Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Kehilangan karismatik


__ADS_3

Setelah itu Rian mengambil keputusan yang menurut nya antara bodoh dan benar seolah menjadi satu.


Bodohnya adalah sudah jelas Rian tahu bahwa Gery saat ini menyukai istrinya buat apa ia menerima. Apakah tidak akan berpengaruh pada kehidupan nya setelah ini. Terlebih lagi, Gery pernah berbuat kurang ajar pada Lusi. Dan itu sungguh keterlaluan sebenarnya.


Tapi selain itu, Rian tampak tak mau jika anak istrinya dan mama kandungnya tak makan. Dan Rian pun sudah berjanji kepada ayahnya Lusi bahwa Rian akan membahagiakan Lusi dengan menafkahi lahir dan batin. Jika Rian menolak pekerjaan itu sama saja Rian tidak bisa menepati janji dirinya. Dan apa yang Rian alami saat ini sungguh membuatnya pusing.


Rian pun hanya menarik rambutnya kasar dengan perasan kesal. Mengapa bisa Rian terjebak dalam situasi sulit seperti ini.


Tiba-tiba ada pesan singkat masuk ke dalam handphone Rian. Dan itu ternyata dari istirnya yaitu Lusi.


(Sayang pulang kerja nanti, kalau kamu sudah ada uang. Segera belikan susu formula untuk Fabio ya, karena susu Fabio habis dirumah -Lusi)


Kenapa bisa-bisanya Lusi memberikan pesan singkat seperti ini disaat Rian sedang pusing seperti, Rian pun meraup wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


(Ya sayang aku akan mengusahakan membelikannya untuk Fabio -Rian)


Rian rasanya seperti kesal sekali dengan apa yang menimpanya kali ini. Sementara saat ini uang yang Rian miliki telah habis, bahkan untuk pulang ke rumah Lusi tidak memiliki ongkos untuk pulang. Rian pun tampak sedih karena ia tidak mampu menyanggupi permintaan istrinya untuk memenuhi kebutuhan putranya membeli susu.


Lusi maafkan aku kamu pasti akan sedih saat aku pulang nanti ternyata aku tidak membawa susu formula yang kamu mau untuk Fabio, batin Rian.


Lalu setelah itu Rian pun pulang dengan berjalan kaki, dari tempat ia melamar pekerjaan menuju rumah. Perjalan cukup lumayan jauh yakni 10 km. Dan Rian harus menempuh perjalanan yang terbilang jauh itu. Rian berjalan karena Rian sudah kehabisan ongkos untuk pulang ke rumah.


Tubuhnya tampak lelah dan keringat ada dimana-mana. Rian tidak menyangka bahwa dirinya akan menemui hidup yang sepahit ini dan melelahkan seperti ini.


Tiba-tiba saat ditengah perjalanan Rian tak sengaja bertemu dengan seseorang.


Tin... Tin... Tin... Suara klakson mobil yang sangat terdengar keras. Rian pun tampak menengok pada mobil keren dan mewah yang berhenti disampingnya itu. Rian pun kaget dan langsung menengok.

__ADS_1


Lalu pemilik mobil itu pun membuka kaca mobilnya, saat Rian melihat ternyata itu adalah Gery. Bisa-bisanya Rian bertemu Gery disaat dirinya sedang masa sulit seperti ini.


"Rian, ayo ikut bersama ku, aku akan mengantar mu pulang" ucap Gery menawarkan.


"Maaf, tidak usah saya pulang sendiri" tolak Rian yang tampak lelah dan berkeringat sebenernya saat itu. Penolakan nya memang sebuah gengsi.


Lalu Gery pun keluar dari mobilnya, dan menghampiri Rian yang menolak untuk diantar pulang oleh dirinya.


"Sudah lah ikut dengan ku. Kamu tidak perlu sungkan" ucap Gery dan menarik nya kedalam mobil.


"Lihat dirimu begitu lelah, tidak usah menolak aku akan mengantar mu pulang ke rumah. Katakan rumah mu dimana aku akan mengantar sampai ke rumah" ucap Gery yang tampak baik atau pura-pura baik memberikan tawaran itu pada Rian.


"Lihat tubuh mu terlihat lelah dan berkeringat itu. Bagaimana mungkin aku membiarkan kamu seperti ini" ungkap Gery lagi.

__ADS_1


Ya Rian begitu terlihat lemah dan kehilangan jati dirinya saat bertemu Gery. Rian seolah kehilangan karismatiknya saat bertemu Gery saat itu. Sungguh itu membuat Rian merasa malu dan tak percaya diri.


__ADS_2