
Lalu pada saat itu Gery pun mendatangi rumah Lusi, Lusi pun terlihat sibuk merapihkan pekarangan rumahnya yang saat itu memang berantakan karena ulah dari seorang pria bernama Demian. Lusi pun tidak bisa berbuat banyak dengan apa yang dilakukan Demian karena Demian memiliki kekuatan sedangkan Lusi cuma apa?
Lalu tak lama terlihat Gery yang datang pada saat itu.
Gery sebenernya sempat kaget melihat Lusi yang terlihat sibuk dengan kegiatan didepan rumahnya. Yaitu merapihkan pekarang rumahnya seperti tukang kebun.
Namun Gery mengabaikan pertanyaan lebih fokus pada wajah Lusi yang tampak cantik dan bercahaya bak sinar mentari. Lalu Gery pun memberikan sesuatu untuk Lusi.
"Nih" ucap Gery memberikan sebuah plastik ditangannya.
"Apa ini?" Tanya Lusi.
"Lihat saja sendiri" timpal Gery.
Lusi pun membuka plastik yang berada ditangannya. Dan melihat susu hamil, makanan dan mainan untuk Fabio. Lusi pun terkejut dengan pemberian yang diberikan oleh Gery.
"Maksudnya apa ini" kata Lusi mengerinyitkan keningnya.
"Cuma manusia aneh yang dikasih sesuatu bukannya terimakasih malah pasang muka murka" kata Gery.
"Oke jadi maunya bagaimana?" Tanya Lusi.
"Kamu terima"
"Baiklah aku terima, dan terimakasih. Sekarang kamu boleh pulang" ungkap Lusi.
"Kamu gak suruh aku masuk"
"Mau ngapain?"
__ADS_1
"Ngopi"
"Maaf ini bukan warung kopi, kalau emang cuma mau kopi mending jalan kedepan dulu nanti belok kiri ada tukang ojeg masuk dikit nah disitu warung kopi" kata Lusi dengan memasang wajah ketusnya.
"Aku ini tamu loh"
"Sedangkan aku tidak terima tamu"
"Dasar cewek !!!"
Lusi pun hanya diam saat Gery mengatakan bahwa dirinya pelit.
"Lusi" panggil Gery.
"Ya"
"Aku sudah bercerai dengan Liana?"
"Itu artinya?"
"Apa"
"Aku duda dan kamu janda. Apakah tidak ada sedikit saja ruang dihatimu untuk ku, bagaimana kalau kita menikah. Aku mencintai mu" kata Gery.
"Jangan bicara soal perasaan pada ku, aku tidak mencintai mu" ucap Lusi yang sedang memegang sapu lidi dan sambil menyapu halaman rumahnya itu.
"Lusi aku ini serius pada mu"
"Lebih baik kamu pergi sebelum semua orang yang melihat kita malah menjadi fitnah" kata Lusi yang saat itu ada tetangga yang memperhatikan Lusi yang mengobrol dengan Gery.
__ADS_1
Lalu benar saja sebuah mobil berhenti di depan kediaman rumah Lusi dan yang turun adalah Liana. Liana yang memang mengikuti dari tadi kemana Gery pergi akhirnya menemukan sebuah kejelasan yang membuatnya kesal. Bahwa suaminya sedang menemui wanita yang memang Liana tahu bahwa dia adalah seorang janda.
Liana pun turun dari mobil dan berjalan cepat dengan emosi yang menggebu lalu menghampiri Lusi dan Gery saat itu, tanpa memberikan salam dan memberikan pesan langsung menuduh Lusi yang bukan-bukan.
"Oh ini kelakuan kamu ya dan wanita ini!!!" kata Liana menatap tajam pada Gery dan Lusi bergantian.
"Hebat ya kamu Lusi jangan mentang-mentang sekarang kamu janda dengan mudahnya kamu merayu dan menggoda suamiku" tambah Liana dengan nada emosi.
"Liana! Kamu sudah lama tidak menemuiki bahkan saat sepupu mu meninggal kamu tidak datang, hingga saat kamu bertemu dengan ku lagi kamu bilang aku menggoda suami kamu tidak ada dalam kamusku menggoda suami orang Liana" ucap Lusi menjelaskan.
"Lalu buktinya ini apa? Suami ku datang menemui mu kan. Oh kamu mau cari mangsa ya, pantas Gery gugat cerai aku. Kamu rupanya yang hadir dalam rumah tangga ku hah!!!" Kata Liana dengan nada kesal.
"Liana jaga ucapan mu!!!" Kata Lusi tidak terima.
"Heeeiii Lusi kamu perempuan aku pun perempuan tak seharusnya kamu seperti ini!!!!!! Menyakiti hati perempuan dengan merebut suami orang!" Teriak Liana yang ternyata berhasil membuat tetangga sekitar menengok ke arah Lusi. Dan memandang Lusi yang menjadi dianggap sebagai perusak rumah tangga.
Lusi pun langsung membuang wajahnya dan tidak meladeni sama sekali Liana. Karena Lusi merasa karena ucapan Liana mampu membuat Lusi kehilangan image baiknya.
"Liana, Lusi tidak pernah seperti itu, justru kamu yang selingkuh" kata Gery.
"Kamu yang selingkuh" sanggah Liana.
"Lebih baik bawalah istrimu dan kamu pun pergi" kata Lusi tegas.
"Aku tidak mau" kata Gery.
Lalu dengan cepat Liana tampak ingin menjambak rambut Lusi. Gery pun menahan tangan Liana.
"Sekarang bawa istrimu aku tidak mau melihat mu atau pun Liana" Lusi memang melihat orang yang sedang memandang Lusi dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Lusi pun hanya menelan salivanya dalam-dalam, karena setelah ini Lusi pasti akan dianggap tidak baik oleh semua orang yang melihat nya saat ini.
Terlebih gosip yang mungkin akan beredar setelah ini.