
Dua insan yang saling pada titik kerinduan yang teramat dalam, penuh air mata saling mengungkapkan rasa. Seperti mimpi bagi Tanisa dan Gavino mampu bertemu. Air mata mengalir dan mereka saling berpelukan satu sama lain.
Namun tiba-tiba suara seorang pria memanggil nama Tanisa pun membuat semua kerinduan itu menjadi hal berbeda.
(Sebelumnya 15 menit yang lalu)
Saat Tanisa pergi bersama Leon, ya kepergian Tanisa untuk ke dokter kandungan membuat Deon ingin menyusulnya. Deon tak mau jika Tanisa pergi tanpa dirinya. Karena Deon tahu kalau Tanisa tak pernah pergi keluar Deon takut tiba-tiba Tanisa kabur. Karena hanyalah Tanisa yang Deon cintai yang mampu membuat dan hanya Tanisa satu-satu nya wanita yang mampu memberikan dan menuntaskan hasrat terpendamnya itu.
"Leon kamu dimana!!!! Mengapa kamu membawa pergi wanita ayahmu. Dasar anak kurang ajar" ucap Deon yang marah dengan suara yang keras ditelepon.
"Tadi aku sudah ijin dengan papa" jawab Leon ditelepon.
"Tapi aku belum mengiyakannya!!!! dimana kamu?" Tanya Deon kesal.
"Aku sedang menebus vitamin untuk Tanisa diapotek"kata Leon.
"Lalu Tanisa dimana?"
__ADS_1
"Dia ijin sebentar untuk membeli minuman"
"Sial kenapa kamu membiarkan dia pergi. Sekarang kamu di Rumah sakit mana?"
"Rumah sakit kembang kenangan"
"Aku akan menyusul mu"
"Tidak perlu dia baik baik saja denganku"
"Dia tidak boleh pergi tanpa papa. Papa tidak mau dia diam-diam kabur dari papa. Kalau sampai wanita murahan itu kabur itu salah mu Leon. Sial" ucap Deon sangat kesal itu ditelepon.
Sementara itu Deon pun langsung tancap gas dengan cepat, ia tidak mau membawa mobil tapi membawa motor Leon dengan kekuatan penuh. Leon tak mau mengambil pusing dengan kemacetan yang ada, Leon membawa motor dengan memotong jalan sehingga ia bisa sampai lebih cepat, Deon tidak mau jika Tanisa pergi tanpanya. Deon takut jika Tanisa kabur jika pergi tanpa dirinya.
Ya selama ini Deon memang lebih menggap Tanisa sebagai tawanan, ketimbang sebagai wanita yang ia cintai. Sebagai manusia yang lemah Tanisa lebih dianggap sebagai barang bagi Deon. Dan Deon tak ingin barang yang ia sukai lepas darinya dan pergi takan dan tak kembali. Deon tak mau Tanisa pergi.
15 menit kemudian Deon sampai, Deon memotong jalan dan membawa motor dengan kecepatan penuh sehingga mampu membawanya ke tempat yang ia tuju dengan waktu yang cepat dan singkat.
__ADS_1
Dari parkiran Deon pun berjalan dengan cepat dengan mata yang penuh amarah pada putranya yang sudah membawa wanita nya pergi.
Dan apa yang dikhawatirkan Deon benar adanya, Deon yang belum sampai. Deon yang baru berjalan beberapa meter itu melihat Tanisa yang berada ditaman berada dengan pria lain dan itu adalah Gavino.
Sontak yang ditakutkan itu benar terjadi orang yang paling ditakutkan yang merebut Tanisa adalah Gavino justru benar, Gavino sudah berada didepan nya dan dalam keadaan memeluk Tanisa dengan erat. Dan terlihat Tanisa yang menangis duduk dibawah dan didalam pelukan pria itu.
"Sialan brengske"
Tentu saja membuat Gavino semakin kesal dan amarahnya semakin meledak.
"TANISA!!!!" panggilan yang kuat Deon berikan pada wanita yang sedang dalam pelukan seorang lelaki itu.
Tentu Tanisa yang saat itu sedang meluapkan kerinduan sontak kaget dengan suara yang menyadarkan dirinya itu.
Tanisa pun menoleh dan Tanisa membulatkan matanya begitu kaget melihat Deon, Tanisa tak percaya jika dirinya melihat Deon. Bak tersambar petir disiang bolong melihat siapa yang datang kini. Tanisa pun kaget dan panik saat melihat Deon menatap dirinya dengan mata yang penuh amarah memandang dirinya apalagi saat dirinya berpelukan dengan pria yang bernama Gavino. Ya, Gavino pria yang paling ia cintai.
"Mas Deon" ucap Tanisa.
__ADS_1
Kenapa dia bisa disini, kenapa dia bisa disini. Batin Tanisa takut.
Lalu dengan langkah kaki yang kasar dan penuh amarah Deon menghampiri Tanisa yang saat itu sedang bersama Gavino.