Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Pernikahan Juna dan Marisa


__ADS_3

Sementara itu....


Hari ini adalah hari pernikahan antara Juna dan Marisa.


Tentu saja membuat hati Juna berdebar mana kala ia akan menikahi pujaan hatinya. Wanita cantik, yang tampak begitu mengesankan. Begitu sangat Juna cintai.


Sebelum ia siap pada pernikahannya Juna tampak sudah menghafal ijab Qabul yang akan ia baca didepan penghulu. Rasanya seperti tidak sabar namun juga deg degan. Ah bisa bisa Juna gemetar begini.


Lalu Juna pun menaiki mobil pengantin berangkat dari rumahnya. Menyusuri jalan.


Selama diperjalan Juna tampak keringat dingin. Tangannya tampak berkeringat dan tegang. Napasnya tampak terengah-engah. Ia tampak tak santai.


Sesampainya disana, ya ditempat dilangsungkannya akad nikah Juna sampai. Tangan Juna masih tampak berkeringat dadanya berdegup kencang. Tak lama seorang penghulu datang. Dan semakin membuat hati Juna deg degan tak karuan.


Seluruh para undangan pun tampak datang berdatangan, untuk menyaksikan pernikahan antara Juna dan Marisa. Termasuk Lusi dan Rian.


Lusi pun tampak kaget saat melihat Gery. Lusi tak menyangka jika Gery sudah pulang dari Singapura.


Lusi pun yang melihat Gery sontak saja takut jika Gery mengacak-acak pernikahan adiknya sendiri.


"Kenapa kamu disini?" Ucap Lusi tampak heran.


"Hal paling bodoh yang pernah aku dengar adalah kata-kata mu. Mengapa aku bisa hadir dipernikahan adikku sendiri. Helo Lusi kamu bodoh atau apa? Mana mungkin aku tidak hadir pada pernikahan adikku sendiri" ungkap Gery.


Lusi pun tampak terdiam dengan sorot mata yang sinis.


"Kenapa kamu takut pernikahan adikku sendiri, kamu takut aku acak-acak. Kamu mau pastiin Securiti disini ada untuk jaga keamanan disini. Iya" tutur Gery.


"Kenapa enggak, jika memang harus begitu kenapa nggak. Aku akan memastikan Securiti akan bawa kamu pergi dari pesta ini" ungkap Lusi suudzan.


"Wanita paling bodoh yang aku temui adalah kamu. Hey.. Aku tak akan pernah sampai hati mengacak acak pernikahan adikku sendiri. Paham?" Jelas Gery.


"Oh baguslah" ungkap Lusi. Lusi pun bernapas lega dengan apa yang dikatakan Gery. "Itu tandanya kamu sudah dapat hidayah"


Gery pun hanya tampak senyum-senyum saja. "Emang kamu pikir aku apa dapat hidayah"


"Kena azab aja deh sekalian" ucap Lusi.


"Ini wanita paling sok suci. Masa doain orang dapat azab seperti tidak punya dosa aja dalam hidup. Belagu" sindir Gery kesal pada Lusi.


"Sorry deh. Suka khilaf doain orang suka bener. Oia satu hal lagi" ungkap Lusi.


"Apa?"


"Liana? Kapan kamu akan menikahi Liana" jelas Lusi.


"Yang mau menikah itu aku dan kenapa kamu yang repot"

__ADS_1


"Bukan gitu, kamu tahu. Liana sudah hamil kamu mau nunggu kapan. Anak orang kamu gantung terus seperti jemuran"


"Lusi yang cantiknya atas bawah. Kamu tahu, aku bukan buronan yang akan kabur. Aku akan nikahi dia"


"Kapan?"


"Setelah Marisa menikah. Ya aku akan pikirkan ini. Pertanyaan aku adalah kamu. Kamu udah siap belom balikin uang yang dua ratus juta itu"


Eh.. sial... Uangnya belom ada lagi Batin Lusi.


"Iya siap" ungkap Lusi berbohong. Padahal Lusi belum ada uang segitu.


"Bagus. Satu lagi, udah siap belum jadi WO" tanya Gery.


"Iya siap" jawab Lusi.


"Besok aku akan datang kerumah mu membahas pernikahan itu"


"Okehh"


Hemz... Aduh duit 200 juta itu masih kurang lagi. Ya biarin itu mah gampang. Yang paling penting Gery mau menikahi Liana dulu. Batin Lusi.


Lusi.. Lusi sungguh menggemaskan kamu. Rasanya ingin sekali aku menggigit kamu batin Gery tampak melihat Lusi.


Taklama setelah itu tampak penghulu datang. Sebelum ijab memang Marisa di belakang dulu. Setelah ijab selesai barulah Marisa keluar dari persembunyiannya.


"Saya siap"


"Saya nikahkan engkau Juna Herlambang bin Adam Herlambang dengan anak saya Marisa dengan maskawin tersebut tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Marisa bin David dengan maskawin tersebut tunai"


"Saahhh..."


Semua orang pun tampak menyaksikan ijab itu dan kata sah membuat semuanya senang.


"Alhamdulillah"


Semuanya pun bahagia saat mendengar kata sah.


Barulah setelah itu Marisa dikeluarkan dan Juna tampak tersenyum bahagia pada wanita yang kini menjadi miliknya seutuhnya. Tampak Juna tersenyum malu-malu. Begitu pun Marisa yang juga tampak tersenyum malu-malu.


"Selamat sekarang kalian sudah sah" ucap pak penghulu.


Lalu Juna pun memberikan tangan nya. Marisa pun tampak salim. Dan Juna pun mencium kening istirinya dengan penuh kelembutan dibagian keningnya.


Kedua insan ini pun tampak bersatu. Dalam ikatan pernikahan yang sah dan halal menurut agama dan hukum. Kedua insan manusia ini pun tampak menaburkan senyum bahagia pada semua orang. Semua orang pun ikut menyaksikan kebahagiaan mereka. Mereka terikat dalam ikatan suci dan berharap hanya maut yang memisahkan mereka.

__ADS_1


Sementara itu terlihat Gavino yang datang ke acara pernikahan Marisa tampak sendiri.


Namun bukan perasaan cemburu dan bukan perasaan kesal. Tapi perasaan sedih dan baper. Pasalnya disaat Gavino melihat Juna dan Marisa berada di pelaminan dalam kebahagiaan. Dia sedang merasa kesedihan. Kapan ia juga akan merasakan hal serupa seperti apa yang mereka rasakan. Sedangkan hatinya saja saat ini sedang galau. Mengingat semua yang ia alami saat ini bukan cinta. Tapi kehilangan cintanya. Ia pun tampak sedih.


Lalu...


Tampak Lusi dan Rian yang memberikan ucapan selamat kepada dua insan itu


"Selamat bro sudah menikah. Jaga dia selamanya. Dia sahabat terbaik gua" ucap Rian.


"Gua lebih baik dari lu soal jaga menjaga. Ada juga elu yang harusnya menjaga istri lu" jawab Juna.


"Hem.. oke. Santai siap. Jangan lupa tar malam"


"Apa?"


"Malam pertama"


"Gak usah dijelasin gua udah tahu"


"Hahahah. Oke keliatan kok lu udah gak sabar"


Lalu kini bergantian Lusi yang memberikan selamat Lusi pun tersenyum melihat Juna dan yang sudah menikah.


"Gini Jun nikah. Selamat ya akhirnya kalian sudah menikah. Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah. Selamat sekali lagi" ucap Lusi kepada Juna dan Lusi.


"Iya terimakasih" jawab keduanya.


Lalu tak lama Lisa datang. Ya Lisa adalah adik dari Lusi. Dan sahabatnya Juna.


"Selamat jun" ungkap Lisa.


"Iya makasih"


"Bisa juga lu dapat cewek" sindir Lisa.


"Ya bisalah. Lu kapan nyusul" tutur Juna.


"Doain aja ya" jawab Lisa.


Setelah itu.


Juna pun tampak berbisik pada Marisa.


"Siap-siap untuk tar malam ya"


Marisa pun tampak melihat Juna.

__ADS_1


__ADS_2