Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Begini rasanya menjadi yang kedua


__ADS_3

Setelah itu Lusi pun diterima oleh keluarga besar dari Gery. Lusi pun sebenernya bahagia memiliki keluarga baru dalam hidupnya tapi Lusi sebenarnya berat karena perasaan wanita itu tak selalu sama, Lusi tahu rasanya sakit saat diduakan.


Lusi ingat betul bagaimana dia pernah hampir mau bunuh diri juga saat Rian mengatakan bahwa ia ingin menikah lagi. Dunia seakan runtuh dan hancur berkeping. Namun walau akhirnya ikhlas.


Namun pada akhirnya juga tanpa mendua Marisa sudah keburu sadar dan mengingat apa yang ia lakukan adalah suatu kesalahan besar untuknya. Karena merusak rumah tangga orang lain.


Kini Lusi yang berada diposisi Marisa, berada dalam keadaan salah. Mengorbankan hidup dirinya yang tak mau tersiksa namun pada akhirnya mengorbankan dengan menyiksa hati wanita lain dengan cara masuk kedalam rumah tangganya. Dan Lusi menyadari apa yang ia lakukan adalah kesalahan besar.


Lusi pun membantu membereskan meja makan yang terlihat berantakan setelah makan bersama. Lalu Lusi pun teringat akan Liana yang masih dikamar belum makan.


Lalu Lusi pun menyendokan makanan untuk Liana saat itu.


"Kamu mau nambah lagi" tanya Gery.


"Bukan, tidak untukku tapi ini untuk Liana" kata Lusi yang saat itu memegang piring nasi ditangannya.


"Biar aku saja yang memberinya" kata Gery.


"Jangan" kaya Lusi


"Kenapa?" tanya Gery.


"Aku adalah manusia paling jahat padanya, aku adalah orang yang paling jahat yang sudah merebut dirimu darinya. Kini saatnya aku menebus kesalahanku" ucap Lusi saat itu.


"Kamu tidak merebut ku, tapi aku yang mencari mu" kata Gery.


"Itu menurut mu, kamu memang datang kepadaku tanpa aku meminta. Tapi pandangan Liana terhadap ku apa, beda Gery.. beda!!" Ucap Lusi dengan penuh penekanan.


"Kamu memang menarik ku dari hal terendah dalam hidupku, tapi kamu juga merusak semuanya. Aku salah, aku salah pada Liana. mungkin dengan cara kecil ini Liana dapat memaafkan kesalahan terbesar dalam hidup ku" kata Lusi yang merasa bersalah pada Liana.


"Baiklah,.kalau begitu aku ke kamar sebentar mau lihat Alena" ucap Gery.


Lalu Lusi meminta kunci pada Gery untuk membukakan pintu kamar yang Liana tempati. Lusi membawakan sepiring nasi dan lauk pauk untuk Liana.


Terlihat Liana yang masih diatas kasur dengan mata yang terpejam lalu ia pun membuka matanya perlahan dan melihat Lusi yang kini berada dihadapannya.


Wanita yang tengah mengandung itu membawa dengan nampan berisi nasi dan lauk pauk. Serta segelas air putih untuk Liana.


Lusi memberanikan diri untuk datang menemui Liana saat itu, walau mungkin saat ini Lusi tahu Liana masih membenci nya tapi Lusi hanya ingin menebus kesalahan dirinya pada Liana.


"Liana aku membawakan mu makan malam aku mau kamu makan" ucap Lusi yang menatap Liana saat itu.


Lalu duduk diatas kasur yang Liana tiduri.


Liana yang sedang terbaring diatas kasur itu pun lantas duduk.


"Aku gak mau makan, ngapain Lo datang kesini. Mau pamer kalau lu baik iya, gua gak Sudi menerima kebaikan dari orang yang sok alim kaya Lo!!!! Pelakor" kata Liana saat itu sangat ketus dan sinis.


Lusi pun menatap Liana dengan tatapan untuk tetap tenang saat itu, tak membalas setiap ucapan Liana yang sebenernya sangat lah begitu mendalam didalan hati Lusi.


"Aku tahu kamu membenci ku, untuk semua yang sudah aku lakukan padamu. Tapi aku sumpah demi apapun aku tak pernah berniat mengambil suami mu, aku pusing dengan keadaan hidup yang memaksaku untuk-"

__ADS_1


Plaaakkkkkkk


Tak sampai Lusi melanjutkan bicara tamparan Liana sangat terasa menyakitkan begitu terasa dipipi Lusi.


"Aku tidak mau mendengar sepatah katapun dari seorang palakor seperti mu" tegas Liana menatap Lusi dengan tatapan benci.


Seketika wajah Lusi terlempar kesamping dan terdiam dengan apa yang dilakukan oleh Liana.


"Keluar kamu!!!!!"teriak Liana mengusir' Lusi.


"Liana, Kamu boleh membenci ku seluruh hidupmu tapi aku berani bersumpah aku tidak ingin menyakiti hati mu Liana sungguh" kata Lusi yang merasa bersalah saat itu.


"Sungguh katamu!!! sungguh!!! mending kamu jual diri daripada harus merusak rumah tangga orang lain!!!!" Kata Liana emosi.


"Sebegitu kah kamu kepada ku" ucap Lusi yang sedih dengan ucapan Liana.


" kalau iya kenapa!!!!!" Ungkap Liana dan dengan cepat Liana mengambil gelas berisi air dan melempar air itu ke wajah Lusi.


Lusi pun tertunduk tak melawan dengan apa yang Liana lakukan. Lusi pun lalu mengambil tisu dan mengusap wajahnya dengan tisu yang ia ambil. Lusi pun tertunduk, dan mengusap wajahnya dan sebenernya Lusi pun turut menjatuhkan air matanya tanpa terasa.


"Baiklah aku keluar" ucap Lusi keluar kamar Liana dengan langkah kaki yang terasa pilu karena ucapan Liana.


Tanpa terasa air mata Lusi sebenernya mengalir bersama air yang ditumpahkan oleh Liana itu tumpah. Namun tak terlihat hanya mata Lusi yang terlihat memerah. Baju Lusi pun menjadi basah setelah itu.


Setelah Lusi gagal memberikan makan Liana Lusi pun mendengar Fabio menangis. Lusi pun langsung menghampiri Fabio yang sedang menangis.


Lusi pun melihat Fabio yang sedang menangis dibaby chair dan langsung menggendong saat itu. Tanpa disadari ada Juna juga ada saat itu.


"Iya basah, kenapa?" Tanya Lusi yang malah bertanya.


"Oh gak apa-apa. Tapi sebenernya kamu menangis kan"


"Kalau orang yang punya mata lalu menangis apa itu salah juga" ucap Lusi.


"Oke lupakan soal tangisan, anggap saja saat ini kamu tidak menangis. Aku disini tak bisa banyak menanyakan perasaan mu. Karena aku takut kalau yang ada malah fitnah lagi diantara kita" jelas Juna.


"Iya, aku pun tidak mau curhat padamu Jun. Lebih baik kamu temui Marisa aku tak mau jika kita mengbrol berdua akan ada pandangan lain tentang kita hal negatif tentang kamu dan aku, kamu pun mengerti" kata Lusi.


"Baiklah, aku sebenarnya banyak ingin mengbrol tapi aku rasa persahabatan antara wanita dan pria itu seperti nya akan sulit tejalin, terlebih lagi-"


"Terlebih lagi apa?" Tanya Lusi


"Kamu adalah istri dari kakak ipar ku sendiri" kaya Juna.


Lusi pun sekilas termenung, ia pun tak pernah menyangka akan benar-benar menjadi ipar dari pria yang dulu mencintainya.


Juna pun lantas pergi saat itu.


Lusi yang saat itu berada diruang tengah Selly pun datang menemui Lusi dan memberitahukan dimana kamarnya.


"Baju kamu kenapa basah" tanya mama sely.

__ADS_1


"Gak apa-apa gak sengaja air tumpah" kata Lusi yang menutupi kelakukan dari Liana yang menyiramnya dengan air.


"Lusi kamu semoga betah untuk tinggal disini, rumah ini terlalu besar untuk mama dan papa David tinggal berdua. Marisa dan Juna pun masih tinggal disini. Jadi mama rasa kamu tinggal disini lebih enak, Banyak yang akan jaga Fabio juga" kata mama Sely.


Lusi pun mengangguk paham sambil tersenyum atas apa yang dikatakan oleh Mama Selly. Mama Sely ini orang yang cukup baik untuk dikatakan sebagai seorang Mama tiri untuk Gery. Dia terlihat perhatian dan menyejukkan dan keibuan dan lucu juga. Dia banyak harta namun tidak sombong dan rendah hati.


Lalu Lusi pun dibawa ke sebuah kamar yang cukup luas dan cukup untuk dirinya dan Fabio tempati. Bahkan sangat cukup bagi dirinya, ruangannya pun sangat enak, bersih dan nyaman. Ya maklum saja rumah mewah seperti ini pasti memiliki kamar tidur yang memang sangat luas dan bagus.


Cuma yang membuat Lusi heran saat Lusi menyingkap sebuah kain yang menutupi kasur ini lebih tepat seperti kamar pengantin saat Lusi melihatnya. Ada beberapa taburan kelopak bunga berwarna merah diatas ranjang berwarna putih. Lusi pun menelan saliva dalam-dalam saat ia tahu dirinya akan tidur dikamar yang ternyata di desain luar biasa seperti ini.


"Ma, apa ini kamar yang akan Lusi tempati, ini seperti kamar pengantin ma" ucap Lusi yang merasa aneh menempati kamar yang diberikan oleh Sely.


"Emang kenapa salah kamu tidur disini dan kamu Lusi bukannya kamu memang pengantin baru. Nikmati lah malam ini bersama suami mu, wlaupun ini pernikahan kedua mu tapi kamu tetap pengantin baru"


"Tapi Lusi sedang hamil besar ma" kata Lusi.


"Tapi Gery suami mu, layani suami mu" ucap mama Sely.


Lusi pun langsung tersenyum palsu tanpa menjawab iya.


"Kamar ini hadiah dari mama, kamu buka lemari sebelah kiri ya. Ada baju yang paling seksi disana. Kamu bisa pakai" kata Sely membelai pipi Lusi sambil tersenyum. Saat itu Lusi yang masih menggendong Fabio pun langsung menelan salivanya.


"Mama tinggal ya mama gak mau ganggu malam pengantin kamu, kamu baru aja menikah kemarin kan" ucap mama Sely yang tersenyum pada Lusi.


Setelah itu..


Selly meninggalkan Lusi saat dikamar dan benar saja saat Lusi ke kamar mandi didalam kamar itu. Lusi melihat bathub yang sudah terisi air dengan aromaterapi lalu dengan kelopak bunga mawar yang tampak indah.


Lusi pun merasa yakin bahwa memang ini adalah rencana yang dilakukan oleh mama Sely untuk Lusi dan Gery, agar dapat menikmati malam pengantin dirumah besar itu.


Lalu Lusi pun tampak duduk diatas meja rias dan menatap diri di depan cermin seolah ia tak percaya dengan semuanya. Apalagi saat ia kembali menatap sebuah ranjang empuk dan bertabur bunga malam pengantin, dirinya masih saja seolah tak percaya apakah benar dirinya kini telah menikah lagi. Bahkan dengan pria yang kini masih berstatus suami orang.


Lusi pun merasa bahwa itu adalah mimpi buruk baginya. Menatap dalam kegelapan masa depan rumah tangga yang takkan pernah bisa bahagia. Kecuali dalam mimpi...


Namun...


Terima tidak terima itulah kenyataan pahit yang paling kini tengah Lusi rasakan.


Lagi-lagi Lusi menyimpan sejuta rasa sedih yang teramat dalam namun ia sembunyikan dalam diam.


Lusi pun melihat putranya yang menangis, saat itu Fabio berada diatas ranjang.


"Kamu duduk dibawah dulu ya, mam buatkan kamu susu dulu. Kalau kamu diatas kamu nanti jatuh" lalu Lusi pun mengambil tas kecil yang ia bawa kemana mana yang biasa terisi termos kecil, botol susu dan kotak penyimpanan susu. Lalu Lusi pun melihat bahwa air panas untuk membaut susu telah habis.


Lalu Lusi pun keluar kamar itu memasak air panas untuk putranya yang ingin minum susu.


Namun tanpa sengaja Lusi lewat kamar yang Liana tempati, Lusi pun melihat Gery yang sedang berada didalam kamar bersama Liana.


Lusi pun tanpa terasa kaki yang tadinya melangkah seketika terhentinya sejenak untuk melihat Gery yang saat itu sedang menyuapi Liana makan.


Lusi pun sejenak terdiam merasakan kepiluan yang teramat melanda dalam hidupnya. Seketika perasaan Lusi merasa perih.

__ADS_1


Begini rasanya menjadi orang ketiga dan begini rasanya batin tersiksa. Ini bukan soal cinta dan baiklah aku tidak peduli. Aku memang harus tidak peduli. Aku hanya perlu ikhlas dan tak pernah mengharapkan semuanya. Aku hanya menunggu saja sampai pada akhirnya aku melahirkan atau mungkin sampai ada waktu yang tepat untuk aku mengakhiri rumah tangga ini. Rumah tangga yang tak akan ada penuh rasa cinta dan tak pernah ku rindukan dalam hidupku. Aku memang ingin dicintai namun tidak dengan posisi ku yang hanya seperti ini. Menjadi istri kedua dan hanya dinikahi siri oleh pria yang sebenernya tak di cintai sama sekali Batin Lusi teridiam sejenak lalu melanjutkan kembali Ke dapur untuk membuat sufor Fabio.


__ADS_2