
Lusi merasa apa yang dilakukan oleh David dan juga Selly adalah suatu yang wajar untuk datang melihat kondisi cucunya karena bagiamana pun ia adalah kakek dan neneknya tapi kalau untuk merebut bayi yang baru saja Lusi lahirkan jelas Lusi tidak mau, mau seberapa banyak pun uang yang mereka berikan.
Sampai saat malam hari itu bayi perempuan yang belum Lusi beri nama ternyata belum diadzankan karena kondisi nya masih belum stabil namun kedatangan David membuat David ingin melihat langsung bayi yang baru saja Lusi lahirkan. Dan dengan ijin dokter dan Lusi David mengadzankan di telinga cucunya. David sedikit terharu dan sedih karena bayi sekecil itu harus merasakan artinya perpisahan dari kedua orangtuanya.
Setalah itu mereka pun tak lama jam 11.00 malam kembali pulang. Sementara Lusi sendiri pun belum tahu kapan dirinya boleh pulang namun dari ucapan dokter bahwa kondisi putrinya baik-baik saja. Kemungkinan besok atau lusa sudah bisa pulang.
Keesokan harinya...
Bayi yang baru saja Lusi lahirkan diberikan pada ibunya yang saat itu untuk diberikan asi oleh Lusi.
Saat bayi perempuan yang kecil itu Lusi gendong ada perasan sedih bercampur haru, Lusi tak menyangka bila dirinya melahirkan bayi ditengah kedukaan yang tengah melanda dirinya. Lusi tak menyesali semua yang terjadi hanya saja Lusi teramat sedih bila yang lain bahagia beda hal dengan Lusi yang harus kembali berjuang sendiri saat ini.
"Maafkan mama sayang yang tak bisa kembali rujuk pada papa mu, mama mungkin egois tapi sebenernya mama sangat mencintai mu. Lebih dari seluruh hidup mama, mama teramat benci pada papa mu. Yang sangat jahat.. tapi kamu tenang saja kamu akan aman bersama mama" ucap Lusi mengecup pipi sang bayi kecil itu. "Kamu akan bahagia sayang"
Lusi pun memberikan asi kepada bayi kecil itu sambil memikirkan nama apa yang pas untuk ia berikan pada putri kecilnya.
"Bagaimana kalau nama mu, Jasmine. Jasmine nama yang bagus untuk mu..putih kecil harum dan bersih. Seperti dirimu yang mama sayang. Kamu juga punya kakak namanya Fabio dia ganteng juga baik. Kamu dan Kakak Fabio harus selalu akur ya. Karena harta mama yang paling berharga adalah kalian. Namun mama sedang sedih sekali saat ini, karena kakek kamu meninggal sama dengan hari kelahiran kamu. Mama sedih karena tidak sempat melihat pemakaman kakek. Mama sedih tak bisa lihat hari terakhir kakek mu" Lusi pun menjatuhkan air matanya.
Lusi pun mengecup bayi kecilnya saat itu.
Lalu setelah tertidur Lusi pun menaruh bayi itu kedalam box bayi yang sudah disediakan.
__ADS_1
Kabar baik saat itu adalah siangnya Lusi boleh kembali pulang.
Sampai pada pukul 08.00 pagi sepertinya Lusi tidak pernah kehabisan tamu untuk datang berkunjung ketempat nya. Kali ini yang datang berkunjung adalah Liana, Liana sudah pulih dari sakitnya saat itu yang jatuh dari tangga.
Namun Liana seperti nya bukan datang untuk mengambil jalan damai melainkan malah marah dan menuduh Lusi yang bukan-bukan.
"Hebat!!!!" Kata Liana yang datang emosi seperti kebakaran jenggot.
"Hebat, maksudnya apa???" Ucap Lusi menatap Liana.
"Gua pikir Lu baik ternyata cuma sampah!!!!" Kata Liana saat itu.
"Maksudnya bagaimana??" Kata Lusi yang penuh tanda tanya besar.
"Kapan aku selingkuh, sebutkan kapan dimana dan jelasnnya" kata Lusi yang tak terima.
"Yang kapan??? Buka mata Lo cewek murahan, ingat gak Lo yang ke Lampung saat lu pergi sama suami gue..lu pulang bareng kan sadar gak Lo!!!!!" Kata Liana yang jelas Lusi merasa heran dengan sikap Liana.
"Oh yang itu, gue gak pernah minta untuk dia datang! gue emang pulang bareng sama suami Lo tapi gak pernah sekalipun gue ada niatan buat rebut pria manapun apalagi suami Lo yang gue anggap tidak ada ada baik nya buat gue!" ucap Lusi yang kelepasan bicara gue dan elu.
"Terus pas kapan suami gue tidur bareng lo!!!!! Hah!!! Pas kapan???? sedangkan lu nikah aja baru sebulan yang lalu sama suami gue???? Lu rebut suami gue sejak lama kan, lu selingkuh dari Rian kan. Tidak mungkin nikah sebulan langsung anak yang lu lahirkan itu adalah anaknya suami Gue. sudah lama lu buat skenario ini kan. Pantas lu mau menjadi yang kedua dan sekarang gue baru tahu betapa busuk nya lu sebagai perempuan!!!" Kata Liana yang tak tahu malu saat ini menghardik Lusi panjang kali lebar bahkan mungkin kamar sebelah tampak mendengar ucapan Liana yang menuduh Lusi yang tidak-tidak.
__ADS_1
"Kalau kamu tahu kapan aku melakukannya jelas dalam hidup aku tidak tahu, aku memang pernah tidur dengan suami mu. Tapi hal yang paling aku ingat satu malam saja, hanya saat malam itu setelah pernikahan dan tidak ada lagi!!!! Tidak ada lagi!!!! Kalau kamu mau korek betapa busuknya saat itu, tolong korek betapa busuknya suami mu bukan aku yang hanya menjadi korban betapa bejatnya suami mu dulu!!!" Ungkap Lusi.
"Tidak mungkin suami ku melakukan nya jika kamu tidak menggodanya lebih dulu. Kamu memberikan ruang untuk dirinya sehingga dia masuk dalam perangkap mu!!!" Kata Liana.
"Jelas sebagai perempuan harusnya kamu lebih paham. Aku tidak mungkin memperkosa suami mu!!!!" Kata Lusi yang meledak.
"Kamu ingat Liana saat kamu mau menikah dengan Gery, saat Gery tidak mau bertanggung jawab. Aku yang bersujud dan memohon dikakinya agar dia mau menikahi mu. Sampai kamu menikah dan sudah resmi aku pula yang berjuang demi kelangsungan kelancaran pernikahan mu. Masih kamu anggap aku sebagai perebut suami mu. Masih kamu anggap aku seperti itu!!! Mana rasa terimakasih mu. Tidak ada!! Hanya tuduhan demi tuduhan yang kamu berikan" ucap Lusi yang masih terlihat emosi namun dengan air mata kali ini.
"Oke, mungkin aku salah pernah mau menjadi yang kedua didalam rumah tanggamu. Tapi aku sadar saat itu, itu kesalahan terbesar paling salah dalam mengambil keputusan. Bahkan kamu juga harus tahu, kesalahan terbesar itu sudah ku tebus dengan perceraian.. aku dan Gery berpisah. Sudah berpisah dalam jarak waktu yang sangat singkat yaitu tiga hari. Tiga hari saja aku menikah dengan nya itu. Itu datang nya dari siapa? Suami mu yang memintanya begitu. Aku terlilit hutang suami ku sendiri, yang suamiku adalah sepupu mu juga!! Aku terpaksa melakukan hal itu demi membayar hutang dan melunasi hutangnya. Tidak ada niat lain, tidak ada! Tidak ada!!! Hanya sebatas hutang" kata Lusi saat itu.
"Dan satu lagi, aku sudah melunasi semuanya. Aku bercerai dari Gery dan sudah ku kembalikan semuanya!!! Uang 24 milyar dan juga mobil sebagai mahar pernikahan ku sudah ku kembalikan tanpa ada yang ku ambil sedikit pun. Kamu bisa tanya pak David kalau kamu tak percaya ...ya sekarang kamu tak perlu takut lagi soal suami mu. Aku sudah bercerai dan tak ada lagi hubungan ku dengan dia" jelas Lusi.
"Baiklah ku harap ucapan mu bukan cuma omong kosong tapi memang kenyataan"
"Aku berani bersumpah, apa yang aku katakan benar adanya. Tidak ada yang ku kurang-kurangkan atau aku lebih-lebihkan. Aku sudah mengalah untuk mu tidak ada lagi aku didalam hidup mu atau pun hidup Gery"
"Baiklah, jangan pernah datang kepada suami ku" kata Liana beranjak pergi.
Lusi pun tertunduk menahan perih yang paling sakit didalam hatinya. Dirinya seperti berada dalam dasar laut dan tenggelam didalamnya. Lusi pun menghapus air mata yang tak terasa mengalir.
Lusi pun mengusap wajahnya dengan tisu diatas mejanya. Hidung dan bibirnya merah karena tangisan saat itu.
__ADS_1
Mungkin dari banyak wanita yang ada Lusi adalah salah satu wanita yang merasakan terperih dalam hidupnya setelah ia melahirkan putrinya. Tidak ada ibu yang merasakan perih teramat seperti ini. Kalau bukan karena kejadian yang menimpanya. Tapi Lusi kembali lagi harus kuat demi putra dan putrinya. Lusi tidak boleh berlarut atas kepedihannya saat ini.
Lusi pun memejamkan matanya menahan rasa sakit dan sedih yang teramat dalam dihatinya.