Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Semua Seolah Terbalik


__ADS_3

Renata pun tampak sangat kesal dan murka. Disaat dia tahu dua orang wanita yang ia cintai telah disakiti oleh satu orang pria yang sama. Dengan cepat pula Renata menampar pipi Gery dengan penuh kekesalan dan emosi jiwa dan raga.


Plak..


plak..


Dua tamparan itu ia layangkan kepada seorang pria yang baru Renata kenal itu.


Gery pun tampak memegangi pipinya yang ditampar Renata. Gery pun tak bicara, perasaan diselimuti rasa tak percaya.


"Beraninya kamu membuat saya kehilangan cucu saya. Dan berani juga kamu membuat ponakan saya hamil!!!!!" Ucap Renata emosi yang tak mampu ia bendung. Ia mengungkapkan dua hal kekesalan sekaligus. Matanya begitu memandang tajam dengan penuh emosi yang menggebu.


Gery pun tampak terdiam. Sambil sedikit menyesali. Namun yang ia sesali bukan kehamilan Liana. Tapi Lusi yang kini telah kehilangan bayinya dalam perut. Karena ulah Gery. Kemungkinan terbesar kini Lusi sangat membenci Gery sebenci bencinya.


"Kamu harus bertanggung jawab terhadap bayi yang dikandung oleh ponakan saya" tegas Renata kesal.


"Saya lebih baik mati ketimbang menikahi wanita murahan seperti dia" tegas Gery.


"Kamu gila, ponakan saya hamil karena kamu. Tanggung jawab atau kamu akan menyesal" ucap Renata dengan penuh kekesalan.


"Aku tidak peduli. Siapa suruh wanita ini membawa aku ke kamar hotel" jawab Gery santai.


"Apa kamu bilang? Tapi ini anak kamu" sahut Liana yang tampak kesal. Kali ini Liana membuka suara.


Sejenak Gery pun tampak berfikir.


"Saya akan bertanggung jawab. Tapi dengan syarat" ucap Gery tampak sambil tersenyum menyeringai. Sambil menatap wajah Lusi.


"Apa??"tanya Renata.


"Lusi harus memohon dan bersimpuh dikaki saya" ucap Gery.

__ADS_1


"Orang gila!!! Gak mungkin Lusi lakukan itu. Tidak ada sama sekali hubungan dia dengan mu" ucap Renata kesal


"Kalau begitu. aku gak mau tanggung jawab, cari pria lain yang mau lakukan itu" ucap Gery lagi.


Tiba-tiba Liana mendekati Lusi dan dengan memegang tubuhnya penuh pengharapan.


"Aku mohon kamu lakukan itu untuk aku" pinta Liana.


Lusi pun tampak tak mau sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku mohon. Kamu memohon pada Gery untuk menikahi ku"ucap Liana seraya memohon.


"Itu gak mungkin ini gada hubungan sama sekali sama aku. Kenapa harus aku yang memohon dan meminta pada dia" tolak Lusi.


Liana pun tampak kecewa.


"Aku saja yang memohon pada mu untuk kamu nikahi Gery" ucap Renata.


"Gery kamu keterlaluan" ucap Lusi kesal.


"Dan satu lagi jika aku menikah dengan Liana. harus dipastikan aku terbebas dari tuntunan jangan tuntut aku apapun. Atas keguguran Lusi. Atau apa yang Rian alami kini" tegas Gery.


Lusi pun tampak sangat geram, dengan apa yang gery katakan. Namun masih dalam mode diam. Seharusnya Gery lah yang memohon pada Lusi atas kesalahan dirinya. Namun kini tampak terbalik Lusi lah yang memohon padanya.


"Kok kamu diam. Memohon lah di kaki ku. Ah kalau tidak mau terserah saja . Hahaha" tawa Gery.


Lusi pun tampak tak percaya dengan apa yang dikatakan Gery seolah kehamilan Liana senjata untuk dirinya agar lepas dari tanggung jawab. Atas apa yang sudah diperbuat Gery pada dirinya kini.


Lalu dengan cepat Renata menarik Lusi, dan berbisik dengan kata-kata yang memaksa. Dan meminta pada Lusi untuk menyelesaikan semuanya.


"Lusi aku mohon kamu lakukan. Mama hanya kasihan pada Liana dia hamil sayang" pinta Renata sambil menatap Lusi tajam.

__ADS_1


"Ma kenapa harus Lusi yang memohon"ucap Lusi tak mau.


"Mama mohon sama kamu ya nak" pinta Renata memegang tangan Lusi.


"Tapi Ma...." Ucap Lusi dengan nada lirih.


"Mama mohon!"


Lusi pun tampak menangis dalam hati. Dia hanya bisa terdiam. Kenapa semua seolah terbalik.


"Tapi Lusi korbannya ma. Dia yang sudah membuat Lusi seperti ini. Lusi lah yang kehilangan anak dalam perut Lusi" Lusi tampak sedih.


"Lusi mama mohon" ucap sang mama.


Tiba-tiba terdengar lagi suara Gery.


"Bagaimana Lusi bersimpuh lah dikaki saya" sahut Gery tidak sabar.


"Tidak mau! kamu pergi jangan ganggu hidup saya lagi" seru Lusi.


"Lusi aku mohon kamu turuti saja dulu" pinta Liana dengan harap.


"Maaf aku tidak bisa Liana" ucap Lusi.


Ya. Saat ini Lusi masih belum bisa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Mengingat Gery lah yang sudah jahat pada dirinya. Namun mengapa harus dia yang bersimpuh meminta.


"Pergi... Pergi... Pergi...." Teriak Lusi.


Gery pun pergi setelah ucapan dan teriakan Lusi untuk meminta Gery pergi.


Liana pun tampak ikut pergi dia setelah ia merasa kecewa. Karena Lusi tak mau melakukan apa yang Gery pinta.

__ADS_1


Lusi tidak mau melakukan hal itu Lusi merasa harga dirinya terobrak abrik jika ia memohon dikaki Gery. Mengingat Gery lah yang sudah jahat pada dirinya.


__ADS_2