
Hari sudah berlalu kini saatnya tidur, Lusi tak pernah menyangka juga sebenernya hidup dalam keadaan susah sessusahnya. Pernah sih susah dalam hidup. Tapi mobil masih digarasi dan rumah masih ada. Itu masih terbilang biasa.
Namun kini Rian sekalinya susah ternyata sampai ke titik terendah dalam hidup.
Benar apa kata orang bahwa kestiaan wanita diukur saat suami tidak memiliki apa-apa. Dan kesetiaan suami diukur dari dia memiliki segalanya.
Rian yang pernah gagal dalam menjaga kesetiaan nya sebenarnya mudah saja bagi Lusi membalaskan dendam dengan cara meninggalkan Rian yang saat ini jatuh miskin dan lebih memilih pria kaya raya. Namun Lusi bukan lah wanita seperti itu. Lusi bukan lah wanita yang mudah menggoda dan tergoda oleh pria lain. Kalaupun iya dan ada sungguh itu hanya fitnah yang ada, supaya Lusi berspisah oleh sang suami.
Siang hari berganti dan kini sudah malam. Badan pun sudah terasa lelah. Lusi pun tampak kebingungan dengan keadaan rumah nya saat ini, karena ia bingung harus tidur dimana. Mama mertua tampak tidur didalam kamar. Rian tampak tidur diluar. Ya keadaan ruangan pas-pasan membuat Lusi bingung harus bagaimana.
"Lusi kamu mau tidur dengan ku atau mama?"
Lusi pun malah tampak tertidur didepan bersama suaminya, ya karena tidak enak kalau tidur dengan mama takut menganggunya. Namun saat Lusi berbaring didepan suaminya, suaminya malah berfikir lain. Jika Lusi dianggap ingin melakukan kewajibannya istri alias melayani suaminya dalam kepuasan gairah sang suami.
"Fabio sudah tidur kan" ucap Rian yang melihat Fabio disamping istrinya itu.
"Udah" jawab Lusi singkat yang berusaha untuk memejamkan matanya tertidur.
Ya kali ini mereka hanya tidur beralaskan kasur lantai tipis saja diruang depan.
"Lusi?" Panggil suaminya.
"Mmmm" sahut Lusi.
"Belum tidur kan"
"Udah"
"Kok jawab"
"Yaudah belum"
__ADS_1
Rian pun langsung memeluk Lusi dari belakang.
"Kamu sengaja kan mau tidur dengan ku, karena kamu juga lagi kepingin" goda Rian langsung mengecup leher sang istri dari belakang.
"Ya ampun gak lah Rian, kan baru kemarin kita gulat. Masa gulat lagi" kata Lusi sambil merem matanya.
"Ya gak apa-apa kalau kita butuh pelepasan"
"Gak mikir sejauh itu Rian" kata Lusi lagi.
"Jauh apanya, wajar kali suami istri itu" ujar suaminya.
Lusi pun hanya diam.
"Lusi tapi aku kepingin jangan tidur dong, kita lakukan itu dulu baru tidur" kata Rian memegang pinggang sang istri.
"Emang kamu main disini, ini ruang nya gak ada privat sama sekali loh. Pintu aja gak ada Rian, ini ruang tamu bukan kamar kita dulu. Aku gak enak sampai didengar mama, apalagi kalau ketahuan mama kita lakukan itu disini" Lusi pun tampak membuka matanya dan memberikan penjelasan pada suaminya.
"Yaudah iya tapi jangan lama-lama" kata Lusi.
"Iya janji sebentar aja"
Lalu Rian pun tampak membelai rambut sang istri. Dan Lusi pun tampak memejamkan matanya, belum sampai memulai tiba-tiba...
Mama pun menongol keluar dan didepan mereka.
"Haduh... Mama gak bisa tidur deh" seru sang mama.
Rian dan Lusi yang siap untuk bermain cinta itu pun langsung ke pending apalagi melihat sang mama yang sudah didepan.
"Ada apa ma" tanya Rian.
__ADS_1
"Ini rumah atau apa sih panas banget. Mama gak bisa tidur" keluh sang mama.
"Terus mama mau bagaimana" tanya Rian.
"Haduh mama gak bisa tidur"
"Yaudah mama maunya bagaimana?"
"Gak tahu mama gak bisa tidur ini. Yasudah kamu pijetin mama biar mama tidur ya" ucap mama.
"Yaudah kalau gitu. Rian pijetin tapi mama tidur ya"
Sebelum Rian beranjak memijit sang mama, Rian pun berbisik pada Lusi.
"Tunggu aku ya, aku mau buat mama tidur dulu" ucap Rian.
"Yaudah semangat suamiku"
"Tunggu istri ku"
Lalu tampak Rian yang memijit mamanya itu pun tak terasa benar membuat mamanya tertidur.
Setalah mamanya tidur Rian kembali kedepan ingin mengajak Lusi bermain cinta.
Namun....
Baru saja ia ingin memulai, tiba-tiba bergantian kini putranya yang tampak terbangun, sontak yang harusnya Rian ingin kan terjadi namun kembali gagal, untuk melakukan hal suami istri.
Rian pun kembali mengurungkan niatnya untuk enak-enak dengan Lusi. Karena kini bergantian putranya yang tak bisa tidur.
Ya akhirnya Rian pun tampak gigit jari tak jadi melakukan hal itu, karena begitu banyak penghalang dan akhirnya pun tetap tak jadi.
__ADS_1