Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Mungkinkah ini cinta


__ADS_3

Tatapan tak biasa diarahkan kepada Marisa terlihat dari sorot mata Gavino yang melihat Marisa berjalan tampak menggunakan tongkat. Seketika Gavino tampak melihat aura lain pada Marisa. Bukan lagi ilfeel namun ada hal lain. Yang tak mampu ia jelaskan dengan kata-kata. Mungkin itu cinta.. Tiba-tiba ia tersadar saat panggilan telepon masuk lagi. Dia menanyakan dimana Gavino sekarang. Lalu Gavino tampak memberitahunya


Tak lama terlihat seorang wanita yang datang dan dia adalah pacar dari Gavino. Dia adalah Tanisa. Tanisa datang tampak memeluk Gavino.


Tanisa tampak heran dengan Gavino yang sedari tadi hanya diam saja tanpa menyambutnya. Padahal dia sudah didepan pria itu.


"Kamu kenapa ko diam saja" ujar Tanisa menepuk pundak Gavino.


"Ah aku biasa saja. Lebih baik kita keluar dari mall ya. Aku ingin cari udara segar" pungkasnya.


Lalu Gavino mengajak Tanisa keluar mall. Dan Tanisa meminta membawa dirinya untuk ke apartament milik Gavino.


.


.


.


.


Sesampainya di apartment..


Gavino pun tampak duduk sambil menyeduh kopi dan memandang wajah Tanisa.


Tiba-tiba saja Tanisa menghampiri Gavino dan mencium pipi lalu mengarah ke bibir lalu menciumnya bibir Gavino. Dan dengan cepat Gavino menarik diri dari Tanisa. Baru kali ini Gavino menolak ciuman dari wanita itu.


Baru kali ini Gavino merasa jika Tanisa wanita yang ia suka karena kecantikannya, merasa sudah tak cantik lagi. Dan baru kali ini Gavino merasa jika percintaan yang dilakukannya hanyalah kepuasan batin dan tanpa menemukan sebuah arti cinta yang sesungguhnya.


Lalu Gavino tampak memandang Tanisa.

__ADS_1


"Bukti kamu cinta sama aku apa?" Ucap Gavino tiba-tiba.


"Aku melakukan ini sama kamu, lalu apalagi? Kita tidur seranjang, kita melakukan semua bersama. Apa kurang bentuk cinta aku sama kamu"


"Itu bukan, itu bukanlah bukti cinta. Itu hanya nafsu"


"What? Kenapa kamu tiba-tiba saja begini"


"Aku tersadar memiliki banyak wanita bukan membuat aku bahagia. Namun membuat aku bingung dan terus mencari yang lebih tanpa aku tahu, bahwa itu salah" ucap Gavino menarik napas panjangnya.


"Maaf aku harus pergi" ucap Gavino lagi.


"Kemana?"


"Aku akan menikah"


"Dengan siapa?" Tanya Tanisa kesal.


"Lalu kamu anggap aku apa?"


"Kamu tetaplah kamu. Kita sudah sepakat bahwa kamu dan aku hanya teman seranjang tidak lebih" ujar Gavino.


"Kenapa kamu begini" Tania kesal


"Aku tidak tahu kenapa aku begini. Kita sampai sini. Biarkan aku pergi" lalu Gavino pun tampak pergi dan tak mempedulikan Tanisa.


Lalu tampak Gavino yang keluar dari apartemen dan terdiam dalam renungan.


Baru kali ini Gavino bicara soal cinta. Dia tidak bisa melihat satupun cinta pada wanita yang ia jalin cinta bersamanya kini. Ya tidak satu pun. Semua wanita yang ia pacari semua hanya melihat harta dan ketampanannya saja. Tanpa melihat cintanya sama sekali.

__ADS_1


Lalu Tanisa pun tampak berlari mengejar Gavino dan memeluknya.


"Aku minta maaf, jika aku banyak salah. Aku tidak bisa hidup tanpa mu" ungkap Tanisa lagi.


Gavino masih mau menerima Tanisa. Meski rasa dalam hatinya tiba-tiba ada rasa untuk Marisa.


.


.


.


Keesokan harinya, Gavino tampak datang kerumah Marisa. Secara diam-diam Gavino hanya memandang dari kejauhan. Gavino tampak malu menemui Marisa. Ia ingat dia tak punya nyali lagi untuk bertemu Marisa mengingat dia sudah menghina Marisa saat itu didepan papanya. Karena cacat.


Meskipun Marisa tidak tahu, bahawa Gavino telah menghina tapi tetap ada rasa malu pada diri Gavino.


Akhirnya dengan keberanian tidak peduli mau punya muka atau tidak, Gavino pun memberanikan diri untuk tetap menemui Marisa.


Ya aku harus membawa bunga untuk Marisa. Malu masa gak bawa apa-apa. Batin Gavino.


Lalu Gavino pun tampak pergi sebentar untuk mencari sesuatu dan akhirnya Gavino membeli seikat bunga mawar merah.


Saat sesampainya didepan rumah Marisa. Gavino melihat motor bebek terpakir didepan rumah Marisa. Beda sekali dengan Gavino yang membawa mobil sport mewah berwarna merah. Sangat terlihat berbeda sekali dengan dirinya kalau bicara tentang kasta dan harta. Gavino pun masuk kedalam rumah Marisa.


Gavino pun melihat Marisa yang sedang memegang seikat bunga juga. Dan yang membuat Gavino kaget ternyata disana sudah ada seorang pria dan pria itu adalah orang yang memberikan bunga itu pada Marisa.


Seketika Marisa pun menoleh saat ada seorang pria datang dan memandangnya. Gavino pun tampak menyimpan bunga itu dibelakang badannya, agar tidak terlihat oleh siapapun.


"Lu yang kemarin kan" tanya Marisa.

__ADS_1


"Gue permisi dulu" ucap Gavino pergi.


Seketika Gavino pun bingung kenapa ia tiba-tiba ingin datang bertemu Marisa. Dan kenapa harus ada dalam situasi seperti ini.


__ADS_2