Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Hadiah


__ADS_3

Lalu sesampainya dikantor tempat dimana Deon memimpin sebuah perusahaan. Ya perusahaan yang sudah lama ia rintis bersama papanya Gavino. Usaha dibidang properti itu.


Deon tampak di meja karjanya mempersiapkan beberapa poin yang akan ia sampaikan pada meeting nanti. Soal rencana membangun apartemen.


Disela-sela waktu Deon pun menelpon bodyguard nya bermama Fendy, untuk memastikan bahwa Tanisa tidak kabur darinya.


"Apakah dia sudah dirumah" tanya Deon pada Fendy.


"Sudah pak dia sudah kembali kerumah"


"Pastikan dia tak pergi kemana-mana..pastikan dia dirumah. Saya tidak ingin kehilangan dia"


"Ya pak saya akan mengawasinya"


Deon pun bernapas lega


Setelah itu Deon pun bisa dapat tenang melaksanakan meeting siang itu. Ia tak mau pujaan hatinya meninggalkan dirinya. Ia tak mau Tanisa pergi.


Lalu Deon pun tampak meeting bersama.


Setelah selesai meeting Deon tampak mengbrol dengan Gavino.


"Aku melihat dirimu sudah tak seperti dulu. Kemana wanita-wanita mu" tanya Deon tampak heran. Karena Gavino yang dikenal playboy itu tidak pernah memamerkan wanita nya.


Gavino pun tampak menggeleng kan kepalanya seolah mewakili perasaannya saat ini.


"Saya sedang tidak fokus untuk mencari wanita" jawab nya lemah.


"Kenapa? Apakah kamu sedang fokus kerja" tanya Deon.


"Tidak"


"Lalu?"


"Saya hanya sedang merasa kehilangan wanita. Baru kali ini saya merasakan benar-benar kehilang seorang wanita"


"Apakah itu artinya kamu mencintai wanita itu"


"Iya. Saya sangat mencintainya. Kini saya sadar bahwa saya mencintai. Namun sulit" jawabnya datar dengan mata


"Kenapa?" Tanya Deon.


"Saya tidak tahu dia kini ada dimana?" Ucap Gavino sedih.


Deon pun tampak menepuk bahu Gavino untuk menguatkan.


"Baru kali ini saya melihatmu menderita begini. Karena seorang wanita" ucap Deon.


"Ya dari ini aku belajar kita harus menghargai wanita yang benar-benar mencintai secara tulus. Karena disaat dia pergi, kita baru merasakan bahwa kita sudah merasa kehilangan dirinya. Andai waktu bisa saya ulang. Ingin rasanya bertemu walau hanya sekali" tutur Gavino.


"Untuk?" Tanya Deon.


"Untuk mengatakan cinta" kata Gavino.


"Ya memang inilah kehidupan kita tak pernah tahu kepada siapa akan jatuh cinta. Dan kepada siapa kita akan bahagia. Seperti halnya saat ini. Saya baru merasakan lagi. Yang namanya jatuh cinta" kata Deon yang kini sedang falling in love pada seorang wanita.


"Bapak beruntung bisa merasakan cinta tidak seperti saya. Yang sedih dan patah hati"


"Sabar anak muda, Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu" ucap Deon.

__ADS_1


"Iya pak makasih"


"Saya ingin memberikan hadiah untuk pacar saya menurut mu yang bagus apa?"


"Semua wanita menyukai semua yang indah. Dia suka semua yang tampak indah dimatanya, entah itu bunga, kalung atau juga mungkin cincin permata. Bukan nilai atau harga yang ia lihat sebenernya pada benda itu. Tapi ia melihat betapa berharganya dia. Saat ia dihargai, saat itulah merasa dicintai" ucap Gavino.


"Kamu jadi tampak puitis"


"Ya, saat kita menyukai seorang wanita dengan nafsu. Kita hanya sebatas melihat dengan mata. Namun telah kehilangan hatinya. Tapi disaat kita melihat dengan hati dan perasaan, saat itulah kita baru membuka mata bahwa kita mencintai nya"


Ya ...


Saat ini perasan Gavino memang sedang sedih dengan cintanya yang telah pergi. Gavino pun mungkin sulit mencari pengganti sesosok yang bersemayam dihatinya kini.


Gavino pun tersadar bahwa yang ia anggap tidak berharga itu. Ternyata sangat berharga dihatinya.


Andai ia bisa memutar kembali waktu yang berputar.


Dan andai semua waktu kembali.


Sungguh!!!


Ia takan pernah membuat hati Tanisa kecewa. Apalagi membiarkan dirinya pergi. Dan membiarkan dia menangis sendirian.


Memang...


Harta yang dimiliki Gavino itu banyak, namun semata mata hanyalah hiasan dunia.


Dan..


Apalah arti semuanya jika hatinya tampak kehilangan arah. Berjuta juta uang, berjuta juta kekayaan yang ada kini. Tak akan cukup membeli cinta yang karam terbawa pada arus cinta, yang membawa nya pada sebuah kehilangan cinta yang menyakitkan.


Memang Tanisa masih hidup dan belum mati. Tapi terasa sulit untuk menemukan nya kembali.


.


.


Setelah makan siang, Gavino pun menemani Deon memberikan sebuah hadiah untuk sang pujaan hati bagi Deon. Memberikan yang terbaik.


Gavino pun tampak membantu memilihkan hadiah itu. Lalu dari sekian banyak yang ia lihat, Gavino tampak melihat sebuah kalung yang membuat nya jatuh hati. Gavino pun memberikan saran untuk memberikan sebuah kalung. Kalung berlian yang tampak indah.


"Ini sangat bagus pak Deon" ucap Gavino tampak memberikan saran pada Deon.


"Kamu yakin?" Ujar Deon.


"Ya, saya pun jika jadi bapak akan memberikan ini"


"Oh baiklah. Saya akan memberikan ini. Semoga setelah ini ia semakin mencintai saya"


"Saya harap juga begitu. Semoga bapak bahagia"


"Jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengannya dan memberi kecupan yang mesra" ucap Deon yang pikirannya mulai kemana-mana membayangkan wajah Tanisa.


.


.


.

__ADS_1


Lalu sepulang nya dari kantor.


Deon pun menemui Tanisa dirumah. Tampak Tanisa yang tersenyum menyambut Deon untuk pulang.


Tanisa tampak terlihat begitu seksi dan sangat cantik. Dimata Deon Tanisa adalah penyemangat dalam hidupnya.


"Aku memberikan hadiah ini untuk mu" ucap Deon memberikan sebuah kotak.


"Apa ini pak" tanya Tanisa.


"Buka saja"perintah Deon.


Lalu Tanisa pun membuka nya dan melihat ternyata isinya adalah sebuah kalung emas yang begitu cantik. Tanisa pun tampak bahagia.


"Terimakasih" ucap Tanisa senang.


"Hanya terimakasih" kata Deon.


"Memangnya harus apa?" Tanisa heran.


"Cium ya"pinta Deon.


"Cium?"


"Iya"


Lalu Tanisa pun tampak mencium pipi pria tua itu.


"Bibir juga ya" pinta Deon.


Pria tua itu pun mengangkat tubuh Tanisa dan dengan cepat pula mencium bibir Tanisa dengan mesra dan lembut. Tangan pria tua yang kekar itu pun mampu mengangkat tubuh Tanisa. Dan dengan cepat ia mencium bibir Tanisa dengan penuh gairah.


"Tanisa"


"Ya"


"Berjanjilah kalau kamu mencintai ku sepenuh hatimu dan takan pernah tinggalkan aku"


"I-iya pak" ucap Tanisa dengan napas terengah-engah karena ciuman Deon yang begitu menggairahkan.


"Janji dan katakanlah kalau kamu takan pernah tinggalkan ku" Deon menarik ciuman bibir itu. Dan meminta Tanisa untuk mengatakan itu.


"Aku janji takan meninggalkan mu pak Deon"


"Sungguh menggemaskan sekali ucapan mu sayang!!" Deon tampak tersenyum pada wanita dihadapannya kini.


Deon pun kembali mencium Tanisa dengan penuh gairah dan laki-laki.


Bagi Deon Tanisa adalah paket lengkap dalam hidupnya, yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


Tanisa telah membuatnya jatuh cinta.


Meskipun Tanisa terbilang muda, dan bahkan lebih muda dari usia anaknya. Namun Deon tak peduli.


Tanisa adalah wanita yang paling mengerti dirinya saat ini dibandingkan dengan istrinya saat ini.


Wajahnya cantik, kelembutan hati Tanisa yang terpancar. Seolah tak ada yang mampu menyaingi wanita mana pun.


Meskipun hanya ciuman bibir namun Deon melakukan itu sangat lama.

__ADS_1


Ya sangat lama..


Ia melakukan itu semua penuh gairah dan seolah jiwa mudanya kembali meronta pada wanita yang masih berusia 19 tahun itu.


__ADS_2