Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Lusi aku mencintai mu dalam hati ku


__ADS_3

Seketika Lusi pun masih merasakan sedih yang mendalam bila mengingat semua kejadian yang ia alami pada dirinya. Mulai ia dari berangkat dan pulang itu serasa sedih semua. Berangkat dengan kesedihan hati yang melanda pulang pun masih sama.


Lusi pun melihat dirinya yang saat itu memakai baju operasi pasien berwarna biru, rasanya ia tidak mungkin pulang dengan pakaian seperti ini ke Jakarta. Ya bajunya sudah robek kotor tak utuh dan dokter seperti nya langsung mengganti baju yang lebih layak.


"Gery" panggil Lusi.


"Apa?" Jawab Gery menatap Lusi.


"Bisa gak kamu belin aku baju baru, tidak mungkin aku pulang dengan baju seperti ini" ucap Lusi melihat ke arah Gery yang sedang duduk disampingnya.


"Lalu kamu mau pakai baju siapa? Aku?" Jawab Gery dengan wajah ngeselin.


"Beli bukan minta, lagi juga aku gak mau pakai baju kamu" kata Lusi.


"Gak usah beli repot, harus ke mall dulu atau ke toko baju, aku bawa baju kok" kata Gery.


"Baju apa? Bukan baju Kokoh kan" kata Lusi.


"Gak bukan"


"Oia jelas bukan, kamu kan gak pernah solat mana ada baju Koko ya aku lupa" ucap Lusi dengan senyum meledek.


"Ngeledekin atau bagaimana?"


"Iya aku ngeledek, kok kamu tua, hehehhe"


"Udah tunggu sini!!! aku ambilkan baju aku, kamu pakai ya" ucap Gery beranjak berdiri dan pergi.


Lalu ia pun mengambil baju didalam tas nya.


"Nih bajunya" ucap Gery memberikan baju kepada Lusi.


"Iya aku pakai, makasih" jawab Lusi terpaksa.


Lalu Gery tampak mengambilkan baju miliknya, yaitu kemeja tangan panjang berwarna putih dan celana panjang untuk Lusi.


"Ini baju kamu?" Tanya Lusi sekali lagi sambil memandang satu persatu.


"Iya kamu pikir?"


"Ya udah aku pakai ya, tapi ada rok gak"


"Lusi sejak kapan aku pakai rok"


"Aku bingung ini kalau pakai celana kamu pinggangnya kebesaran ya di aku. Nanti aku kedodoran" kata Lusi sambil melihat celana yang tampak besar itu.


"Repot banget sih, nih pakai ikat pinggang punya aku. Eh jangan deh gak jadi, nanti aku gak keren kalau gak pakai ikat pinggang"


"Terus? Aku bagaimana?"


"Yaudah kamu pakai celana pendek aja" jawab Gery ketus.


"Yah malu dong pahanya aku kemana mana"


"Tutupin pakai selimut repot banget"


"Sepanjang jalan gitu aku bawa-bawa selimut, kok jadi repot banget akunya"

__ADS_1


"Gak apa-apa Maemunah!!! kamu kan sakit mau bawa selimut kek, mau bawa tabung gas juga gak apa-apa"


"Yaudah aku pakai ini, aku iket dipinggang pakai ini" ucap Lusi mengambil tali untuk diikat dipinggangya.


Lalu Lusi pun menutup tirai dan ia mengganti pakaiannya. Saat selesai si Gery mentertawakan Lusi yang memakai tali sebagai ikat pinggang agar tidak kedodoran.


"Hahahah orang gila!!!" Ucap Gery mentertawakan.


"Biarin, Daripada paha aku kemana-mana pakai celana pendek doang"


Lalu saat itu Gery pun tampak tersenyum melihat Lusi yang memakai baju kemejanya yang berwarna putih, walau tampak kebesaran namun saat dipakai Lusi malah Lusi terlihat lebih seksi karena agak transparan dan memperlihatkan b-r-a nya yang berwarna hitam itu.


"Kamu ketawain, kamu kerjain aku" kata Lusi kesal.


"Apanya?"


"Ini transparan"


"Namanya baju warna putih ya begitu"


"Terus aku bagaimana?"


"Pakai selimut tutupin"


"Selimut lagi, selimut lagi"


"Baju kamu kemana sih emangnya?"


"Dompet aku, baju aku hp aku ketinggalan semuanya. Aku sudah gak mikirin baju dompet apa-apa. Yang aku pikirin ya pergi selamatkan diri" ucap Lusi sambil cemberut.


"Cup cup yaudah jangan ketawa"


"Yaudah jangan sedih" ucap Gery.


Manusia aneh dasar, orang lagi kena musibah bisa-bisanya dia malah tertawa kan aku. Malah kerjain aku begini, emang dia pikir kabur dari situasi sulit saat kemarin itu mudah dan gampang apa? Dia malah enak-enak ketawain aku. Dasar aneh!!!! Ucap Lusi didalam hati kesal sambil memandang Gery.


"Kenapa liatin begitu mau marah, iya?? Marah aja gak takut.." ucapnya Gery pada Lusi.


"Tau ah" ucap Lusi.


Lalu Lusi pun tampak melihat ke arah cermin.


"Ya Allah aku barus sadar ya muka aku sampe seperti ini. Bisa -bisa korengan ini wajah aku" kata Lusi yang kaget melihat wajahnya dicermin.


"Terus?"


"Iya, luka yang mengering kan lama-lama jadi koreng"


"Tadi sih dokter udah kasih salep jadi kamu bisa pakai, yah paling udah gak bisa jadi model" kata Gery.


"Yah gak apa-apa lah gak usah jadi model yang penting tetep disayang sama suami"


Gery pun langsung memasang wajah kesal saat Lusi membahas kata suami didepan dirinya.


"Yaudah kita pulang ya" kata Gery.


Lalu Gery pun membawa kan Lusi kursi roda, yang akan di gunakan dari kamarnya menuju parkiran. Ya kursi roda itu fasilitas rumah sakit yang bisa dipinjam tapi hanya sebatas dari rumah sakit menuju parkiran saja.

__ADS_1


Dan sebenarnya Lusi harus membeli tongkat untuk menopang tubuhnya, namun tampak Gery sengaja tidak membelikan tongkat itu kepada Lusi. Agar Lusi selalu kerepotan dalam berjalan dan mau tidak mau membutuhkan Gery baik itu ke kamar mandi atau kemana pun itu. Dan Gery tersenyum bahagia akan hal yang membuat dirinya selalu berada didekat wanita yang ia cintai itu walau dengan cara yang bikin repot.


"Pakai kursi roda ini ya" kata Gery.


"Iya makasih" ujar Lusi.


Lalu Gery pun membawa Lusi untuk sampai ke parkiran.


Sesampainya di parkiran Gery tampak sudah memesan taksi yang akan membawa Gery dan Lusi menuju bandara. Dan sebelum nya Gery tampak menggendong Lusi untuk naik ke taksi. Gery pun tampak senyum-senyum saat dirinya mampu memegang tubuh Lusi yang terasa hangat itu.


"Aku gendong ya, kamu gak marah kan" ucap Gery.


"Terimakasih" kata-kata itu lagi yang Lusi ucapkan kepada Gery. Sebenernya Lusi enggan sekali untuk mengatakan kata tersebut tapi kalau lihat dari kebaikan Gery yang terlihat ikhlas Lusi jadi tidak enak juga. Gery yang sudah datang jauh-jauh hanya untuk menolong Lusi, seperti kurang ajar kalau Lusi tidak mengucapkan kata terimakasih.


Lusi yang mengucapkan kata terimakasih itu. Berbanding terbalik pada diri Gery yang masih saja menyimpan hasrat pada Lusi.


Gery yang menggendong Lusi dari kursi roda untuk naik mobil, tanpa terasa senjata yang ia miliki itu tampak berdiri.


"Ampun kenapa dia berdiri lagi, aduh" batin Gery sambil menggendong Lusi. "Oke tenang, tenang"


"Kalau bukan karena butuh aku males sebenernya aku lebih baik tidak digendong sama kamu" celetuk Lusi tiba-tiba.


"Kalau bukan karena kasihan aku juga gak mau gendong kamu" kata Gery.


Lalu Gery pun tampak nya tak mau duduk disamping supir dirinya malah mau duduk disamping Lusi.


"Kamu duduk didepan sama sopir ya" kata Lusi.


"Aku maunya duduk dibelakang sama kamu"


"Gak boleh"


"kan aku yang bayar bebas mau duduk didepan atau dibelakang, di bagasi atau diatap mobil kan bebas. Yang penting gak duduk dipangkuan kamu" kata Gery.


Lusi pun langsung membuang wajahnya.


"Dasar wanita bisa nya ngatur doang!!!" Ucap Gery yang tiba-tiba marah.


"Dasar pria mentang-mentang punya duit sok paling berkuasa"


"Lah emang kenyataan kok aku punya duit, aku yang berkuasa" ucap Gery tersenyum.


Selama diperjalan...


"Aduh gemes bisa pulang bareng kamu" kata Gery.


"Lah emang kenapa"


"Jangan lupa ya"


"Apa?"


"Kamu tidur di bahu aku, biar kaya di film-film"


"Iya kaya di film sih, tapi film horor" ucap Lusi ketus.


Gery pun tertawa dengan apa yang dikatakan Lusi.

__ADS_1


Lusi andaikan kamu bisa menjadi milikku seutuhnya, andaikan jarak diantara kamu dan aku bukan lah hal yang sulit. Aku akan mencintaimu setulus hatiku, takan pernah aku siakan dirimu. Aku akan jadikan kamu selalu dalam hatiku. Takan ada yang lain dan bukan yang lain. Lusi... Jika saja dirimu masih sendiri, aku akan cintai kamu dan selalu bahagia kan kamu. Mungkin aku jahat tapi percayalah aku mencintaimu, ucap Gery memandang Lusi dengan hati yang bahagia melihat Lusi yang kini berada disampingnya.


__ADS_2