Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Lebih dalam


__ADS_3

Masih suasana dikediaman rumah Demian.


Lusi yang terasa lemas badannya karena perut nya yang lapar tak buru-buru langsung dipulangkan begitu saja oleh Demian.


Demian datang dan membawa makanan dan itu bubur untuk Lusi.


Pria dingin itu terlihat marah pada asisten yang bernama Edy karena dirinya yang ingin memulangkan Lusi tanpa pemberitahuan kepadanya.


"Jangan kau pulang kan dulu sebelum dia makan disini" perintah Demian.


"Rupanya kau mulai perhatian" kata Edy.


"Aku tidak perhatian hanya saja, yang aku tahu orang sakit biasanya makan bubur. Aku menyuruh seseorang untuk membelikan bubur" kata Demian dengan tatapan yang sinis.


"Apakah bubur itu tidak kamj taruh racun" ucap Lusi yang takut memakannya.


"Aku tidak mau masuk penjara hanya karena membunuh manusia tidak berguna seperti mu, lebih baik kau makan sebelum aku semakin kesal padamu" kata Demian.


"Aku tidak mau makan sebelum aku tahu bahwa putra ku baik-baik saja" kata Lusi.


"Dia baik, aku pun tidak akan membunuh anak kecil sekalipun ia sangat cengeng dan buat kesal dia aman bersama nenek tua itu" kata Demian yang menyebut Renata nenek tua.


"Lalu kenapa aku dipisahkan dengan putra ku" teriak Lusi kesal.


"Supaya kau cepat membayar hutang mu!!!!!! Dan sekarang!!!! Makanlah dengan cepat" kata Demian.


Tiba-tiba Edy ijin keluar.


"Boss saya permisi ada sesuatu yang perlu saya kerjakan" ucap Edy ijin keluar kamar.


"Pergilah"


Kini hanya Demian dan Lusi yang berada didalam kamar. Dengan tatapan tajam Demian pun menatap Lusi yang sedang duduk diatas kasur itu. Lalu Demian pun melihat ke arah Lusi yang sedang makan bubur pemberiannya itu.


"Makan lah dengan cepat" ucap Demian menarik sendok ditangan Lusi dan memasukan sendok kedalam mulut Lusi berulang dengan kasar, Demian menyuapi Lusi hingga Lusi kesulitan untuk menelannya.


Lusi pun merasa tidak terima dan akhirnya..


"Hentikan kau ingin membunuh ku!!!" kata Lusi dengan cepat menarik sendok itu dari tangan Demian, dan melempar sendok itu.


Lusi pun langsung meminum air yang berada atas nakas. Merasa kesal dengan kelakuan Demian terhadap diri Lusi.


"Ini cara mu memperlakukan wanita" ucap Lusi dengan sorot mata yang tajam karena kesal pada Demian.


"Kalau iya kenapa!!!!!!" Ucap Demian memandang wajah Lusi dengan dekat. Saat itu mereka pun tampak saling menatap satu sama lain di ranjang yabg empuk.


Merasa canggung akhirnya Lusi pun membuang wajahnya ke samping saat mata Demian bertemu dengan Lusi begitu lama.


"Mundurkan dirimu aku tidak suka ditatap terlalu lama" ucap Lusi kesal.


"Kamu pikir aku Sudi menatap mu,"


Meski Demian berbicara tidak mau menatap tapi mata Demian terus saja memandang wajah Lusi. Entah mengapa Demian merasa jika dirinya tak mau melepaskan pandangannya. Seketika Demian melihat bibir Lusi yang sedikit kotor karena bubur yang ia makan lalu Demian menghapus bekas bubur itu. Entah mengapa ada perasaan Demian ingin sekali merasakan bibir dan ciuman dari pemilik bibir itu. Demian pun memegang bibir Lusi dengan lembut.

__ADS_1


"Jangan kamu pegang bibir ku!!!" ucap Lusi mendorong tangan Demian.


"Lalu kenapa jika aku memegangnya!!!" ucap Demian yang kembali menatap Lusi lekat.


"Tidak ada hak kau memegangnya"


Ucapan Lusi seolah membuat Demian untuk melakukan hal yang lebih.


Seumur hidup Demian tak pernah sekalipun berciuman dengan seorang wanita, Demian terlalu banyak hidup dalam bisnis hingga lupa dengan obsesinya untuk mencari wanita. Banyak wanita yang mengincarnya namun Demian tak suka karena dari mereka cuma mengincar harta.


Dan baru kali ini.


Dari sekian banyak orang yang berhutang padanya baru kali ini Demian menagih hutang pada seorang wanita.


Bibir Lusi yang terlihat menggoda, dan wajah Lusi yang ayu dan cantik membuat gairah Demian bangkit secara tiba-tiba dan ingin mencicipi dan merasakan apa arti sebuah ciuman itu.


Dalam hidup aku tak pernah sekalipun berciuman pada seorang wanita, tidak salahnya aku mencoba pada wanita yang mengesalkan ini. Ingin sekali aku rasakan berciuman. Lagi pula ini hanya cuma sekedar percobaan, tanpa cinta dan tak mungkin aku merasakan cinta pada wanita yang tak berharga ini. Anggap saja ini latihan tidak salahnya aku mencoba nya dengan wanita ini, batin Demian.


"Kau ingin bertemu dengan putra mu, ada syaratnya" kata Demian.


"Apa?" Tanya Lusi.


"Berciuman lah dengan ku" pinta Demian


"Dasar tidak waras!!!!" Sarkas Lusi.


"Aku tidak peduli seberapa besar kau menyebut diriku tidak waras, tapi itu adalah syarat nya"


"Aku tidak mau!!!"


"Brngsk.. brngsk.. kurang ajar" ucap Lusi yang marah dan kesal dan memukul tubuh Demian.


Lalu dengan cepat Demian menarik tangan Lusi.


"Baiklah itu pilihan mu, aku akan ceburkan putra mu ke dalam kandang buaya" ancam Demian.


"Kamu jahat, kamu sangat jahat"


"Segara lakukan pilihan!!!"


"Baiklah, baiklah kita hanya berciuman. Pastikan jika itu tidak akan lama"


"Iya hanya 5 detik tidak lama jika dibanding dengan dirimu yang sudah banyak bermain cinta" lalu dengan cepat Demian menarik Lusi dan menggendog Lusi dan mendudukkan dimeja rias. Sementara Demian dengan posisi berdiri sambil menatap Lusi tajam. Lusi pun bergetar mana kala Demian melihat wajah Lusi tanpa lepas sedikit pun.


"Bersiaplah, anggap ini permainan untuk kita" kata Demian.


Lalu dengan cepat Demian mendekatkan diri pada Lusi Demian percaya bahwa dirinya tak mungkin mencintai Lusi jadi dia berani melakukan hal tersebut.


Kepala Demian semakin dekat dan akhirnya pun mencium bibir Lusi dengan posisi Lusi duduk dan Demian mendorong nya. Sementara posisi Demian masih berdiri.


Lusi tidak menyangka bila dirinya berciuman dengan pria yang baru saja ia kenal itu. Seperti mimpi buruk, tanpa terasa air mata Lusi terjatuh.


Demian pun tanpa terasa suhu tubuhnya mulai naik merasakan bibir dari seorang janda yang tengah hamil itu.

__ADS_1


Ini pertama kalinya aku berciuman, berciuman dengan wanita yang baru saja aku kenal. Oh seperti ini rupanya ciuman, aku tak menyangka akan sangat menegangkan ini. Batin Demian.


"Cukup hentikan!!!" pinta Lusi.


Bukan berhenti, justru Demian malah melakukannya lebih dalam yang tadinya hanya menempel saja bibir itu, kini Demian ingin memasukan lidah kedalam mulut Lusi.


"Buka mulut mu!!!" ucap Demian.


Lusi pun tampak menggelengkan kepalanya syarat penolakan dari Lusi.


"Cepat lakukan!!!" Perintah keras dari Demian dan langsung membuka mulut Lusi dengan paksa yakni dengan mencengkram mulut Lusi. Demian pun langsung naik gairah saat melihat wajah Lusi sata itu dan langsung memasukkan lidahnya kedalam mulut Lusi lalu memainkan nya.


Lihat lah betapa mudahnya aku memilki wanita tanpa harus aku menikahinya. Sekalipun ini pertama bagiku namun aku harus menunjukan bahwa ini adalah paling berkesan untuknya batin Demian sambil memainkan lidahnya kesana kemari dengan paksa sambil memegang tangan Lusi dengan kuat agar Lusi tidak bisa bergerak.


Lusi pun merasa Demian keterlaluan dan dengan cepat Lusi pun menampar Demian.


Plaaakkk...


"Sudah cukup kau lakukan itu semua padaku!!!" Ucap Lusi kesal sambil menangis.


Lalu dengan cepat Demian lansung melotot ke arah Lusi saat Lusi dengan berani menampar dirinya. Demian pun mencium leher Lusi dengan kuat hingga menimbulkan beberapa bekas tanda itu, sampai ciuman itu kini beralih lagi ke bibir Lusi. Lusi tak bisa berkutik saat Demian mengunci tubuh Lusi dengan mendorongnya kuat dan tangannya yang Lusi yang pegang kuat juga.


Mmmmmmmmpppphhhhh


Ciuman panas itu terjadi lagi.


Ceklek..


Seketika Edy datang dan kaget melihat pemandangan antara Demian dan Lusi yang saling berciuman.


Prok prok prok


tepuk tangan dari Edy menyadarkan bahwa ada orang lain yang masuk.


Demian pun langsung menoleh dan melepas ciuman itu. Dan kaget melihat Edy dibelakangnya.


"Kau" kata Demian kaget.


"Hemm hebat bilang nya tidak butuh wanita tapi diam-diam kau menciumnya dengan panas" sindir Edy kepada bossnya.


"Aku hanya ingin menunjukan bahwa wanita ini mampu aku kuasai" lalu dengan cepat Demian menarik Lusi kuat. Dan mendorong Lusi ke arah Edy.


"Aku sudah tidak membutuhkan dia, bawalah pergi" ucap Demian.


Bruugh..


Beruntung Edy menangkap Lusi dengan cepat sehingga Lusi tidak terjatuh.


Hati Lusi pun perih pada saat itu benar-benar perih ketika diri Lusi begitu terlihat murahan dihadapan kedua pria itu.


"Bawalah pergi wanita itu dari pandangan ku" kata Demian kepada Edy.


"Dan jangan lupa dirimu wanita sial!!!! Pastikan dua Minggu kau dapat melunasi hutang mu. Berikan putranya, aku tidak mau melihat wanita ini lagi" ucap Demian pergi dengan wajah dingin sambil mengelap mulutnya dengan tisu. Seolah jijik setelah dirinya berciuman pada Lusi.

__ADS_1


Lalu tak lama seseorang memberikan Fabio pada Lusi, Lusi pun membekap Fabio dengan air mata. Menunjukan bahwa dirinya tak mau melepaskan Fabio sama sekali.


"Hiks hiks hiks" tangisan Lusi yang terasa perih didalam hati mengingat perlakuan Demian yang kurang ajar pada dirinya itu .


__ADS_2