Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Aku menyerah


__ADS_3

Setelah itu Lusi pun lantas pergi dari rumah besar milik Gery, Lusi harus merasa tahu dengan keadaan Liana saat ini. Lusi harus tahu tentang Liana, apakah Liana baik-baik saja atu tidaknya Lusi harus tahu


Lusi pergi dengan naik taksi yang ia gunakan sebagai sarana ia sampai ke tempat Liana yang saat ini sedang di rawat dirumah sakit.


Dengan perasaan campur aduk Lusi pun pergi dengan taksi.


Lusi menyusuri setiap jalan yang ia lalui dengan perasan sedih. Tak lupa juga dia mengajak putranya dengan gendongan, Lusi pergi diam-diam tanpa pemberitahuan saat itu.


Lusi merasa sakit hati dengan ucapan David pada dirinya, jadi Lusi menganggap bahwa Lusi tidak perlu memberitahu kepada keluarga barunya. Jika Selly begitu baik padanya lain halnya dengan David yang entah mengapa begitu tega bicara tanpa adanya saringan di lidahnya.


Dirumah Lusi juga resah dengan keadaan Liana, Lusi harus tahu ya harus tahu.


Sesampainya dirumah sakit itu pun Lusi mencari dimana Liana kini, dimana Liana dirawat diruangan mana.


Setelah itu Lusi pun tahu, diberitahu dimana Liana dirawat diruangannya oleh suster. Lusi pun hanya mengintip saja dari kaca saat itu Lusi pun melihat Gery yang sedang memegang tangan Liana begitu lembut, seketika Gery pun mengecup kening Liana ada perasaan sakit yang tak bisa terbendung. Ada perasan sakit yang tak bohong, karena Lusi tersadar bahwa Gery sangatlah mencintai Liana.


Gery sangatlah mencintai Liana..


Lusi pun tertunduk terjebak dengan perasaan Lusi sebenernya. Antara cinta dan benci menjadi satu.


Tidak, aku tidak boleh sedih aku tidak boleh sedih melihat Gery yang perhatian pada istrinya. Lusi sadarlah bahwa diri mu hanyalah wanita kedua yang tak seharusnya ada disisinya. Batin Lusi pada dirinya sendiri.


Lusi pun terdiam seketika menjatuhkan air matanya, perhatiaan Gery yang teramat dalam pada Liana sebenarnya menyadarkan Lusi bahwa kehadiran Lusi sebenernya hanya menjadi perusak keharmonisan rumah tangga Liana dan Gery.


Lusi tak seharusnya masuk kedalam ruang dimensi yang salah.


Lusi terduduk menatap Liana yang sakit serta perhatian Gery membuat Lusi semakin sadar dirinya tak berarti saat ini.


Lusi tak berani menggangu saat itu, Liana masih tampak belum sadar. Kepalanya masih diperban bahkan dokter bilang bahwa kepala Liana saat ini terbentur cukup keras jadi ia masih dalam keadaan yang belum pulih.


Lusi pun terdiam saat itu... Tak berani bicara dan berucap.


Lalu tak lama seorang pria datang dan tak menyangka bila itu adalah Gery yang keluar dari ruang rawat.


Lusi pun duduk tak menyapa suaminya.


"Kenapa kamu kesini" tanya Gery.


"Aku sangat ingin tahu kondisi Liana"


"Dia masih belum pulih" kata Gery. "Kamu sedih? Wajah mu terlihat tidak baik baik saja" Tanya Gery.


"Aku tidak apa-apa hanya pusing" jawab Lusi.


Lusi pun tak berani menatap suaminya itu, tidak mau mencintai suaminya. Lusi lebih memilih untuk menundukkan kepalanya ketimbang menatap suaminya.


Lalu ada perasaan untuk menghindari suaminya.


"Aku permisi sebentar ya" kata Lusi saat itu.


"Mau kemana?" Tanya Gery.


"Aku mau ambil sesuatu untuk Liana. Pakaiannya, aku lupa membawanya" kata Lusi saat itu.


"Tidak perlu aku bisa mengambilnya sendiri" kata Gery saat itu.


"Ya baiklah"


"Lusi?" Kata Gery sekali lagi.


"Apa?"tanya Lusi.


"Tangan ku"


"Untuk apa?" Tanya Lusi yang merasa heran.


Lalu Gery menyodorkan tangannya untuk Lusi agar Lusi mau menjabat tangan Gery dan menciumnya.


"Aku suami mu, seharusnya kalau istri bertemu suami itu mencium tangannya" Kata Gery saat itu.


"Apa?" Kata Lusi heran.


Lusi pun akhirnya menyalami tangan Gery saat itu. Sesuai apa yang ia katakan.

__ADS_1


"Lusi kamu baik-baik saja" tanya Gery saat itu.


Lusi pun hanya menjawab. "Aku baik-baik saja"


Lusi tidak banyak bergeming saat itu. Tidak banyak berkata juga.


"Sebentar ya, daritadi papa menelpon ku untuk pulang" ucap Gery yang bingung kenapa papanya menyuruh dia untuk pulang.


"Gak apa-apa kamu pulang aja, aku yang jaga Liana" kata Lusi.


"Tapi gak apa-apa"


"Iya" Jawab Lusi.


Saat Gery pergi keluar lalu tak lama Renata datang dengan tatapan sorot mata yang tajam.


Dengan langkah kaki yang pasti Renata datang yang sebenarnya untuk menemui Liana tapi yang ia lihat pada saat itu Lusi.


Ya, Lusi yang memang juga ingin Renata temui saat itu


Renata pun baru tahu kemarin juga saat itu bahwa Lusi sudah menikah dengan Gery hal yang paling tak terduga itu pun menjadi hal yang paling membuat Renata kesal teramat dalam.


Salah..


Ya salah Lusi...


Yang langsung menikah tanpa memberi tahu kepada Renata saat itu dan langsung menikah tanpa memberitahu Renata soal dirinya yang menikah lagi.


Lusi yang saat itu sedang menggendong putranya melihat tatapan Renata penuh dengan kebencian dan seolah ingin menerkam Lusi saat itu.


Padahal Lusi saat itu sedang menggendong cucunya juga. Anak dari Rian..


Dengan tatapan membunuh Renata pun datang seolah ingin marah dan membunuh Lusi dengan tatapan benci.


"Bagus kamu!!! Bagus" kata Renata saat itu emosi.


Lusi pun terdiam dan menunduk.


"Kamu ya ternyata seperti ini, menikam Liana dari belakang!!! Harusnya kamu tahu Liana sudah punya suami dengan mudahnya kamu merebut suaminya" kata Renata menatap Lusi tajam.


"Terpaksa apa?"


"Lusi tidak punya uang untuk melunasi hutang Rian ma, Lusi tidak punya cara lain. Lusi pasrah Lusi begini karena Lusi saat itu hanya ingin melunasi hutang" kata Lusi yang merasakan hal perih dalam hidupnya.


"Mama tidak menyuruh mu untuk menikah lagi mama hanya menyuruh mu untuk melunasi hutang dengan cara kamu bersabar" kata Renata melotot pada Lusi.


"Bagaiman aku bisa sabar ma, disaat aku sendiri diculik oleh demian. Demian jahat ma sama Lusi" ucap Lusi menerangkan.


"Tapi kamu lebih jahat sama Liana . Kamu lihat kan kamu lihat Liana jadi seperti ini karena ulah mu"


Seketika Lusi pun menangis dengan apa yang diucapkan Renata.


"Kenapa semua orang membenci ku, kenapa aku yang paling disalahkan kenapa!!!! Salah ku apa!!!! Salah ku apa!!!!" Kata Lusi yang terlihat sedih.


"Kamu boleh menikah dengan siapapun tapi jangan merusak rumah tangga dari saudara mu sendiri. Bagaiman pun Rian suami mu, dan Liana adalah adiknya. Kamu tega Lusi tak punya perasaan" kata Renatam


Lusi pun tertunduk dan duduk dilantai dengan perasaan bersalahnya


"Maafkan aku ma" ungkap Lusi sembari menangis.


"Cukup Lusi"


Lusi pun berlari dengan air mata keluar dari rumah sakit dengan menggendong putranya. Lusi tak peduli meskipun saat ini ia sedang hamil dan mengendong putranya ia tetap berlari. Perasaan Lusi sakit teramat dalam saat itu.


Lalu Renata pun mengejar Lusi saat itu yang tengah berlari dan menarik tangan Lusi untuk mendengar apa yang harus Lusi dengar.


"Ceraikan Gery, mama sudah membawa uang itu" ucap Renata.


Lusi pun terdiam seketika saat itu.


"Lusi dengar kan kamu,!!!!" Teriak Renata.


"Maksudnya mama" tanya Lusi yang masih menangis.

__ADS_1


"Ternyata Rian selama ini sudah siapkan uang sebesar 40 milyar untuk membayar hutangnya hanya saja baru cair sekarang, saat itu uangnya masih ditahan oleh temanny yang tidak bertanggung jawab. Kamu kembalikan uang Gery dan kamu cerai dengan Gery saat ini juga demi kebahagiaan Liana mama mohon Lusi. Liana orangnya nekat, mama hanya mau dia bahagia. Karena cuma Gery yang menjadi penyemangat hidupnya, kamu harus ikhlas Lusi" kata Renata.


Seketika Lusi pun terdiam dan merasakan sakit yang tak tertahan.


"Lusi mama bicara saat ini apakah kamu dengar?"


"Aku jadi janda lagi ma"


"Lebih baik, mama ingat betul mendiang ibunya yang menyuruh mama untuk menjaga Liana. Lusi... Mama hanya tak mau Gery tak mencintai Liana, jika cinta nya terbagi oleh mu"


Seketika Lusi pun menangis hidupnya seperti permainan. Lusi pun merasakan kerumitan hidup yang begitu sulit.


"Lusi ini semua demi Liana"


Tapi demi Liana akhirnya Lusi pun pergi dengan membawa uang itu kepada keluarga Ger


Lusi pun dengan ditemani oleh Renata datang kerumah keluarga Gery saat itu juga dengan di gandeng oleh Renata.


Lusi datang bersama Renata bertemu dengan keluarga Gery terutama David yang menganggap Lusi yang hanya mengincar harta Gery saat itu.


David pun membulat mata saat ia melihat Lusi datang bersama Renata dengan tatapan dingin dari Renata.


Lusi dan Renata pun duduk diruang tamu.


Bersama dengan David dan Selly, mereka duduk berempat.


"Aku datang ingin menyampaikan sesuatu" kata Lusi.


"Sesuatu?"


"Baiklah aku ingin bicara dengan pak David sebelumnya" kata Lusi.


"Bicara apa?" Tanya David.


"Aku yang om David anggap wanita matre yang dianggap om David mengincar harta. Yang om David anggap tidak baik dan hina ini, aku datang mengembalikan uang pemberian gery saat itu" jelas Lusi.


David pun mengerinyitkan keningnya.


" Aku mengembalikan semua yang telah Gery berikan" ucap Lusi menaruh uang satu koper.


"Aku mengembalikan semuanya termasuk juga mobil mewah itu yang menjadi mas kawin itu aku kembalikan. Demi Liana, aku mengembalikan semua dan aku putuskan untuk bercerai dari Gery" jelas Lusi.


Seketika Lusi pun menjatuhkan air matanya memutuskan bercerai pada hubungan yang baru ia bina tiga hari itu.


Gery pun melihat Lusi yang datang dan melihat uang yang tergeletak dimeja ruang tamu.


"Apa-apaan ini" Gery heran.


"Gery maafkan aku putuskan untuk cerai, kita cerai jangan dan kamu jangan cari aku. Aku bisa hidup tanpa mu jangan cari aku..


Gery pun menggelengkan kepala tak percaya.


"aku sudah lunasi hutang ku padamu semuanya. Apa yang sudah kamu berikan sudah aku kembalikan"


"Lusi aku tidak mau cerai"


"Tapi aku juga tak mau hidup menderita"


"Apa yang membuat mu menderita"


"Banyak, banyak sekali"


"Lusi!!!"


"Tolong hargai keputusan ku"


"Aku tidak mau"


"Aku tidak peduli"


Lusi pun tidak peduli lagi dan langsung melepas tangan Gery juga saat itu.


Maaf kan aku Gery, maafkan aku saat ini aku tak bisa bersama mu, ini semua terlalu sulit untuk kita jalani bersama. Aku menyerah dengan keadaan yang ada, aku menyerah dengan semuanya. Aku tidak mau menuntut hal yang tak semestinya, aku tidak gagal dalam rumah tangga tapi aku yang menyerah untuk membina rumah tangga... Aku hanya menyerah dan tak mau membuat orang lain sakit. Aku pergi membiarkan diriku tanpa siapapun. Selamat tinggal untuk semua....

__ADS_1


Lusi pun pulang..


Sesampainya dirumah Lusi pun memeluk erat sang ibu. Meluapkan kesedihannya saat itu..


__ADS_2