
Setelah itu, keesokan harinya Gavino tampak memandang foto Marisa yang ia cari melalui media sosial. Gavino melihat postingan foto Marisa yang dulu. Gavino pun kaget ternyata dulu Marisa normal dengan kaki yang ia miliki. Tanpa ada cacat sedikit pun. Seketika satu kata yang diucapkan Gavino adalah cantik. Ya kata itu terus terucap dalam hatinya.
Gavino pun tampak kaget, karena Marisa dulunya wanita yang cantik dan normal. Tanpa kekurangan. Seketika Gavino merasa bersalah yang pernah mengucapkan dia wanita cacat yang tak pantas untuk dirinya.
Nyatanya Marisa adalah wanita yang kuat dalam menghadapi semuanya. Jika waktu bisa diulang, Gavino ingin menarik kata-katanya. Dan ingin mengenal Marisa lebih jauh.
Lalu keesokan harinya, Gavino datang kerumah Marisa. Dia memberanikan diri untuk menemui Marisa lagi. Ingin sekali Gavino menyatakan cinta pada Marisa.
Namun bukan kata cinta yang Gavino bisa sampaikan. Namun sebuah surat. Yaitu surat undangan. Undangan pernikahan Marisa dengan calonnya.
"Apa ini" tanya Gavino.
"Surat" jawab Marisa.
"Surat apa?"
"Ya kamu bisa baca ini, ini adalah surat undangan pernikahan. Dua minggu lagi gue akan menikah"jelas Marisa.
"Siapa pria yang beruntung yang akan menikahi dengan Lo"
"Apa?" Ucap Marisa kaget. Saat tiba-tiba Gavino membicarakan masalah pria beruntung.
"Siapa orangnya" tanya Gavino.
"Apa sih, kenapa emangnya?"
"Gue gak setuju" ujar Gavino tiba tiba.
"Emang masalahnya apa? Pria itu bukan siapa-siapa dan bukan masalah buat Lo kan"
"Bukan gitu Marisa, bukan gitu"
"Lalu apa?"
"Gue nyesel. Gue pernah dapat ijin dari bokap lu buat nikahin lu. Tapi gue tolak mentah-mentah saat gue tahu ternyata lu cacat"
__ADS_1
"Apa sih lu gila ya" ucap Marisa bingung.
"Iya gue baru sadar kalau gue gila, dan ternyata lu udah ambil hati gue. Pertemuan singkat kita kemarin membuat gue sadar"
"Maksudnya apa?"
"Bukan kesempurnaan pada cinta. Tapi lu bisa kan batalin semua"
"Lu jangan bodoh. Gue akan segera menikah dan itu sebentar lagi"
"Gak ada ruang buat gue sedikit aja"
"Surat undangan ini gue rasa sudah cukup jelas"
Gavino pun tampak menarik tangan Marisa dan Marisa tampak hampir terjatuh dan Gavino memagang Marisa lalu memandang wajah Marisa. Seketika Gavino pun tampak memandang lama pada wajah Marisa.
Bibir itu, bibir merah itu. Yang tak pernah sekalipun disentuh orang. Tubuhnya, aroma tubuhnya yang tak pernah sekalipun disentuh atau dinikmati orang. Marisa ternyata kamu sempurna. Batin Gavino. Memandang Marisa lama.
Lalu Gavino pun tampak melepas tubuh Marisa.
"Eh gak jelas tuh orang" ujar Marisa kesal.
Dan Gavino pulang dengan membawa kekecewaan yang terasa begitu berat dalam hatinya.
Lalu saat dijalan ia tak sengaja bertemu dengan David. Ayah dari Marisa. Lalu Gavino mengajaknya untuk makan disebuah restoran.
"Tumben kamu mengajak makan dan mentraktir" ucap David pada Gavino.
"Iya, sengaja. Ada sesuatu yang ingin di sampaikan"
"Apa?" Tanya ayah dari Marisa.
"Bisakah aku saja yang menjadi pendamping Marisa. Ternyata aku suka dengannya"
Lalu tampak David tertawa.
__ADS_1
"Hahaha, kemarin kamu kemana saja. Kau seperti menjilat ludah mu sendiri. Dua minggu lagi dia akan menikah dan itu mana mungkin. Kau sendiri yang bilang tidak mau menikah dengan putri saya"jelas David.
"Aku berubah pikiran"
"Saya tidak bisa, saya permisi" David pun pergi.
Gavino pun menarik napas beratnya..
.
.
.
Sore harinya, Gavino pun tampak berkumpul dengan temannya. Gavino tampak melamun sambil memikirkan perasaanya. Baru kali ini Gavino masih punya perasaan karena sebelumnya Gavino hanya tahu obesesi dan prestasi. Tanpa peduli cinta.
"Bro lu diem aja kenapa? Sakit gigi" Tanya salah satu temannya.
"Sakit hati gue" jawab Gavino.
"Sakit hati gimana, cadangan cewek lu banyak"
"Udah putus semua buat apa gue pacaran sama cewek-cewek matre itu semua. Gue cuma dijadiin atm berjalan buat apa?"
"Akhirnya lu sadar kemarin lu kemana aja" jawab teman Gavino.
"Iya"
"Jaman sekarang susah sih buat dapatin cewek yang bener-bener tulus. Apalagi yang masih virgin"
Seketika Gavino pun menoleh. Dia pun kembali teringat Marisa.
Ya, selama ini Gavino hanya bermain dengan wanita.
Andai gue bisa dapatin Marisa batin Gavino.
__ADS_1