Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Kamu miliku selamanya


__ADS_3

(perhatian..)


(bijaklah dalam membaca. dosa tanggung sendiri. bocil minggat!!!)


Setelah transaksi selesai kini saatnya pria itu membawa wanita itu. Ya Tanisa kini sudah ia bawa seutuhnya.


Didalam mobil tampak supir yang menyetir. Dan selama perjalanan Tanisa tampak terdiam dia tak tahu harus bicara apa pada pria di hadapannya kini. Tanisa sudah dibeli untuk seumur hidupnya. Hidup bersama pria yang bernama Deon. Pria tua yang masih terlihat gagah diusianya yang sudah menginjak 44 tahun. Sedangkan Tanisa tampak dewasa sebelum waktunya, diusia yang menginjak masih 19 tahun. Ia harus hidup bersama pria yang sudah tampak berumur itu. Dan sudah merasakan yang namanya bercinta dengan banyak pria.


Sedih hatinya, memikirkan kehidupan dan nasibnya. Jika diluar sana banyak wanita diusianya menikmati masa-masa remaja yang indah. Menikmati waktu yang begitu indah bersama teman. Beda dengan Tanisa yang berbalut akan kisah hidup yang pilu nan pahit. Masa muda yang indah tak ia rasakan yang ada hanyalah berhiaskan air mata kepedihan. Sakit rasanya sakit ya seperti itulah hidup Tanisa saat ini. Menerima perlakuan demi perlakuan yang terasa pilu dihati.


Selama perjalanan Tanisa masih tampak terdiam.


Tanisa belum sempat bertanya, Deon itu apa siapa? Punya istri atau tidak? Kerja apa dan dimana? Tanisa tampak tak tahu. Yang Tanisa tahu Deon pria tua yang banyak harta. Itu saja dimata Tanisa.


Selama perjalanan Deon memegang tangan Tanisa dan mencium punggung tangan itu. Namun Tanisa tampak terdiam. Hatinya memang bukanlah untuk Deon sekalipun pria itu sudah membawa dirinya pergi.


Deon pun tampak membuka suara.


"Aku akan memberikan mu tempat tinggal" ucap Deon.


"Terimakasih" kata Tanisa dengan suara pelan.


"Aku seorang duda. Sudah dua tahun aku menduda. Aku sudah pisah ranjang selama itu. Tapi memang kita belum bercerai secara hukum, hanya menurut agama saja" Deon menjelaskan.


Tanisa pun tampak mengangguk paham.


"Itu sebabnya aku seperti singa kelaparan saat melihat mu" ungkap Deon.


"Hanya saja" ungkap Deon.


"Kenapa?" Tanya Tanisa.


"Aku hanya akan menjadi kan mu teman tidur saja. Karena kamu"


"Karena aku hanya wanita murahan kan"


"Maaf, Kurang lebih seperti itu"


Tanisa sudah tidak kaget lagi, disaat orang mengatakan jika dirinya murahan. Tanisa pun tampak terdiam sekali lagi.


"Tanisa" panggil Deon.


"Apa" sahut Tanisa.


"Boleh aku mencium bibir mu"


Tanisa pun tampak terdiam tatkala pria itu meminta bibir Tanisa.


Tanisa tampak menolak dengan cara menggelengkan kepala.


"Ingatlah aku yang sudah membawa mu pergi dari sana. Itu artinya aku bisa menciummu"


Dengan cepat pria tua itu pun mencium bibir Tanisa.


Tanisa pun mendorong pria tua itu.

__ADS_1


"Saya gak bisa pak mohon maaf"


"Baiklah nanti saja" ungkap Deon.


Ya wanita ini mungkin malu karena ada supir. Jadi ia tak mau batin Deon.


.


.


.


Sesampainya...


Deon membawa Tanisa ke sebuah rumah. Rumah berukuran dua lantai minimalis itu. Tanisa dibawah kerumah itu. Deon sengaja menyiapkan rumah yang siap untuk ditinggali oleh Tanisa.


Tanisa pun dibawa masuk oleh Deon kedalam rumah itu. Tanisa pun memandang dengan lekat rumah yang akan ia tempati itu. Rumah yang minimalis dan modern terlihat bagus. Meski minimalis tapi menurut Tanisa rumahnya sudah sangat mewah.


Saat dirumah itu Tanisa pun menempati sebuah kamar utama. Dan ada dua kamar kosong.


Lalu Tanisa tampak masuk kedalam kamar dan melihat kamar yang akan ia tempati itu. Terdapat kasur besar dikamar itu. Tv juga ada. Dan kamar ada berada didalam.


"Ini akan menjadi kamar kita sayang" ucap Dein secara tiba-tiba mengikuti Tanisa ke dalam kamar.


"Kita?" Ucap Tanisa. Tanisa tak menyangka jika dirinya nanti akan sekamar tidur bersama pria itu.


"Iya kita lalu siapa lagi. Kita akan sekamar" ucap Deon tersenyum.


"Dan itu artinya kita bisa melakukan semuanya dan melalui banyak hal. Termasuk dalam hubungan ranjang" ucap Deon lagi.


"Tapi banyak kamar disini bagaimana kalau terpisah saja kita tidurnya" jelas Tanisa.


"Tidak bisa. Kamu adalah miliku sekarang. Semua yang kamu punya adalah miliku


Hatimu dan raga mu" jelas Deon.


Tanisa pun menelan salivanya dalam-dalam saat Deon bicara seperti itu.


"Tahukah Tanisa kamu membawa ku seperti kembali muda. Setiap aku melihat mu. Aku selalu merasakan cinta. Cinta yang tak pernah aku rasakan sebelumnya" Deon mendekati Tanisa.


"Dan paling penting hal yang kamu ketahui. Kamu selalu membuatku tegang berdiri" ucapnya dengan mata yang penuh nafsu, tanpa berkedip itu.


"Tegang? Berdiri? Bagaimana?" Ungkap Tanisa bingung mendengar apa yang dikatakan pria tua itu.


Lalu pria tua itu semakin mendekat dan menggesek gesekan benda bawahnya kepada tubuh Tanisa.


"Ini milikku" ucapnya lalu menggesekkan lagi ke badan Tanisa. Ya Tanisa merasakan ada benda yang tampak keras dan menegang berada didalam celana pria itu.


Lalu tangan Tanisa diarahkan untuk memegang senjatanya yang sudah menegang.


"Tapi kita tidak menikah itu harusnya jangan dilakukan" Tanisa tampak menolak.


"Kamu harus jadi seperti apa yang ku mau. Kamu tahu kamu adalah wanita ku. Wanita ku. Dan selamanya menjadi wanita ku"


Lalu Deon pun tampak mencium bibir Tanisa. Sambil memegang dan gemas bokong Tanisa. Tanisa dipaksa untuk memegang kepemilikannya yang sudah menegang.

__ADS_1


"Punya ku besar kan sayang. Ini akan menjadi milikmu juga" ucap pria itu.


Tanisa pun memegang batang panjang dan besar itu.


seketika Tanisa pun tampak membuang napas dan mengambil napasnya dengan cepat. Disaat diberi hidangan itu.


Ya, walau pun Tanisa sudah dibawa pergi dari tempat hina itu. Namun Tanisa bukan berati terbebas juga dari kehidupan kelamnya. Ia harus siap menjadi pelayan seumur hidup nya pemuas untuk pria tua yang bernama Deon.


Semua yang dilakukan Deon untuk Tanisa tidak serta merta cuma perkara cinta. Tanisa harus membayar mahal juga dengan tubuhnya yang kini dikuasai oleh pria itu.


Deon pun bahagia kini sudah memiliki Tanisa seutuhnya. Ia pun mulai melakukan aksinya untuk menyetubuhi wanita itu. Kapan pun Deon mau Tanisa harus siap, karena Tanisa adalah pemuas nafsu untuknya.


Dan selain itu cintanya, ya Tanisa tak boleh mencintai siapapun kecuali dirinya.


Lalu Deon membuka celana nya dan tampak itunya yang sudah tegang berdiri. Dan Deon pun membuka baju Tanisa semuanya. Ya semuanya.


Lalu Deon memasukan benda itu kedalam milik Tanisa.


"Aaarhhh. Sempit dan dalam sayang. Beda sekali dengan mantan istriku" ucap Deon tampak menikmati.


Deon merasakan kenikmatan yang begitu dalam saat ada lubang yang menjepitnya dan mencengkram dengan sangat kuat.


Meskipun Tanisa sudah berkali-kali bermain cinta. Tapi rasanya sangat nikmat bagi Deon. Menyentuh wanita yang masih muda itu. Rasanya begitu mabuk kepayang.


Deon pun menidurkan Tanisa. Dan kembali menggerakkan pinggangnya. maju dan mundur.


"Arghh nikmat sekali araagghh" ucap Deon sambil sesekali memejamkan mata.


Tanisa pun tampak tak sanggup merasakan itu. Tanisa pun tampak menahan ******* dari mulutnya dengan menggigit bibir bawahnya.


"Kamu harus menikmati ini, selamanya menjadi milikku. kamu harus menurut


Arrrggghhhhhh" desah Deon sambil meraskaan nikmat itu.


Deon pun tampak menikmati bagian paling dalam bagian itu.


Disela goyangan pinggul Deon. Deon tampak mengajak bicara Tanisa.


"Kamu harus katakan kamu mencintaiku" ucap Deon.


Tanisa tampak terdiam. Mulutnya susah untuk bicara begitu.


"Katakan sayang" ungkap Deon.


"I-iyah a-aku mencintai mu" ucapan Tanisa dengan suara terbata.


Hentakan pinggul Deon pun semakin kuat dan intens mana kala Tanisa mengatakan cinta.


Mata Deon pun tampak merem melek menikmati wanita muda itu. Tanisa yang berambut panjang lurus, mata nya sedikit sipit, bibir nya begitu indah dan mengesankan itu, serta hidung yang mancung. Dan kulitnya yang putih Tanisa tampak seperti wanita korea.


Sangat begitu mengesankan...


Tubuhnya yang tinggi semampai bak model itu pun sangat begitu anggun. Jika dilihat dari mana saja.


Pria tua kekar itu pun terus menikmati tubuh ia terus menggoyangkan badannya begitu kuat dan ganas. Pria tua itu meskipun tua namun memiliki nafsu yang begitu besar. Hingga menghabiskan beberapa ronde. Napas nya terengah-engah saking ia begitu menikmati. Rasanya tak ingin usai.

__ADS_1


Pria tua itu bahagia sekali dan ia berjanji pada dirinya takan pernah melepaskan Tanisa yang sudah membawanya ke dalam surga dunia indah. Takan pernah melepaskan apapun yang terjadi.


__ADS_2