
Tanisa pun tampak menahan air matanya.
"Sekarang kamu ingat atau tidak? Siapa orang pertama yang meniduri mu. Jika kamu minta untuk dinikahi, minta lah sama pria itu. Orang yang pertama kali merenggut kesucian kamu" ucap Gavino dengan nada tinggi.
Tanisa terdiam..
Tanisa bukan tidak mengingat siapa orangnya, tapi dia tidak mengenal siapa pria yang sudah merenggut kehormatannya dulu. Karena pria itu adalah pria yang sudah membelinya. Bila mengingat semua itu hatinya terasa perih. Karena Tanisa kehilangan kesuciannya karena ia di jual oleh pamannya. Pria hidung belang yang sudah beristri, pria yang melihat wanita dengan uang, pria yang tidak mungkin Tanisa mintai pertanggung jawaban karena ia hanya meminta satu malam saja dan sudah diganti dengan uang Ya satu malam saja demi kepuasan semata. Tanisa tidak mungkin meminta pertanggung jawaban pada orang yang sudah membeli nya dulu.
Tanisa pun menangis dengan apa yang diucapkan oleh Gavino. Baru kali ini Gavino membahas tentang kesucian.
"Kenapa kamu menangis, kamu mau mengambil hatiku dengan air mata mu. Aku sudah membayar mu mahal. Jika dirasa aku sudah tak mau lagi, kamu bisa cari pria yang kaya. Mungkin lebih kaya dari pada aku. Karena wanita murahan seperti mu memang akan mencari pria yang kaya" sarkas Gavino.
Gavino pun pergi.
Tanisa pun tampak terdiam sambil menghapus air matanya.
Aku sadar diri aku memang wanita murahan. Tidak layak mendapatkan cinta dari seorang yang terpandang, tampan rupa dan memiliki banyak nama, seperti kamu. Sementara aku jauh dari kata kaya, wanita biasa yang bahkan murahan. Selama ini aku berharap kelak kamu akan mencintai ku. Tapi itu hanyalah impian dan aku tak pernah bercermin siapa aku sebenarnya. Dari mana aku berasal. Dan harusnya, aku sadar. Aku hanyalah wanita yang dijual kesana kemari, dan hanya sebagai pemuas nafsu tanpa cinta. Aku lupa akan diriku sendiri, termikasih kamu sudah mengingatkan semuanya. Seharusnya aku tak mengharapkan cinta dari kamu. Mimpi ku ketinggian batin Tanisa menangis
Dalam hati Tanisa ia merasa kecewa.
Tanisa memanglah wanita malam yang dibayar untuk pemuas kebutuhan pria kesepian. Ia dijual dan terjual. Tanisa bertemu dengan Gavino tak sengaja saat di club malam.
(Awal pertemuan)
*Flash back*
Terlihat seorang wanita seksi dan cantik sedang duduk di kursi disebuah club malam. Sambil melihat kesana kemari menunggu pelanggan yang malam itu akan membookingnya. Tampak Tanisa yang merokok sambil menunggu pria hidung belang yang akan ia layani malam itu.
Hingga pandanga ia beralih saat melihat pria yang baru saja datang. Terlihat tampan dan banyak uang. Marisa langsung terpana dan suka. Marisa ada rasa ingin mendakati pria itu. Namun Marisa sadar diri pria itu tak mungkin mau dengan dirinya yang hanya wanita murahan.
"Ganteng banget sih dia" ucap Tanisa.
Dan tak lama seorang wanita datang dan menggandeng pria itu.
"Ah bener dia sudah punya pacar"ucap Tanisa. Tanisa pun mengurungkan rasa itu. Saat semua dirasa lebih tak mungkin lagi.
Sambil menunggu si pria yang ada janji dengannya. Tiba-tiba saja pria itu datang. Pria yang Tanisa sebut tampan tadi itu.
__ADS_1
"Boleh aku duduk" ucapnya.
"Bo-boleh silahkan" jawab Tanisa.
"Kamu cantik" puji Gavino.
"Terimakasih"
"Kamu sendirian aja"
"Iya"
"Pesan minum ya"
"Iya makasih tidak usah, mm.. bukannya tadi aku lihat ada seorang wanita datang sama kamu" tanya Tanisa.
"Ah dia cuma wanita gak penting" jawab Gavino.
Tanisa pun hanya terdiam.
"Boleh. Nama aku Tanisa"
"Aku Gavino. Kamu sedang apa disini"
Tanisa tampak tak menjawab. Karena ia tidak mungkin menjelaskan sedang apa dia disana.
Tiba-tiba saja Gavino merangkul Tanisa. Dengan sangat erat.
"Aku tahu kamu wanita malam, berapa harga mu"
"Maaf, aku gak bisa"
"Kenapa, aku tahu kamu siapa kok. Ada mamy kamu disana aku tahu. Aku akan membayar mu lebih" ujar Gavino.
"Tapi aku sudah buat janji dengan orang lain malam ini"
"Aku akan membayar mu lebih mahal dari dia. Bahkan aku akan menyewa mu tiga bulan?"
__ADS_1
"Apa?" Tanisa kaget.
"Aku akan bicarakan ini sama mami kamu. Kamu bisa ikut saya temani saya setiap malam"
Gavino pun langsung berdiri dan memberikan sebuah cek. Pada wanita yang sudah menjual Tanisa.
Lalu Gavino menarik Tanisa dan membawa nya ke mobil.
"Ikutlah dengan ku" ujar Gavino.
Lalu Gavino membawa pergi Tanisa.
"Aku juga akan membiayai kehidupan kamu. Aku memiliki banyak uang. Jadi kamu tenang saja" ujar Gavino.
Lalu Tanisa memandang wajah pria tampan itu.
"Sebelumnya aku sampaikan kepada mu. Kita hanya teman seranjang dan itu tidak lebih. Kamu ikuti aturan main ku. Dan kamu tidak boleh ikut campur urusan ku. Jaga nama baikku. Paham?"
Tanisa pun tampak mengangguk patuh.
"Diranjang kita saling kenal. Diluar kita tak saling kenal. Kamu hanya pemuas hasrat ku" tutur Gavino.
"Kenapa kamu memilih ku?"
"Karena kamu cantik. Dan aku butuh mainan baru. Wanita cantik seperti mu. Layak aku jadikan penghias setiap malam. Aku juga suka jika kamu lebih agresif, bisa kan?"
"Bagaimana kalau aku suka dengan mu"
"Kamu boleh menyukai ku bahkan itu bagus. Tapi ingat? Aku punya banyak pacar. Dan kamu jangan ucapkan kata sayang jika ada pacar ku"
Lalu Gavino pun membawa Tanisa ke apartemennya. Ya, Gavino hanya menjadikan Tanisa sebagai pemuasnya saja. Namun disisi lain tanpa disadari ternyata di lubuk hati terdalam Tanisa mencintai Gavino. Pria yang baru ia kenal itu.
Gavino pun tampak baik pada Tanisa. Meskipun ia tahu Tanisa hanyalah teman tidurnya.
*Flashback off.
Hingga bulan ke tiga. Ya bulan ke tiga. Gavino tampak berubah dan sekarang tiba tiba Gavino ingin memiliki wanita yang masih gadis. Karena pertemuan dengan Marisa membuat Gavino ingin memiliki wanita yang seperti itu.
__ADS_1