Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Memeluk Bulan


__ADS_3

Terlihat Marisa yang menikmati hidangan santap diacara nikahan dan menghampiri Angga.


"Kak?"ucap Marisa.


"Apa?" Tanya Angga.


"Jangan lupa"


"Kenapa?"


"Kabarin"


"Apa"


"Itu temen kuliah kakak ada gak yang namanya Rian"


"Tapi tar dulu" Angga panik


"Kenapa?" tanya Marisa.


"Kakak tar malam mau fokus malam pertama dulu"


"Iya tahu"


"Kamu mau juga gak malam pertama"


"Gak lah"


"Kali udah ngebet juga"


"Hiss" Marisa pun tampak kesal.


Lalu Marisa pun pulang.. dan kembali ke Jakarta..


.............


Sementara itu, terlihat Juna yang duduk sambil menikmati suasana sore hari kala itu. Dan terlihat mama yang senang dan sekaligus bahagia. Karena dapat bunga yang katanya itu dari calon menantu nya. Dan padahal baru kenal.


Direlung hati terdalam Juna pun sebenarnya ada rasa pada wanita yang bernama Marisa, apalagi disaat sang mama sangat menyukai wanita yang baru saja ia kenali itu. Namun Juna masih belum tahu apakah perasaanya itu salah atau tidak.


"Juna" ucap mama.


"Ya ma"


"Kemarin siapa?"


"Yang mana?Wanita yang bernama Marisa"


"Iya, Mama suka dengan dia. Orangnya baik dan cantik"


Jun pun hanya tampak tersenyum sambil memandang mama.


"Sudah saatnya kamu melupakan Lusi" ucap sang Mama.


"Ia aku pun sudah berusaha untuk melupakannya" ucap Juna.


Tiba-tiba kak Elfa pun datang menghampiri Juna yang tampak berdua dengan sang mama.


"Jun kamu bagaimana sama Marisa?" tanya Kak Elfa.


Juna pun tampak masih saja tampak tersenyum.


"Dia yang dikenalkan sama Tante Ami kan" ucap Elfa.


"Iya" jawab Juna.

__ADS_1


"Kakak pernah salah sama kamu. Kakak sadar itu. Kakak yang pernah melarang kamu untuk memiliki hubungan dengan Lusi. Sampai-sampai ia dilamar duluan oleh pria lain.. kini saatnya kakak menebus kesalahan itu. Kalau kamu suka dengan Marisa, Kakak mau kamu segera memilikinya. Ya kalau mau sekalian kamu lamar dia"


Juna pun tampak menoleh ke arah kak Elfa. Ia kaget atas ucapan Elfa untuk melamar Marisa.


"Apakah itu tidak terlalu cepat" ucap Juna.


"Kakak cuma tidak mau ia keburu dilamar oleh pria lain"


Juna pun tampak berfikir. Juna tampak tak bisa memunafikan hatinya yang memang ada pada dasarnya pada Marisa. Ya.. Juna menyukai wanita yang bernama Marisa itu. Marisa yang datang dipikiran Juna dengan perlahan namun pasti..


Dan Juna tidak paham untuk melamar itu cara yang salah atau benar pada Marisa. Tapi yang pasti dilubuk hati terdalam Juna, Juna menginginkan Marisa memiliki perasaan yang sama juga yaitu, belajar saling cinta. Juna sudah siap bila harus membuka hatinya pada wanita cantik itu.


Mar?? Gue emang gak tahu perasaan gue sama lu seperti apa. Dan gue gak tahu, perasaan lu sendiri seperti apa. Entah Beneran cinta atau bukan. Namun yang pasti gue bahagia dapat mengenal lu.. dan gue harap lu adalah orang yang mampu bisa mengisi hati gue yang kosong ini. Gue niat melamar lu besok. Mudah-mudahan memang ini langkah yang terbaik. Gue gak mau lagi, kalah cepat seperti dulu.. gue gak mau lu lepas dari genggaman gue. Seperti halnya saat gue melepaskan Lusi untuk selamanya. Gue sayang sama lu Marisa.. untuk saat ini. Dan gue harap seterusnya.. Benak Juna.


Juna pun sengaja, Tidak memberi tahu Marisa. Juna ingin semua menjadi kejutan untuk Marisa. Juna pun tampak menelpon Marisa. Menanyakan hal yang Marisa sukai.. dan ia akan membawakan semua yang Marisa sukai saat lamaran nanti.. ya lamaran meski terkesan dadakan. Namun semua memang harus dilakukan demi mendapatkan hati Marisa.


Juna pun tampak menelpon Marisa.


"Marisa lu suka apa?" Tanya Juna.


"Gue suka bunga, boneka, dan cake"


"Cuma itu"


"Adalagi kok"


"Apa??" tanya Juna


"Bulan" jawab Marisa.


"Kenapa bulan?"


"Gue suka bulan karena dapat menerangi kita saat di malam hari"


"Kenapa?"


"Besok gue mau datang" ucap Juna


"Ngapain?"


"Kejutan lah pokoknya" ucap Juna.


"Bawa bulan gak"


"Gak.."


"Kenapa?"


"Karena gue gak mau jadi si pungguk yang merindukan bulan"


"Lu terlalu tamvan buat jadi si pungguk"


"Terus"


"Jadi bintang ajah. Bintang perak"


"Apaan tuh?" Tanya Juna.


"Nama novel"


"Ooh"


"Eh tau gak tadi gue abis dari Bandung" ucap Marisa.


"Terus??"

__ADS_1


"Ada cewek lenjeh banget nyanyi lagu ulah ceurik"


"Tau gak artinya?" Tanya Juna.


"Jangan nangis kan"


"Kirain gak tahu artinya. pinter.. btw lu juga nyanyi deh buat gue"


"Lagu apa?"


"Yang ada bulannya"


"Apa ya, lagu Rosa deh Memeluk bulan" ucap Marisa.


"Yaudah gue dengerin" ucap Juna.


"Kini kusadari rasa ini tak mungkin


Dapat terwujud dalam kisah-kasih kita


Kini ku mengerti tulus cinta ini


Hanyalah mimpi panjang yang tak pernah usai


Karena 'tuk bersamamu


Bagaikan berharap memeluk bulan"


Juna pun tampak bertepuk tangan.


"Bagus mar.. tapi...." Ucap Juna


"Kenapa?"


"Gue harap cinta gue. Gak kaya lagu Rosa. bagai berharap memeluk bulan"


"Buat siapa?"


"Buat elo. Gue cinta sama lu mar."


"Apaan sih lu Jun.."


"Mar gue serius gue cinta sama lu"


"Ya kita lihat nanti ya. Gue sih gak nutup buat siapa-siapa cuma nanti gue jawab nya. Untuk saat ini gue gak bisa jawab"


"Yaudah besok .. janji iya"


"Iya"


"gue besok mau datang sekalian nanyain jawaban soal cinta gue mar"


Marisa pun hanya tampak tersenyum dan kaget atas pengakuan cinta Juna yang tiba-tiba bilang cinta. Meskipun Marisa menemukan kata nyaman bersama Juna. Namun...


*Semua akan di jawab diepisode berikut nya yachh...


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2