
"Mama gak mau makan" teriak Renata kepada menantunya.
Kehidupan Lusi yang terasa menyakitkan itu pun harus dirasakan. Saat mama mertuanya tak mampu menerima takdir disaat dirinya diterpa kemiskinan. Padahal sebetulnya kemiskinan itu bukanlah akhir segalanya. Namun Renata sudah serasa mau mati.
"Mama tidak mau makan!!!!!" Teriak mama seklai lagi.
"Ma, makan ma. Walaupun cuma nasi sama telor dadar tapi enak kok ma" bujuk Lusi.
"Telor lagi, tahu, tempe itu terus yang kamu berikan!!!! Mama tak mau Lusi kamu makan sendiri" ucap Renata kesal.
"Ya Allah ma, nanti kalau mama mau makan yang lain yang enak sudah pasti ma. Asal kalau Rian sudah punya uang pasti Lusi berikan" kata Lusi kepada sang mama mertua.
"TIDAK MAU!!!" Teriak mama mertuanya dengan suara lantang.
Lusi pun terdiam disaat sang mama membentaknya. Lusi pun malu kepada tetangga sekitar jika yang lain mendengar semuanya, karena mama mertua nya yang tak mau makan.
Padahal jika harus dipikirkan secara ulang harusnya Lusi lah yang paling tidak bisa menerima kenyataan pahit bahwa keluarga suaminya kini telah miskin. Namun ini malah mama mertua nya yang seolah tak mampu menerima takdir dari kehidupannya. Padahal kalau dipikir secara logika padahal Rian anaknya Renata, yang sudah membawa kemiskinan namun seolah Lusi yang menanggung resiko setiap kemarahan mertuanya.
Ya Allah sabar kan lah hati hamba mu ini dalam menerima setiap ujian yang ada, batin Lusi. Seketika Lusi tampak menjatuh kan air matanya. Sedih dengan posisinya saat ini.
Saat Lusi sedang sedih-sedih nya tiba-tiba suara handphone Lusi pun berbunyi ada sebuah pesan singkat masuk yang itu ternyata dari Gery.
Ting.... Suara dari handphone Lusi yang menandakan bahwa ada pesan singkat masuk kedalam hpnya.
__ADS_1
(Selamat siang, aku Gery. Dengan hormat. aku meminta uang yang ada dikamu saat ini. Uang nikahan aku nanti yang senilai 200 juta itu. Tolong diberikan kepadaku. Aku tahu kini keluarga mu dalam kebangkrutan, aku khawatir uang itu terpakai untuk biaya hidup mu yang jatuh miskin itu. Maaf bukan nya tega tapi aku tahu kalau duit tidak kenal saudari segera balas dan bayar!!! -Pesan dari Gery)
Lusi pun langsung membulat kan mata membaca pesan singkat dari Gery yang ternyata isinya penagihan hutang.
Rasanya hanya ingin menangis dalam hati membaca pesan singkat yang isinya jelas dan padat itu.
(Huhuhu iya aku akan menggantinya, tapi uangnya hanya ada 100 juta sekarang. 50 juta sudah habis untuk biaya fiting baju, dan 50 juta nya memang aku belum ganti. Aku segera transfer 100 juta itu. Kamu tunggu segera. -Jawab pesan: Lusi)
Ting... Suara pesan masuk.
(Iya aku tunggu bukti transfer nya detik ini menit ini tanpa pakai lama. Jangan lupa hutang dibawa mati -Gery)
Sial kenapa dia bisa-bisanya ceramah disaat nagih hutang seperti ini.
(Siap tunggu 5 menit. Kamu cek segera-balas Lusi)
Ting...
(Oke transferan dah masuk. Untuk masalah biaya pernikahan nanti kamu bisa minta aku, tapi ingat untuk kebutuhan pribadi mu. Oh tidak bisa, kecuali kamu sudah menjadi istri ku. Atau Ya minimal jadi kekasih, hehehe.-Gery)
(Sudah ditransfer gak usah bicara yang aneh-aneh. -Lusi)
(Jangan marah dong cantik, semakin marah semakin cantik, -Gery)
__ADS_1
(Wlllleee jawab Lusi dengan emoticon menjulurkan lidahnya)
(Hahahah jawab Rian)
"Ampun Gery bisa-bisanya menangih hutang disaat seperti ini, huhuhu baru aku mau pakai uangnya buat beli berbagai kebutuhan. Huhuhu tega"
Seketika terdengar suara Fabio menangis, Lusi pun menghampiri putranya yang tampak menangis itu. Dengan cepat Lusi memangku Fabio yang saat itu sedang duduk dikasur lantai.
"Kamu manangis nak. Kamu haus ya nak, mama buatkan susu dulu ya buat kamu" ucap Lusi sambil menenangkan anaknya.
Lusi pun lantas ke dapur untuk membuatkan susu formula untuk baby Fabio. Sesampainya Lusi di dapur Lusi pun tampak miris melihat nya ternyata susu putra nya telah habis. Dulu Lusi yang selalu bergelimang harta ini tak pernah sekalipun kehabisan susu untuk putranya kini ia harus merasakan hal yang begitu menyakitkan didalam hatinya.
Seketika Lusi pun tampak sedih melihat apa yang baru saja ia lihat.
Oh Tuhan tolong lah aku. Aku sedih dengan keadaan ini. Tapi aku gak boleh menangis, tapi aku sedih. Huhuhuhu batin Lusi.
Lagi-lagi Lusi pun tertunduk menahan air matanya.
Sabar ya Allah sabar, batin Lusi.
Ya, semenjak Lusi hamil Lusi memang tak pernah lagi memberikan asi pada putranya. Sampai Lusi mengalami keguguran pun asi Lusi tampak mengering.
Seketika Lusi pun tampak menghapus air matanya yang tak terasa terjaiyuh.
__ADS_1
Lalu Lusi pun memberikan air putih pada putranya.
"Nak sabar ya, mama hanya bisa kasih air putih ini saja. Nanti mama belikan susu formula. Sabar ya sayang" ucap Lusi sambil menahan air matanya.