
Keesokan harinya.
Namun hari yang cerah dan indah itu sedang tidak baik-baik saja. Karena sorenya Ayah dikabarkan harus di harus dilarikan ke rumah sakit karena terserempet mobil saat pulang kerja saat menaiki ojek motor. Ojek yang ia tumpangi saat itu terserempet sebuah mobil dan jatuh terguling.
Ayah memang saat itu tidak bawa mobilnya karena saat itu mobilnya sedang masuk ke bengkel.
Sedangkan mobil yang Lusi miliki saat menjadi mahar pernikahan waktu itu sudah Lusi kembalikan langsung kepada David karena Lusi enggan dibilang perempuan matre, jadi mending semua yang Lusi terima memang lebih baik dikembalikan daripada harus diterima namun harga diri yang tergadaikan.
Sore itu Lusi sedang dirumah sendirian, Ibu sedang pergi ke rumah saudaranya yaitu Nila membawa serta Fabio karena Fabio sudah dekat sekali dengan neneknya jadi setiap neneknya pergi Fabio ingin ikut. Akhirnya ibu pun mengajak Fabio.
Dan sore itu Lusi yang dirumah ditelepon oleh ibu.
Dreeet dreett dreeett...
Getaran hape masuk ada sebuah panggilan telepon masuk, Lusi pun langsung dengan cepat mengangkat telepon.
"Assalamualaikum" salam Lusi pada panggilan telepon masuk itu.
"Walaikumsalam Lusi" ucap ibu yang terdengar setengah menangis.
"Kenapa ibu, ibu kenapa seperti menangis" tanya Lusi yang seketika membulat mata kaget mendengar suara ibu yang seperti menangis dalam.
"Lusi Ayah mu kecelakaan"
"Apa, astaghfirullah. Bagaimana Bu, ayah di rumah sakit mana sekarang?" Tanya Lusi ditelepon seketika yang ikut sedih dan menangis .
"Di rumah sakit xxx Lusi, kondisi masih belum sadar" Jawab ibu yang terasa sangat sedih.
"Ya Allah" ucap Lusi yang tak percaya sambil menutup mulut merasa sedih dengan kondisi Ayahnya saat ini.
"Bu Lusi segera kesana Bu, Bu Lusi akan kesana menemui Ayah. Ibu tunggu Lusi" ucap Lusi yang tak percaya dengan apa yang semua terjadi menimpa Ayahnya.
Lusi pun tanpa sadar menangis dengan air mata yang mengalir deras, Lusi tak bisa bayangkan bila itu terjadi pada Ayahnya.
Lusi yang tengah hamil 8 bulan itu pun lantas bergegas untuk pergi menemui sang Ayah dirumah sakit yang sudah ibu bilang.
Lusi tanpa menunggu waktu lama Lusi langusung berangkat saat itu juga dengan taksi yang ia pesan.
Namun hal yang tak terduga terjadi..
Lusi yang memang sudah menjadi incaran dari seorang pria bernama Demian itu pun sudah mengintai Lusi dari tiga hari yang lalu.. menunggu waktu yang tepat dan sepi untuk membawa Lusi pergi dan memberikan sebuah pelajaran padanya yang sudah meninggalkan Demian dengan cara menikah dengan Gery.
Dendam....
Itulah yang paling dirasa oleh Demian saat Demian tahu bahwa Lusi kini telah menikah dengan pria lain.
Keadaan saat itu memang sangat sepi waktu menunjukan pukul 20.30 malam. Keadaan sepi karena hari itu habis selesai hujan. Keadaan yang tampak hening dan sepi, tiba-tiba Lusi yang sedang berdiri menunggu taksi turun lah seorang pria yang tak Lusi kenali datang.
Lusi melihat seorang pria itu adalah pria asing yang Lusi tidak kenal sama sekali.
Dalam keadaan seperti itu mulut Lusi dibekap kuat bahkan mulut Lusi bukan hanya dibekap namun dibuis dan berhasil membuat Lusi pingsan saat itu juga.
Lusi tak sadarkan diri dengan apa yang dilakukan oleh orang asing saat itu.
Lusi tak bisa melakukan banyak hal karena dirinya pun dalam keadaan tak sadarkan diri saat itu.
Lusi dibawa dengan sebuah mobil yang melesat begitu kencang dan berhasil membawa Lusi pergi saat itu juga.
Didalam mobil itu ada dua orang pria yang satu sebagai penculik Lusi dan satunya lagi Demian yang sudah memakai topeng untuk menutupi identitasnya.
Pria yang mencuilik Lusi itu pun adalah orang suruhan Demian, setelah Demian mendapat mangsanya. Dengan cepat Demian langsung menyuruh orang suruhannya segera pergi. Dan kini hanya Demian dan Lusi saja yang berdua, namun Demian menutup wajahnya dengan topeng.
Demian pun membawa Lusi dengan mobil barang dan ditaruh didalam belakang mobil.
Dengan nafas yang terengah itu pun Demian memandang wajah Lusi yang saat itu tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Lusi yang tengah hamil 8 bulan itu seperti bukan halangan untuk Demian berbuat jahat pada wanita itu.
Demian menyesali Lusi yang telah pergi dari sisinya tapi ia tidak mau kalau Lusi lepas dan pergi dari genggaman begitu saja sekalipun ia telah melunasi semua hutangnya.
Lusi itu seperti orang yang paling sulit ditaklukkan sedangkan Demian adalah pria yang enggan mengemis cinta dan hanya perlu melakukan hal yang memang perlu ia lakukan.
Saat ini Demian hanya ingin Lusi tahu bagaimana Demian berkuasa atas diri Lusi terutama tubuhnya.
Wajah cantik, tubuh mulus dan serta sok jual mahal itu membuat Demian semakin menunjukan dirinya bahwa ia memang berkuasa atas apa saja yang ia mau.
Tangan Demian membelai lembut pipi dari wanita hamil itu, mengecup keningnya dan mulai meraba bagian intimnya.
Seketika melihat paha Lusi terlihat jelas didepan mata. Lusi yang memakai dress panjang itu pun tampak tersingkap dan menunjukkan pangkal pahanya yang mulus.
Bukannya ada rasa iba justru Demian malah membiarkan tangannya menarik celana short pendek dan cd yang Lusi kenakan. Dan kini Lusi sudah tak pakai cd lagi.
Dengan cepat Demian pun mengikat tangan Lusi kebelakang dan menutup mulut Lusi dengan lakban.
"Kamu adalah orangnya, orang yang pertama ku tiduri. Kamu adalah orang yang telah membuat ku membawa ke atas awan..sayang" ucap Demian dengan suara lembutnya menatap Lusi dengan wajah yang ditutupi topeng.
Seketika saat Lusi membuka matanya perlahan Lusi tak menyangka dirinya berada didalam mobil barang saat itu dibagian paling belakang, kepala Lusi sangat terasa pusing efek obat bius yang ditempelkan di mulut dan hidungnya.
Ia tidak tahu dirinya dibawa oleh siapa dan untuk apa. Tangan terikat dan dengan mulut dilakban Lusi menangis dan ketakutan Lusi tak mampu melepaskan tangannya yang terikat kebelakang. Dan mata Lusi terbelalak saat ada seorang pria berada dihadapannya saat ini, dengan baju serba hitam memmakai topeng yang menyeramkan begitu menyeramkan.
"Siapa kamu" ucap Lusi yang tak terdengar saat itu namun Lusi mengucapkannya.
Siapa dia .. siapa dia..
Teriakan rasa takut langsung mencuat namun Lusi tak sanggup teriak karena mulutnya sudah ditutup dengan lakban, air mata pun mengalir deras saat itu. Lusi tak mampu menarik badan atau pun berontak saat itu. Tubuhnya terlentang tak mampu berbuat segalanya. Tangannya terikat dan kaki yang dipegang kuat oleh pria yang yang tak tahu siapa itu.
Lusi pun menangis dalam hatinya merasakan hal yang lagi-lagi terulang dan dengan seorang yang tak ia bisa lihat siapa? Tak bisa ia kenali sama sekali hanya topeng seram yang terpatri kuat didepan wajahnya.
Tollloooonnggg. teriakan dalam hatinya yang keras dan tak mampu terdengar sama sekali.
Tollooonnngggg......
Pria itu melepaskan pakaian Lusi dengan paksa tanpa menyisakan sama sekali bahan dibadan Lusi.
Lusi pun menyadari akan hal buruk itu akan kembali terjadi pada dirinya.
Dengan kejam badan pria itu pun seolah siap menikam Lusi dengan sebuah benda keras miliknya. Pria itu melepaskan celananya dengan cepat, dan kini sudah siap menodai Lusi saat itu juga.
Tolong aku mohon jangan lagi hiks batin Lusi tersiksa perih karena tak ada yang mampu ia lakukan saat itu.
Tiba-tiba dengan cepat pria itu pun mengucapkan benda pusaka milik nya yang telah mengeras.
Lusi pun merasakan saat benda itu menelusup masuk tanpa ijinnya, tubuh Lusi bergetar hebat bukan karena menikmati melainkan tangisan yang begitu mendalam.
Kenapa harus terjadi lagi?
Lusi pun menangis dengan tangisan yang campur aduk, Ayah yang sedang dibawa kerumah sakit tapi saat itu Lusi juga merasakan pil pahit saat dirinya diculik oleh pria yang tak ia kenal.
Teganya orang itu melakukan hal tesebut pada diri Lusi yang mengandung besar itu. Lusi tidak tahu siapa pria dibalik topeng hitam itu.
Pria itu masih dengan topengnya tak melepaskan Lusi sama sekali. Lalu hantaman senjata miliknya yaitu sebuah benda pusaka terus melakukan ritme yang begitu kuat maju mundur. Merasakan lubang yang masih dirasa cukup sempit untuk benda miliknya.
Lusi yang berusaha meronta itu sama sekali pria itu tidak peduli, ia terus saja menggunakan Lusi yang menjadi pemuas kebutuhannya untuk menikmati setiap detik yang ada.
Mendorong masuk dan keluar hal itu yang ia lakukan, tangannya merayap kebagian atas yang Lusi miliki. Hingga tangan itu memainkan bagian tersensitif yang Lusi miliki yaitu gunung kembar yang tampak sangat besar karena Lusi memang hamil jadi miliknya pun lebih besar daripada sebelumnya.
Ya pria itu menodai Lusi didalam mobil.
Hal yang paling gila lagi saat ia selesai memainkan tubuh Lusi sebagai pemuas birahinya.
Lusi kembali dibius lagi. hingga Lusi kembali pingsan dan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Lusi tidak tampak tahu berapa kali pria itu memakai tubuh Lusi dalam keadaan tak sadarkan diri. Lusi hanya tahu bahwa dirinya sedang berada dibawah Kungkungan pria tak bertanggung jawab dan jahat.
.
.
.
.
Waktu menunjukan pukul 7.00 pagi saat itu, Lusi pun membuka matanya dengan sangat berat bahkan dirinya seperti masih sulit untuk membuka mata lebar.
Tubuhnya masih terasa sakit dan pegal itu akibat dari pria yang menculik dan menidurinya. Saat ia membuka mata lebar-lebar alangkah kagetnya Lusi yang kali ini ia berada ditempat lain. Namun diisebuah tempat yang sepi dan sunyi terdapat banyak pohon yang sangat rimbun dan tanah yang agak basah karena embun. Tubuh Lusi kedinginan saat itu dan Lusi menyadari bahwa dirinya kini didalam hutan.
Mata Lusi membulat ketika itu melihat kesemua penjuru arah bahwa dia memang berada di hutan.
Lusi tdiak pernah sekali pun masuk kedalam pelosok hutan namun hal yang tak disangka dirinya dibuang kedalam hutan setelah dia melakukan perbuatan keji itu.
"Brngsk pria brngsk akan ku bunuh dia kalau tahu siapa orangnya" kata Lusi yang kembali menangis.
Lusi yang saat itu memang sudah lepas dari ikatan ditangannya namun sulit juga bila dilepaskan ditengah hutan yang ia sendiri tidak tahu dimana itu. Lusi tertunduk menangis dan tak tahu harus kepada siapa dirinya meminta tolong.
Lusi pun memeluk erat tubuhnya sendiri sebuah tangisan yang di rasa paling dalam karena luka akibat pemerkosaan yang ia rasakan dan harus terlempar jauh kedalam hutan rimba tak berpenghuni.
Hanya terdapat suara angin, burung berkicau dan sesekali suara monyet yang melengkapi dirinya kini berada ditengah hutan.
Lusi pun kembali menangis manusia itu tega sekali pada diri Lusi yang harusnya berada dirumah sakit namun kini berada didalam hutan. Lusi pun tak tahu harus bagaimana handphonenya tak ada di sakunya, bahkan semua tak ada. Lusi hanya memakai baju saja dan dirinya bahkan lupa memakaikan Lusi pakaian dalam.
Lusi pun menangis, semua jalan seolah tampak sama. Namun Lusi harus tetap berjalan untuk keluar dari hutan ini.
Lusi pun takut sekali saat itu, Lusi takut bila bertemu dengan ular, harimau atau mungkin bintang buas yang tak bisa ia prediksi sama sekali. Apalagi selama ini Lusi hanya ikut eksul yang isinya tentang pelajaran semua tidak pernah ikut eksul pecinta alam.
Namun Lusi ingat saat dulu belajar mengaji di sebuah pengajian dikampusn saat dulu ada doa yang ia ingat apabila bertemu dengan bintang buas.
"Innahuu min Sulaimaana wa innahuu bismillaahir rahmaanir rahiim "
"Allā ta'lụ 'alayya wa`tụnī muslimīn"
Doa itu yang Lusi terus ucapkan selama ia mencari jalan keluar. Meski belum bertemu binatang buas tapi paling tidak Lusi sudah berusaha untuk membacanya berulang kali.
Artinya: Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (Qs. An Naml: 30).
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. (Qs. An Naml: 31)
Lusi sambil berjalan mencari arah keluar dari hutan tidak hentinya ia mengucapkan doa yang memang ia masih ingat saat dulu.
Sambil berjalan Lusi pun memegang sebuah kayu ditangannya untuk perlindungan diri sewaktu-waktu ada bahaya yang menerjang Lusi sudah siap dengan kayu ditangan.
Disela sela Lusi pun berteriak meminta tolong kepada siapa pun, meski sebenernya Lusi takut yang datang malah penunggu hutan rimba dalam bentuk mistis.
Hutan itu terasa agak gelap bukan karena mendung namun karena banyak pohon yang begitu rindang.
Lusi yang tengah berjalan kesana kemari pun seperti sudah lelah mencari jalan keluar yang semua jalan tampak sama.
Akhirnya Lusi yang telah lelah berjalan namun tak dapat keluar dari hutan lalu duduk dan menangis terisak.
Kenapa ada orang yang begitu tega terhadap dirinya memperlakukan Lusi tanpa hati sama sekali.
Lusi pun tak sanggup menahan perih dihatinya bila mengingat semua yang telah terjadi pada dirinya.
Lusi pun menangis didalam hutan itu.
Seketika Lusi menangis seperti anak kecil yang meronta memanggil nama ayah dan ibunya.
"Ayah, ibu tolong Lusi, huhuhuhu Lusi takut. Lusi sendiri disini huhuhu"
__ADS_1
Lusi tahu Ayahnya saat ini dirumah sakit namun Lusi merasa takut dan tak tahan dengan semuanya sampai panggilan Ayah dan ibunya ia sebut untuk meluapkan semuanya.
"Ayah .... Ibu...." Ucap Lusi sembari menangis.