Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Dicabutnya fasilitas


__ADS_3

Suara deru napas terengah engah terdengar seisi di kamar itu. Desah demi desah terdengar menderu. Disebuah tempat yang tak asing lagi bagi Tanisa. Yaitu kamar hotel. Kamar hotel yang sengaja dipesan tampak penerangan yang di buat sedikit redup. Tampak sprei dan selimut yang tampak berserakan dan berantakan.


Terlihat Tanisa yang sedang melayani hasrat birahi dari seorang pria yang bernama Deon.


Sebetulnya Tanisa tak mau dan tak ingin melayani nafssu pria itu. Tapi apalah daya mana kala ia menolak semua tidak akan bisa. Sekalipun lari Tanisa bingung harus lari kemana. Dirinya tak mau kembali dan di buang lebah hitam itu. Namun ia pun seolah terpenjara dalam kehidupan Deon yang hanya berlandaskan nafsu. Ya mungkin Deon juga cinta. Tapi cinta yang terasa begitu menyakitkan.


Terlihat pria yang tampak sudah berumur 44 tahun dan dia adalah Deon mememainkan tubuh wanita yang sudah ia anggap sebagai boneka itu. Yang ia anggap sebagai pemuas. Walau dia belum menikahi Tanisa. Namun semua sudah menjadi makanan sehari-hari.


Deon tampak menunggangi Tanisa. Ya, Tanisa harus memuaskan menuntakan nasfsu pria dari ddihadanya kini.


Erangan demi erangan begitu terdengar memburu dikamar hotel itu. Ya, pria itu menumpahkan semua isi kepalanya tentang nafsu liar dalam dirinya pada wanita yang usianya masih sangat muda yakini 19 tahun itu. Menikmati setiap lekuk tubuh wanita yang begitu menggairahkan. Bodynya yang mulus dan selembut sutra mampu meluluh lantakan siapa saja yang melihat nya.


Goyangan itu semakin ia teruskan begitu kencang dan ganas. Mana kala melihat wajah Tanisa yang tampak memejamkan mata sambil mengigit bibir bawahnya. Entah itu sakit atau nikmat Deon tak peduli yang penting wanita itu sudah ada digenggamnya. Saat sudah sampai puncak kenikmatan yang tiada Tara m.


Ia pun menumpahkan seluruh cairan itu kepada pemilik lubang kenikmatan itu. Ya kepada Tanisa wanita muda itu.


Semuanya benih itu ia tumpahkan pada wanita itu.


Setelah pelepasan yang begitu mendalam dan sangat menggairahkan Tanisa tampak dipeluk erat oleh pria bertubuh kekar. Tangannya begitu kekar memegang tubuh Tanisa. Dan mencium bibir Tanisa berkali-kali. Keringat tampak diantara keduanya.


Ya memang nyaris dan hampir tiap hari Tanisa harus melayani pria itu. Pria yang Tanisa tak cintai sama sekali. Namun ia selalu ada dihidupnya.


Meski ia selalu ada..


Namun..


Perasaan Tanisa masih terasa perih dan merasa kehilangan cinta. Meski Tanisa sudah berusaha untuk mencintai Deon namun nyatanya cinta tak semudah itu datang. Hatinya tetap pada pemilik hatinya yaitu Gavino.


"Terimakasih kasih sayang sudah memuaskan ku. Aku senang bisa melakukan semua nya ini" ucap Deon pada Tanisa sambil mengecup keningnya.


"Aku tidak akan melepaskan mu. Sampai aku puaspun aku tidak akan melepaskan kan mu" ucap Deon.


Tanisa memandang dengan mata yang sayu.


"Aku mau tanya?" Tanya Tanisa.


"Apa" jawab Tanisa.


"Sudah hampir seminggu ini kamu tidak bekerja" kata Tanisa.


"Aku sudah tidak peduli lagi" jawab Deon.


"Lalu bagaimana dengan bisnis usaha mu dan segela nya" Tanisa bertanya dengan kening berkerut tampak heran dengan jawaban apa yang tutur oleh Deon.


"Itu biarkan saja, yang penting ada kamu yang menjadi pemuas. Aku lelah bekerja memikirkan bisnis. Disana sudah asisten dan putraku yang mengurus semua"jawabnya


Gila benar benar gila, batin Tanisa.


Tanisa pun terbangun lalu membersihkan diri. Mengingat dirinya begitu banyak bekas kecupan bibir yang tampak basah dari mulut Deon yang memang harus dibersihkan.


Lalu Tanisa pun mandi. Selesai mandi ia tampak melihat ponsel diatas nakas. Dan itu adalah ponsel milik Deon.


Selama tinggal dihotel itu, Tanisa tampak tak diberikan handphone seperti dulu. Deon mengambil ponsel. Agar Tanisa tidak menghubungi siapa-siapa lagi. Ya hidup Tanisa seolah seperti terkekang.


Dan seusai bermain cinta Deon tampak tertidur. Setelah pelepasan itu.


Tanisa pun memberanikan diri untuk mengambil handphone Deon. Dan membawanya ke kamar mandi. Dan Tanisa berusaha mencari nomer telepon Gavino karena ia teramat rindu dengan pria itu.


Tapi sayang.

__ADS_1


Tiba-tiba saja.


"Kamu mau hubungi siapa" ucap Deon menganggetkan Tanisa.


Tanisa pun kaget. Dan melihat ke arah Deon.


Deon pun membulatkan matanya saat dia tahu bahwa Tanisa mencoba mengambil ponselnya.


Ya Tanisa tidak bisa membuka ponsel Deon saat itu. Karena Deon memang memberikan kata sandi untuk teleponnya.


Dengan cepat Deon pun langsung menarik handphone itu menghapus dan memblokir nomer Gavino.


"Aku tahu kamu ingin menghubungi pria itu kan" kata Deon.


Ya Tanisa memang mencari nomer Deon.


Lalu dengan cepat Deon langsung menghapus nomer yang Tanisa tuju.


"Aku sudah menghapus nomer nya dari ponsel ku. Dan kamu tidak boleh menghubungi siapa-siapa. Awas kalau kamu berani" ucap Deon meremas tangan Tanisa kuat.


Deon pun memandang wajah Tanisa tajam.


"Kamu takan bisa lepas dan pergi dari hidupku Tanisa" bentaknya dengan mata yang tajam.


Tanisa pun tampak tertunduk dan tak banyak bicara lagi.


.


.


.


Ya, kedatang Dea anak dari Deon. Dea sengaja diundang makan malam oleh sang mama. Mama Mita mama dari Gavino. Mita dan Neni sudah kenal lama. Dan Neni ingin menjodohkan putrinya pada Gavino.


Namun ternyata jangankan untuk bilang mau. Kenalan saja Gavino tampak tak mau.


Melihat wanita yang datang padanya. Bukan membuat hatinya senang. Namun malah membuat Gavino tampak marah.


Gavino pun pergi meninggalkan sang mama dan juga Dea dimeja makan.


"Gavino. Vino..." Teriak sang mama masuk kedalam kamar Gavino.


Terlihat Gavino yang tampak marah dan masuk ke dalam kamar amar.


Gavino pun tampak menghapus air matanya. Tat kala ia kembali mengingat Tanisa.


Dan mamanya pun tampak menyusul. Saat suara pintu terbuka. Gavino langsung menghapus air matanya yang tanpa sadar terjatuh itu.


Dan mamanya tahu jika Gavino seperti menjatuhkan air matanya itu.


"Sejak kapan kamu jadi seperti ini. Gavino!! Sejak kapan" ucap sang mama. " Tanisa itu siapa?"


"Mama tidak perlu tahu dia siapa? Yang pasti dia wanita yang Gavino cintai ma" kata Gavino.


"Kamu tidak boleh keras kepala kamu anak mama satu satunya. Kamu harus nurut ikuti kata mama" kata mama Mita.


"Gavino tidak mau ma" ucap Gavino tak mau, dan menolak.


Lalu Mama Mita pun keluar dari kamar Gavino.

__ADS_1


Lalu tampak Dea menghampiri dan ijin pulang untuk ke rumah. Dea merasa jika kedatangnya memang malah membuat Gavino kesal. Meski batin Dea sebenarnya dia menyukai Gavino pria yang baru ia lihat itu. Dan ia pun juga sudah dijemput oleh adiknya Leon.


"Baiklah Tante saya pulang dulu ya. Sudah dijemput sama adik saya didepan" pamit Dea.


"Yaudah kamu boleh pulang. Nanti kita bicarakan lagi. Kamu setuju kan kenal Gavino dulu" kata mama.


"Saya sih mau saja, tapi.."


"Tapi kenapa?"


"Sepertinya Gavino nya yang gak mau dan gak suka sama saya" tutur Dea.


"Huss gak boleh gitu. Kita kan gak tahu hati seseorang itu bisa berubah. Biasa anak sekarang suka labil"


"Terus Tante?"


"Apa?"


"Tadi yang Gavino bilang maksudnya Tanisa itu siapa ya?" Tanya Dea.


"Tante juga gak tahu, Gavino selama ini gak pernah kenalin cewek sama Tante"


Lalu tampak Dea yang ijin pulang.


"Yaudah deh Tante saya permisi"


Lalu Dea pun kedepan rumah sudah ada Leon adiknya yang menunggu didepan.


Terlihat Leon yang sudah menunggu didepan rumah. Dengan mobil Jeep keluaran terbaru yang sudah terpakarkir itu.


Pria berumur 20 tahun sudah tampak menunggu. Dan wanita berumur 22 tahun itu pun menghampiri.


Lalu masuk kedalam mobil itu.


"Bagaimana udah ketemu sama pria pilihan mama" tanya Leon pada kakaknya.


"Udah"jawab nya singkat.


"Terus?" Tanya Leon.


"Suka" jawab Dea sambil tersenyum bahagia. Karena bertemu dengan pria yang tampan walau kedatangannya tidak disambut baik.


"Karena ganteng"tanya Leon lagi memastikan.


"Iya, dia juga keren tapi ada satu yang buat aku heran"


"Apa?"


"Ternyata dia bilang. Papa kita sudah punya kekasih baru, papa kita Leon punya pacar"


"Kamu serius" tanya Leon kaget mendengar apa yang disampaikan oleh kakaknya.


"Iya" jelas Dea mengatakan apa yang ia dengar.


"Ini gak bisa dibiarkan!!!" Jelas Leon.


"Kenapa?"


"Kok kenapa?? Aku gak mau kalau mama dan papa bercerai"

__ADS_1


Leon memang paling tidak suka mama dan papanya bercerai.. Leon tak mau punya keluarga hancur dan berantakan. Karena dia sangat menyayangi keluarganya.


__ADS_2