Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Dibalik semua itu


__ADS_3

Gery terlihat baru saja sampai di Jakarta karena sebelumnya Gery ke luar kota. Gery pun tampak tertawa jahat ia terlalu optimis bahwa apa yang ia lakukan dapat membunuh Rian namun sayang. Rencana nya gagal.


Ya... Kecelakaan yang terjadi itu semua berawal dari niat jahat Gery. Yang sebenernya ingin membunuh Rian dengan membuat rem yang mobil Rian bawa blong. Ia mengatur rencana bahwa Rian akan mengalami kecelakaan, dengan menyuruh orang suruhan untuk membuat mobil Rian blong kehilangan kendali.


"Pak, maaf karangan bunga di tolak"


"Kenapa?" Tanya Gery.


"Karena, disana tidak ada yang meninggal"


"Apa kamu serius"


"Serius"


Jadi rencana saya gagal benak Gery.


Lalu Gery pun tampak menelpon Rian. Dan tap... Di angkat.


"Ada apa ger" jawab Rian sehat walfiat. Gery pun tampak membulatkan matanya.


"Oh gak apa-apa. Lu sehat" ujar Gery pura-pura.


"Sehat gue. Kenapa tiba-tiba tanya gitu"


"Gak gue punya firasat buruk aja. Jadi gue telepon lu"


"Ya ampun kirain apa. Gue sehat ger"


" Oke deh. Dah dulu ya"


"Buru buru aja"


"Gue lagi sibuk banget bro"


Gery pun menutup telponnya.


"Siall" ucap Gery. "Kenapa dia gak mati sih" ucap Gery.

__ADS_1


Gery pun tampak bimbang dalam hatinya. Ia tidak menyangka bahwa Rian baik-baik saja. Bahkan tidak ada berita duka sekalipun yang menimpa. Mengapa bisa? Padahal sudah jelas saat itu Gery sudah menyuruh orang suruhan untuk membuat mobil Rian remnya blong. Hati Gery pun terasa kesal.


Lalu Gery pun tampak menelpon orang suruhan nya yang saat itu..orang yang sengaja ia bayar untuk membuat kecelakaan pada mobil Rian.


"bodoh. Lu bener kaga sih bikin mobil Rian blong. Hah??? Gue udah kirim karangan bunga duka cita, Rian masih sehat aja. Kerja lu gak beres, bangsatt"


"Maaf, boss. Saya udah lakukan sesuai perintah. Dan Saat itu memang terjadi kecelakaan. Namun sayang.."


"Kenapa?"


"Kecelakaan itu tetap terjadi. Namun bukan kecelakaan tunggal. Rian menabrak pengendara motor"


"Terus?"


"Dia baik-baik aja, justru pengendara motor yang Rian tabraklah luka parah"


"Dasar bodoh gitu aja gak becus" ucap Gery emosi.


Lalu Gery pun langsung menutup telepon itu dengan nada emosi. Ia merasa kesal karena renacananya gagal. Semua sengaja ia lakukan agar dapat memiliki Lusi. Ya Lusi istrinya Rian. Gery ingin memiliki Lusi seutuhnya dengan cara membunuh suaminya sekalipun suaminya itu adalah sahabat nya sendiri.


Lalu dengan keberanian diri. Tampak Gery yang datang ke rumah Rian. Tanpa undangan itu.


"Astaga... Sejak kapan dia disitu" ucap Lusi langsung kabur. Lusi pun berlari ke kamarnya. Dengan cepat ia langsung mengambil jaket longgar baseball dan memakai celana training. Setelah itu.


Lusi pun langsung kembali menemui Gery. Rasa malu pun sudah pasti ada. Namun tetap harus memarahi Gery yang masuk tanpa salam itu.


"Kalau masuk bisa gak sih ketok pintu dulu!! Jangan nyelonong aja" ucap Lusi yang kali ini dengan nada sedikit emosi.


Gery pun tampak tersenyum melihat Lusi yang berganti pakaian secepat P-Man.


"Lagian pintu gak dikunci dan terbuka. Gue penasaran aja takut ada maling. Tapi tadi beneran kok gue gak lihat" ucap Gery.


Lusi pun menghela napasnya. "Beneran"


"Iya"


"Oke terus kesini mau ngapain!!"

__ADS_1


"Ketemu Rian ada"


"Rian udah pergi ke kantor..malah dia bilang dia beliin pizza segala buat kamu ger"


"Oh ya.."


"Iya perhatian banget dia. Sampai istrinya sendiri gak diperhatiin"


"Ya, tapi seumur-umur dia gak pernah beliin gue pizza. Gue rasa itu bukan buat gue. Pasti buat orang lain"


"Maksudnya buat siapa?"


"Ya gak tahu, mungkin buat siapa gitu. Lagi juga kalau gue mau pizza, ngapain suruh dia beli. Gue beli sendiri kan bisa" ucap Gery.


Apa iya itu buat orang lain. Kalau buat orang lain lalu buat siapa?? Benak Lusi bertanya tanya dalam hati.


"By the way, lu udah biasa ya. Kalau nyambut tamu pakai lingerie gitu. Apa emang pakaian seharian lu itu begitu. Terbuka kaya Tarzan" ucap Gery.


Lusi pun tampak cemberut dan memandang Gery kesal. "Aku gak pernah kaya gitu. Lagi pula. Ya aku begitu buat suami lah. Tapi dia dah pergi duluan berangkat kerja"


Gery pun tampak tertawa. "Hahhaha... Ampun kesian banget lu jadi istri. Di anggurin. Udah berapa lama lu di anggurin. Dua abad ada"


"Please deh Ger, Rian tuh paling rajin ngajak kaya gitu. Cuma gak tahu akhir-akhir ini aja berubah"


"Emm.. sabar dah kalau jadi istri nya dia"


"Dah dari dulu kok. mending kamu pulang ger"


"loh emang kenapa?"


"gak terima tamu laki-laki kalau lagi gak ada suami"


"oh begitu ya. emang ngaruh"


"ya wanti-wanti aja takut ada fitnah"


"mm.. oke"

__ADS_1


lalu Gery pun tampak pulang. setelah itu..


__ADS_2