
"Jangan pernah lagi kamu ada didalam hidupku!!!!!"
"Percaya kamu aku melakukannya?"
"Tidak!!!!!"
"Lalu kenapa kamu ingin aku pergi"
"Karena dengan cara itulah kamu dapat melupakan ku"
"Baiklah aku akan pergi dari kehidupan mu. Jika memang hal itu bisa membuat kamu percaya dan bisa memaafkan ku. Apakah kamu memaafkan ku jika aku pergi"
"Aku tidak bisa memaafkan kesalahan orang yang aku sendiri tidak jelas kesalahan nya apa?"
"Aku kan sudah bilang aku melakukan nya"
"Itu kan kata mu, kata-katamu yang belum tentu"
"Kamu mau aku pergi??"
"Iya kamu pergi"
"Baiklah aku akan pergi dari hidup mu, supaya kamu percaya bahwa aku yang melakukan nya Lusi aku minta maaf padamu, aku minta maaf padamu. Aku akan pergi jika itu membuat mu percaya"
__ADS_1
Gery pun pergi saat itu.
Lusi tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gery. Lusi tidak percaya sama sekali.