Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Kita berpisah


__ADS_3

Lusi pun menyerah pada pernikahan yang menurutnya sulit untuk dijalani, pernikahan yang sebelumnya memang bukan hal yang ia rindukan dan ia inginkan. Lusi pun pulang dengan mata yang sembab, bagaimana tidak pernikahan yang baru saja dijalani tiga hari setengah itu harus kandas dengan keadaan yang memang harus disudahi.


Lusi sebenarnya bukan tipikal orang yang mudah untuk mengakhiri hubungan, namun Lusi merasa banyak tekanan yang memaksa dirinya untuk mengakhiri hubungan yang dari awal memang tak ia inginkan.


Lusi pun memeluk sang ibu dengan derai air mata, Lusi pun yang pulang dari Jakarta itu langsung memeluk sang ibu erat.


Ibu pun lantas bertanya-tanya dalam hatinya ada apa dengan anaknya yang terlihat sedih itu, ibu bertanya-tanya bingung dengan Lusi.


"Kamu kenapa?" Tanya sang ibu yang bingung melihat Lusi saat terlihat dengan derai air mata.


Lusi pun tampak menghapus air matanya berkali-kali dan memeluk ibunya berusaha untuk bicara.


"Bu Lusi salah apa?" Ucap Lusi yang merasa lelah didalam bahjnha.


"Memangnya kenapa?" Tanya Ibu nanar.


"Sampai hidup Lusi seperti ini"


"Kamu kenapa?"


"Lusi bingung, Lusi menjadi orang yang paling serba salah saat ini. Lusi mundur salah, Lusi maju pun salah" ucap Lusi yang terlihat sedih.


"Memang kenapa?"


Lusi pun berusaha menarik napas nya yang berat itu dan bilang.


"Lusi sudah bercerai" kata Lusi.


"Bagaimana bisa? Gery yang menceraikan mu" tanya ibu lagi.


Lusi pun menggelengkan kepalanya.


"Ini keputusan Lusi Bu, Lusi tidak sanggup menjalani semuanya. Terlalu banyak tekanan" kata Lusi.


"Tapi pernikahan mu, baru tiga hari" kata ibu.


"Iya Bu, Lusi sadar. Baru tiga hari, tapi ini sudah keputusan bulat Lusi. Sudah tidak bisa diubah, Lusi tidak mau menyakiti siapapun. Menjadi kedua itu sakit, menjadi Liana pun berat juga. Lusi tidak sampai hati bu" kata Lusi menjelaskan dengan sedih.


"Tapi apakah Gery tidak adil, sehingga kamu minta cerai" ucap ibu yang seolah tak percaya mengapa


"Bukan karena itu, tapi Lusi yang memang tak siap menjadi istri kedua. Lusi juga tak mau Bu sebenarnya untuk menjadi yang kedua. Apa yang mama Renata bilang benar Lusi bisa menikah dengan siapa saja. Mau jadi istri kedua ketiga ke empat pun Lusi masih mau, tapi Lusi tidak mau menyakiti hati Liana. Liana adalah sepupu dari Rian bu, Lusi masih punya perasaan" ucap Lusi yang tertunduk sedih.


"Tapi kamu kan sudah menikah kenapa baru bilang sekarang" ucap ibu.


"Semuanya sudah Lusi tutup rapat, dan Lusi biarkan hubungan ini berakhir"

__ADS_1


"Lusi"


"Lusi sadar, Lusi salah mempermainkan pernikahan. Tapi Lusi juga tidak bisa membohongi perasan Lusi saat ini. Lusi ikhlaskan pernikahan ini untuk segera berakhir" kata Lusi dengan penuh keyakinan.


Tanpa disadari saat itu Gery berada dibelakang Lusi dan mendengar apa yang dikatakan oleh Lusi saat itu juga. Lusi atau pun ibu tidak tahu bila ada Gery yang mendengar percakapan diantara keduanya.


"Lusi" panggil Gery yang secara tiba-tiba membuat Lusi dan ibu menengok dan melihat siapa yang datang.


"Lusi ayoo kita pulang" Kata Gery saat itu.


Lusi pun menggeleng..


"Lusi ayoo"


"Pergilah, pergi" ucap Lusi yang tak suka melihat Gery.


"Lusi....aku tak mau berpisah dengan mu" kata Gery dengan suara lirih mata merah tak ikhlaskan Lusi saat itu.


"Aku menikah dengan mu karena dipaksa oleh mu, aku menikah dengan mu karena keterpaksaan karena butuh uang, dan uang itu yang menjadi saksi bagaimana aku menikah dengan mu karena terpaksa. Semua nya sudah aku kembalikan, semuanya gery semuanya!!"


"Lusi aku mohon jangan seperti ini" punya Gery.


"Aku tersadar apa yang Marisa katakan itu benar, aku menikah dengan mu karena terpaksa. Terpaksa dengan rencana licik mu uang ingin memiliki ku" ungkap Lusi.


Gery pun tak menyangka dengan ucapan Lusi saat itu yang mengatakan diri Gery licik, dari sekian kejadian baru kali ini Lusi mengatakan hal setega itu pada Gery.


"Iya kamu licik"


"Dari mana aku liciknya dengan mu, aku mencintai mu apa itu salah"


"Salah!!!! Bahkan salah mu banyak, aku tidak bisa hidup dengan orang licik seperti mu" kata Lusi yang saat itu sedang berdiri di hadapan Gery.


"Aku tidak mau hidup dengan orang seperti mu, tolong hargai setiap apa yang menjadi keputusan mu" jelas Lusi.


"Apa kamu mencintai ku?" Tanya Gery.


"Tidak" ucap Lusi yang tak berani menatap Gery.


"Katakan sekali lagi"


"Aku tidak sama sekali mencintaimu" jelas Lusi tanpa ragu.


"Baiklah kalau begitu, kita bercerai. Ya Lusi, aku ikuti apa yang menjadi mau mu kita bercerai. Maafkan semua kesalahan ku padamu, kamu berhak memutuskan apa yang menjadi keputusan mu. Kamu berhak hidup dengan caramu, jalan mu, dan keinginan mu. Aku harap kedepannya aku bisa melupakan mu selamanya" ungakp Gery yang kali ini berani mengatakan hal tesebut di depan Lusi.


"Jika kamu menyerah baiklah, aku pun tak bisa memaksa hidupmu, mungkin kamu tak bahagia disisiku, aku tak bisa memaksa itu" jelas Gery saat itu.

__ADS_1


Gery pun terdiam sejenak melihat Lusi yang saat itu. Gery tak menyangka bila pada akhirnya ia mengatakan hal tesebut kepada Lusi.


"Aku akan kirim uang untuk masa idaah mu." Ucap Gery lagi.


Lusi pun saat itu tak berani menatap Gery lama.


Saat itu Gery masih memeberikan apa yang menjadi hak Lusi yaitu uang untuk masa idah setelah bercerai. Gery paham agama sekalipun dia belum tentu baik dan bagaimana pun setiap perceraian memang ada uang Masa Iddah yang diterima oleh pihak wanita.


Lusi pun mengangguk paham dan tak menyangka bila akhirnya Gery pun menuruti pilihan Lusi yakni bercerai.


"Aku akan ikuti semuanya jika memang itu yang terbaik untuk mu" kata Gery yang saat itu tidak mau memandang Lusi setelah nya saat itu dan hanya tampak membuang wajahnya.


Lalu tampak kaki Gery yang akan melangkah kaki untuk pergi dengan perasaan berat tapi dia harus lakukan karena tak mau memaksa Lusi kali ini.


Terlihat punggung Gery yang lantas pergi meninggalkan rumah Lusi saat itu.


Ada batin yang terasa perih dihati Lusi saat melihat Gery yang sudah pergi dan mungkin takkan kembali.


Saat melihat kepergian Gery saat itu, Lusi merasa perih didalam hatinya.


Perih.


Entah mengapa perasaa itu tiba-tiba muncul disaat Lusi dan Gery memutuskan benar akan berpisah.


Ada rasa yang sebenarnya Lusi ingin lakukan yakni mengejar Gery dan lantas memeluknya dari belakang, namun lagi-lagi Lusi sadar itu adalah keputusannya untuk pisah dan tak mungkin Lusi melakukn hal itu apalagi untuk kembali.


Disamping itu Lusi merasa jika Liana lebih berhak atas diri Gery di banding Lusi.


Lusi pun terduduk dan tanpa terasa air mata mengalir, Lusi bingung pada dirinya kenapa bisa menangisi Gery. Padahal itu memang keinginan Lusi meminta untuk mengakhiri hubungannya itu yakni perceraian yang memang itu sudah ada didalam hatinya.


Namun Lusi berkali-kali berusaha untuk tetap pada keputusannya yaitu bercerai karena semua demi Liana.


Lusi pun seketika menangis dan membiarkan Gery pergi begitu saja, ada batin yang sebenarnya tersiksa namun Lusi mengabaikan batinnya. Demi semuanya, demi semuanya yang Lusi rasa akan lebih sakit bila terus bersama.


Lusi tak pernah menyangka kurang dalam setahun dia mengalami penderitaan ini, terombang ambing dalam kesengsaraan batin. Di adu dalam sebuah nasib yang memang tak pernah tahu kemana akan berujung.


Cinta...


Cinta itu hanya sebuah kata tanpa makna. Nyatanya selama ini tak pernah ada cinta hanya sakit hati dari sekian banyak rasa.


Lusi hanya perlu mengubur kembali rasa cinta pada pria yang tak seharusnya dan menikmati kembali kesendirian tanpa perlu melibatkan pihak lain yang malah membuat dirinya terhanyut dalam derita.


Lusi pun menangis bersama kenangan indah namun sekaligus pahit.


Pernikaha express yakni tiga hari mengajarkan Lusi banyak hal, untuk bisa menerima dan ikhlas juga. Ikhlas mengorbankan rasa pada orang lain dan ikhlas menerima setiap keadaan yang ada.

__ADS_1


Lusi berharap dirinya kelak akan bahagia tanpa menjadi beban orang lain. Air mata yang terjatuh saat ini biarlah menjadi saksi bahwa Lusi tak pernah ada niat untuk mengambil siapa pun apalagi suami orang lain.


Lusi hanya berharap jika Gery dapat mencintai Liana seutuhnya. Dan hidup bahagia bersama Liana selamanya.


__ADS_2