Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Air mata


__ADS_3

Hikss... Hiks.. hikss..


Suara tangisan terdengar mana kala Tanisa habis dipukuli oleh pria yang bermana Leon. Ya dia adalah anak dari kekasihnya sendiri yaitu Deon.


Leonardo Deon Putra.


Anggap saja kita panggil dengan sebutan Leon atau Leo. (Note: boleh panggil Leo atau Leon)


Wajah Tanisa tampak luka dan lebam sehabis dipukuli oleh pria yang masih terbilang muda itu. Yang telah sadis melukai wajah Tanisa yang tampak putih namun terlihat pucat itu. Meninggalkan luka dan memar yang begitu mendalam. Bukan cuma diwajah namun juga hati yang memang sudah hancur sebelum dirinya datang. Dan kini tampak semakin hancur lagi. Ya, kehidupan Tanisa memang seperti sampah yang tak berguna bagi siapa saja yang mau melukai hati dan dirinya seolah terbuka lebar. Tapi mereka pun harus sadar Tanisa hanyalah manusia biasa yang tetap menangis disaat hancur dan tersakiti.


Itulah kesakitan Tanisa yang tak pernah mereka tahu dan tanpa pedulikan rasa nya menjadi orang yang terbuang .


Tanisa tampak menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis dan tergeletak dilantai. Wajahnya tampak terluka dan berdarah.


Ia tak menyangka jika akan terjadi hal ini pada dirinya.


Deon pun tampak mendekati Tanisa yang tampak menangis dan kesakitan itu.


Tanisa tampak menangis tersedu sedu.


*Flash back*


Sebelum itu terjadi.

__ADS_1


Leon masih tampak tak tahu, apakah benar papanya selingkuh atau hanya gosip yang menerpa. Namun seseorang mengirimkan sebuah foto yang memperlihatkan keberadaan Deon yang sedang berdua dibandara dengan wanita lain. Dan itu adalah bodyguard dari Deon yang memberikan infonya. Lalu dengan cepat Leon pun pergi ke Bali. Ia pun tahu tentang info papanya yang sedang berada disana dari bodyguard nya sendiri. Leon juga tak hanya dapat info secara cuma-cuma namun Leon juga membayar untuk ucapan terimakasih atas info tersebut.


Dan Leom pun tahu jika papanya punya apartament di Bali karena Leon pernah tinggal disana beberapa bulan. Saat dirinya masih dibangku SMA.


Dan benar saja, sesampainya disana ia bertemu dengan seorang wanita cantik dan masih muda didalam apartemen yang keluarga mereka miliki itu.


Lalu dengan cepat Leon pun murka dengan semuanya. Ia langsung mengambil asumsi bahwa itu adalah benar selingkuhan dari papanya.


Dan itu memang benar..


*Flashback off*


Air mata Tanisa masih ada dan belum berhenti mana kala bukan hanya kesakitan di tubuh namun juga dibatin.


Deon pun menatap Leon dengan sangat marah. Namun ia tak mau memperpanjang masalah. Dia meminta untuk putranya keluar sebentar.


Kini hanya ada Deon dan Tanisa. Didalam kamar apartemen itu.


"Tanisa" ucap Deon memegang tubuh Tanisa dan membantunya untuk duduk. Karena posisi Tanisa sebelumnya sedang dalam posisi meringkuk sambil menutup wajahnya.


Tanisa pun duduk sambil menangis. Air matanya jatuh dan wajahnya tampak merah serta membiru karena pukulan. Tampak pelipis mata kira Tanisa membiru. Dibagian samping bibirnya.


"Biar aku obati luka mu" ucap Deon memegang wajah Tanisa.

__ADS_1


Tanisa masih tak menanggapi ia masih saja terus menangis.


Lalu Deon pun mengambil p3k untuk mengobati luka Tanisa.


"Wajah mu tampak memar, biar aku obati dulu sayang" ucap Deon perhatian.


Lalu Deon pun mengambil kapas, betadine dan alkohol untu mengobati luka Tanisa.


Luka Tanisa diwajah dibersihkan dan diberikan betadine.


Hal pertama itu lah yang memang Deon lakukan. Lalu Deon pun berjalan dan memberikan air putih pada Tanisa. Untuk menenangkan dirinya yang sedang shock itu.


"Aku minta maaf atas ulah putra ku. Dia memang sangat keterluan" ucap Deon menghela napas nya dengan berat.


"Itu sebabnya aku tidak ingin kamu untuk bertemu dia. Karena kamu lihat dia begitu nekat. Aku hanya tak ingin kamu dibunuh olehnya" ucap Deon masih memandang Tanisa yang sedang tertunduk sambil menangis.


"Tanisa?" Ucap Deon dengan napas yang berat.


"Sekarang Leon tahu, kalau kita punya hubungan spesial, terlebih lagi kamu hamil. Itu artinya, semua tak ada yang bisa kita tutupi lagi. Semua sudah terbongkar. Semua sudah tak mungkin lagi kita jalani secara diam-diam" jelas Deon.


Tanisa pun masih dalam mode diam.


"Tanisa besok kita kembali ke Jakarta. Aku akan bilang kalau aku akan bertanggung jawab atas kamu yang sedang hamil dan aku akan segera menikahi mu" ucap Deon pada Tanisa.

__ADS_1


Tanisa pun tampak terdiam dan membeku. Ia tidak tahu harus apa dan bisa apa dengan keputusan Deon yang akan segera menikahinya. Tanisa seperti dan serasa sakit jika mendengar kata pernikahan dirinya dengan Deon. Mengingat Tanisa yang sebenarnya tidak lah mencintai.


__ADS_2