
Lusi sengaja berpura pura menjadi buruk didepan Hilman. Maksudnya adalah membuat Hilman takut. Namun sepertinya tetap saja Lusi mendapat hantaman keras tentang sesuatu yang membuat nya kaget dan kalang kabut.
"Baru saja saya akan membunuh bapak..bapak sudah membunuh saya duluan" kata Lusi yang akhirnya memutuskan pulang.
Kunci mobil yang sudah ada digenggaman itu langsung Lusi bawa keluar.
Lusi pun membawa mobil Hilman yang terparkir didepan villa bernuansa klasik itu, Lusi membawa mobil dengan kecepatan penuh tanpa peduli aral melintang dihadapannya kini.
Putrinya sakit, tapi kenapa bisa bisanya Lusi malah mempermainkan pria tua itu untuk maksud membunuhnya.
Kamu sudah benar-benar gila Lusi batinnya mengatakan hal itu.
Putri ku sakit dan aku baru saja membalas dendam ku tanpa peduli anakku,, dimana otak kamu Lusi.. kamu bahkan melupakan hal yang seharusnya kamu ingat. Dasar kamu bodoh Lusi bisa bisanya kamu mengancam pria tua itu, yang bahkan dirinya sudah membuat ancaman lebih gila. Dasar pria tua tidak tahu diri!!!!! Dan aku membenci pada diriku sendiri. Harusnya tidak ada makan malam itu harusnya tak ku datangi makan malam itu, mau seperti apapun itu alasannya tak ada. Tapi kenapa aku datangi pria tua bodoh itu... Batin Lusi kesal sambil membawa mobil melesat dengan cepat menyusuri jalan yang mungkin akan sampai di pukul 10.00 pagi.
Lusi pulang sendiri tanpa Hilman, Lusi membawa mobil sendiri walaupun sebenernya Lusi takut membawa mobil tapi Lusi tetap membawanya sampai ke tempat tujuan yakni kerumah sakit bunda.
Lusi pun menatap jalan dengan harap-harap cemas namun hal yang tak terduga ternyata adalah Hilman mengikuti Lusi dari belakang. Hilman punya tiga mobil di villa itu, entah punya berpaa banyak mobil Lusi tak tahu. Tapi mobil yang seharusnya suatu barang mewah seperti barang yang biasa bagi Hilman.
Lusi tetap melaju kencang dengan mobil yang ia bawa.
Sementara Hilman mengikuti Lusi dari belakang. Lusi yang memang jarang membawa mobil tapi sekalinya bawa lansung kecepatan penuh itu pun lantas nyaris menabrak warung dipinggir jalan dan ia pun langsung membanting stir. Mobil tampak oleng karena saking kencangnya tapi kembali berhasil ke jalan yang benar. Bersyukur hati Lusi saat itu. Padahal jika saja Lusi oleng dan keluar jalur Lusi bisa saja jatuh ke jurang.
Lusi saat itu berlaku seperti seorang dewa yang mungkin saja punya nyawa 9 dalam hidup.
Lusi hampir tak takut mati, walau kenyataan hidupnya nyaris membuat dirinya mati.
Hilman pun menatap Lusi yang menyusul dari arah belakang melihat mobil Lusi yang tampak kencang, namun membawa mobil seperti orang yang sedang kesurupan.
"Hampir dia mati dasar wanita gila, bagaimana kalau dia masuk ke jurang" kata Hilman yang mengikuti Lusi dari belakang.
__ADS_1
"Beruntung dia tidak mati, dasar wanita edan" ucap hilman yang masih berpikiran bahwa Lusi memiliki perilaku Sekz yang menyimpang.
Dan kini tampak mengaitkan pada diri Lusi yang membawa mobil seperti orang yang kesetanan.
Lusi pun akhirnya sedikit menurunkan kecepatan saat ia sadar bahwa dirinya bisa saja mati dan itu malah tak sampai bertemu anaknya
Akhirnya setelah perjalanan panjang yang berliku menyusuri jalan yang panjang dan berkelok. Menuruni setiap jalan yang naik dan turun, pada akhirnya Lusi pun sampai di rumah sakit bunda yang dimaksud oleh Ibunya saat melalui pesan masuk.
Sesampainya dirumah sakit, Lusi pun mencari kamar inap dimana Yasmin dirawat.
Lusi berlari dengan cepat menghampiri Yasmin yang saat itu dirumah sakit.
Tapi sayang..
Sebelum Lusi bertemu Yasmin Lusi bertemu ibu dulu, namun ibu dengan tatapan lain melihat ke arah Lusi.
Apalagi kalau bukan tatapan marah dan benci pada Lusi.
Lusi pun seketika mematung melihat aura marah sang ibu, yang membuat ibu menatap Lusi penuh kebencian.
"Bu Lusi bisa jelaskan" kata Lusi menenangkan ibunya.
"Bu bagaimana dengan keadaan Yasmin" kata Lusi yang tampak memejamkan mata nya terlihat sedih.
"Tidak usah kamu peduli padanya" ucap ibu yang terlihat marah pada Lusi.
Ibu pun tampak mendekati Lusi dengan tatapan mata memicing teramat kesal pada Lusi yang dianggap sudah diluar batas.
"Ibu memang sudah melarang kamu untuk pulang malam tapi bukan berati kamu pulang pagi seperti ini" kata ibu kepada Lusi.
__ADS_1
"Bu Lusi bisa jelaskan semua kepada ibu" ungkap Lusi.
"Ibu sudah bilang pada mu berulang kali untuk menjaga kehormatan kamu sebagai perempuan terlebih lagi kamu seorang janda tak ada sedikit pun ucapan yang kamu dengar Lusi dari mulut ibu mu ini, tidak ada!!!! Kecewa ibu sangat kecewa pada anak yang ibu anggap baik, tapi lebih hina dari apa yang ibu duga" kata sang ibu dengan tatapan kesal.
Seketika Lusi pun menarik napas panjangnya, Lusi tak pernah lihat ibunya marah sampai seperti ini. Lusi tahu betul bagaimana sifat ibunya yang tak pernah marah padanya, Lusi pun seketika mematung dan merasa semua serasa sulit Lusi pun duduk dan terlihat frustasi.
Ibu nya pun ke arah Lusi lebih dekat dengan tatapan nanar dan penuh kebencian.
"Lusi lihat ini!!! Ibu sudah mendapatkan Poto mu yang telah tidur dengan pria tua itu" ungkap sang ibu memberikan sebuah handphone miliknya dan memberikan kepada Lusi.
Lusi pun mengambil handphone milik ibunya, dan melihat sebuah foto yang memang menampilkan Lusi dan Pak Hilman tanpa pakaian terlihat Hilman yang memeluk Lusi dan mencium bibir Lusi. Ada beberapa pose foto yang menampilkan memang seolah Lusi bermain cinta.
"Bu Lusi bisa jelaskan semua ini cuma jebakan" kata Lusi menjelaskan.
"Hebat kamu, sudha buta kamu sekarang!!! Hanya karena uang kamu menyerahkan tubuh mu" kata sang ibu.
Ibu pun menatap Lusi dengan tatapan penuh kebencian pada anak perempuannya sendiri.
"Ibu pernah katakan pada mu, jangan pulang malam. Sekarang ibu kecewa yang ternyata kamu sudah berbuat hina, kamu berbuat zina Lusi paham lah itu dosa!!!!!" Teriak ibu yang terlihat marah penuh rasa emosi. Dan teriakan ibu mampu melihat orang lain di rumah sakit diruang tunggu kamar itu melihat kearahnya.
"Lusi bisa jelaskan semua Bu" kata Lusi yang memegang tangan ibunya, tapi ibu tampak menarik tangannya seolah tak mau jika Lusi memegang tangan ibunya.
"Foto ini sudah cukup jelas dengan semua yang terjadi, ibu tak percaya dirimu benar-benar murah Lusi" ibu pun langsung pergi dari hadapan anaknya.
Ucapan ibu yang mengatakan diri Lusi murah sungguh sampai ke relung hati Lusi terdalam.
Ibu pun pergi meninggalkan Lusi sendiri, Lusi pun seketika ingin menangis tapi ia menahannya.
Lusi pung langsung menghapus air mata yang tampak ingin terjatuh dan melangkahkan kaki melihat Yasmin yang tertidur didalam ruang inapnya. Perasaan sedih kini menyelimuti hati Lusi yang paling dalam.
__ADS_1
Lusi peluk sang anak yang ada diruang rawat inap itu.