Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Ayah jangan bicara seperti itu


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, matahari bersinar menerangi bumi. Rumah yang tampak hanya beberapa petak itu terlihat Lusi yang sudah terbangun membereskan rumah kecil yang ia tempati bersama keluarga kecilnya, Lusi tampak menyiapkan sarapan untuk keluarga nya.


Lusi tampak memberikan makanan seadanya seperti tahu goreng, tempe goreng dan nasi putih. Ya karena uang nya pas untuk membeli itu.


Sebenarnya Lusi punya uang 100 juta. Tapi itu bukanlah uangnya uang milik Gery, bahaya kalau sampai kepakai. Dan Gery bisa marah, apalagi itu adalah uang nya untuk pesta pernikahan dirinya nanti.


Lalu Lusi pun menyiapkan semua nya setelah matang semua. Terlihat Rian yang tampak ngeluh kesal karena tadi malam ia gagal bermain cinta dengan istrinya.


"Makan Rian sudah aku siapkan" kata Lusi.


"Hem iya oke. Tadi aku sebel banget deh masa aku gak jadi duel sama kamu"


"Sabar ya"


"Kalau begini terus aku harus beli AC dan mencari rumah ya paling tidak dua kamar. Biar kita kalau mau bercinta tidak direpotkan dengan mama yang mondar - mandir. Apakah aku bilang aja sama mama biar jangan ganggu kita"


"Coba aja kamu bilang kalau kamu gak malu"


Lalu tak lama ada telepon masuk saat Lusi lihat itu dari ayahnya. Dalam pembicaraan telepon itu ayah mengatakan jika dirinya akan datang untuk menemui Luis di Jakarta pasalnya saat ini ayah sedang di Jakarta, sekalian lewat sekalian mau main.


"Hallo Lusi ayah mau main kerumah kamu. Ayah sekalian lewat dari rumah temen Ayah. Kamu ada kan"


"Ada tapi aku sudah pindah"

__ADS_1


"Kemana,, kasih tahu ya alamat nya Ayah kangen Fabio"


"Emm bagaimana ya? Baiklah"


Sebenernya Lusi enggan memberikan alamat rumahnya, karena kini dirinya telah miskin. Tapi berhubung ayah Lusi kangen dengan cuuc nya Lusi pun memberikan alamat rumah baru.


Kurang dari satu jam akhirnya Ayah Lusi datang. Alangkah terkejutnya Ayah melihat Lusi yang hidup dengan keluarga suaminya kaya raya dan bergelimang harta kini berbanding terbalik. Dengan kondisi rumah yang sempit dan jauh dari kaya.


Ayah pun kaget dengan semua yang dialami oleh putrinya. Apalagi melihat rumah yang kini ia tempati.


"Assalamualaikum" ucap Ayah.


"Wassalamu'alaikum, Ayah" jawab Lusi


"Sekarang rumah baru kamu disini"


Ayah pun melihat ke kiri dan kekanan melihat rumah yang ditempati oleh Lusi.


"Lusi, apakah ini tidak salah" ucap Ayah, kebetulan disitu ada Rian. Namun tidak dengan Renata. Renata masih tidur didalam kamar.


"Ini tidak cukup besar untuk kamu tinggali..kenapa hidup mu bisa seperti ini nak" ucap Ayah sekali lagi.


"Rian... Ayah tidak yakin kamu dapat membahagiakan Lusi jika melihat rumah mu sekecil ini. Dalam keadaan tak layak seperti ini Ayah tak yakin"

__ADS_1


"Maaf Ayah, Rian sudah membawa putri Ayah dalam kehidupan seperti ini" kata Rian.


"Terus mama kamu kemana?"


"Ada dikamar masih tidur" ucap Rian.


"Dengan keadaan begini Ayah tak yakin kamu bisa membuat putri saya dan cucu saya bahagia"


"Ayah jangan bicara seperti itu" ucap Lusi merasa tak enak pada Rian. Karena Ayahnya mengucapkan kata yang tak seharusnya.


"Ya memang betul kan" kata Ayah. "Lebih baik kamu pindah untuk tinggal sama Ayah. Ayah gak Sudi anak ayah yang sudah ayah besarkan susah payah harus tinggal di tempat ini"


Ucapan Ayah pun sangat menyinggung perasaan Rian. Dan Rian tidak mau Lusi untuk tinggal di dalam keadaan seperti itu, lebih baik Lusi tinggal di Bandung dengan ayahnya pikir ayahnya saat itu.


"Ayah, Lusi akan tetap bersama ku. Meskipun keadaan ku seperti ini. Lusi istri ku dia harus hidup bersama ku" ucap Rian.


"Eh gak bisa, Lusi dan cucu Ayah lebih baik tinggal bersama Ayah dan ibu nya di Bandung lebih layak" kata Ayah.


"Ayah benar apa kata Rian. Apapun keadaan Rian . Lusi akan tetap tinggal bersama Rian suami Lusi "jelas Lusi.


"Aku akan berjanji membahagiakan putri bapak meskipun mungkin keadaan nya memang seperti ini"


"Baiklah tapi ingat kalau kamu tidak bahagia bersama suami mu. Pulang lah ke rumah Ayah, dan ajak serta cucu ayah ya" kata Ayah.

__ADS_1


Lusi pun tak pernah menyangka jika ayah nya dapat berkata seperti itu. Saat melihat kondisi Lusi yang jauh dari kemewahan. Lusi mempertahankan dan tetap bersama hidup dengan suaminya yaitu Rian. Dan siap serta juga menerima keadaan Rian mau bagaimana pun keadaan nya.



__ADS_2