Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Tidak akan ku serahkan dia untukmu


__ADS_3

Lalu Lusi pun yang lahir dari keluarga memang dari kalangan menengah dan biasa itu pun sudah tak kaget merasakan hidup seadanya. Dan sekalipun dari keluarga kaya pun Lusi berusaha untuk mengambil hikmah dari setiap yang ada. Tak bisa disesali apalagi menyalakan takdir, mungkin memang sudah menjadi jalan Lusi untuk gulung tikar di dunia perbisnisan yang sudah membesarkan nama suami dan mertuanya.


Entah karma atau bagaimana, dulu mertuanya yang hidup bergelimang harta kini harus terpental jauh ke posisi terendah dalam hidupnya.


Renata tampak menangis karena kemiskinan dan Lusi pun tampak menguatkan sang mertua dengan delapan lembut dari sang menantu.


Lusi pun juga sebenernya sedih melihat semuanya yang terjadi tapi Lusi berusaha ikhlas untuk menjalani.


"Ma, udah ma tenang" kata Lusi mencoba menenangkan ibu mertuanya.


"Bagaimana mau sudah dan tenang mama jadi orang miskin ini. Jadi miskin" ucap mama sembari menangis.


"Ma, sabar anggap ini sebagai ujian dari Allah"


"Selama hidup baru ini mama miskin"


"Ya mama sabar ya, semua kita ambil hikmahnya ya ma. Insyaallah kita dikasih jalannya. Kalau memang masih rejeki ya akan kembali, kalau nggak ya insyaallah Allah akan memberi rejeki yang lain" ucap Lusi.


Rian pun hanya tampak menggaruk kepalanya berkali-kali pusing dan terasa beban pikirannya begitu dalam merasakan semua yang ada.


Lalu tampak Lusi dipanggil oleh suaminya untuk mengbrol berdua saja.


"Ya ada apa?"


"Aku tahu kamu masih punya uang yang 150 juta itu"


"Iya cuma segitu masih kurang 50 juta lagi"


"Pinjem dulu boleh ya"


"Berapa?"


"Semua"


"Apa, kamu bilang apa, gak mungkin ini tinggal seratus juta lagi. Dan ini uangnya buat nikahan sepupu kamu Liana, ini uang Gery aku gak berani minjemin nanti buat acara nikahan mereka kurang kamu tahu kan dia itu kekeh banget orangnya. Gak bisa dicampur tangan kalau sudah A pasti A gak bisa berubah"


"Coba kamu bicarakan lagi secara pelan-pelan sama Gery. aku mau beli rumah lagi rumah sederhana kasihan mama kalau harus mengontrak"

__ADS_1


"Aku gak berani bicara coba kamu yang bicara sama Gery. Aku takut sama dia"


Rian pun tampak mengangguk paham dengan apa yang dijelaskan sang istri selama ini memang Gery sudah banyak berbuat jahat pada sang istrinya terlebih lagi saat ini Lusi harus kerepotan mengurus pernikahan Gery nanti. Rian pun tampak menghela napas kasarnya.


Semua barang yang mereka miliki pun sudah dijual habis termasuk barang mewah. Bukan karena tak cinta, selain karena kebutuhan mereka pun tampak mengontrak dirumah petak yang tidak lah terlalu besar dan hanya dua kamar saja. Keuangan Rian memang saat ini sendang mengalami penurunan omset dan mengalami kerugian yang besar. Selain mengalami hal buruk itu, dan seluruh aset yang ada ia jual untuk membayar hutang perusahaan serta pesangon karyawan yang ada.


Hidup dalam keadaan miskin begini, membuat Rian pusing. Rian ingin meminjam dana lagi dengan orang kepercayaan nya tampaknya sudah tak percaya karena ketahuan Rian benar-benar pailit dan ditakuti Rian tak mampu membayar. Dan kini Rian harus menerima semuanya dengan merintis semua bisnis dari nol. Dan itu sungguh memilukan hatinya.


Lalu siang itu, sebenernya Rian tampak malu jika harus pergi kerumah Gery untuk mendapatkan pinjaman uang darinya. Namun bagaimana pun Gery pernah menjadi sahabat nya sejak SMA dulu, walau sebenernya Rian sudah memutus tali persahabatan nya itu.


Rian pun dengan perasaan gundah malu dan tak enak hati datang kerumah Gery mantan sahabat nya itu.


Dengan langkah kaki yang perlahan Rian datang menemui Gery.


"Permisi?"


Gery pun tampak tersenyum saat melihat Rian didepan rumahnya itu. Dan itu adalah sesuatu hal yang tak diduga sebelumnya, sahabat nya dulu kini tampak datang kembali.


"Oh rupanya ada Rian, selamat datang dan silakan duduk" ucap Gery mempersilahkan untuk duduk.


"Tumben sekali anda datang kemari" ucap Gery tampak memperhatikan Rian.


"Sebagai orang yang dikenal sukses dan memliki banyak uang, bisa kah anda meminjamkan uang untuk saya, karena saat ini saya sedang ada keperluan" ucap Rian yang kali ini bicara dengan kata formal.


"Keperluan?"


Gery tampak mengerutkan keningnya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Maksudnya bagaimana?"


"Saya butuh uang untuk mengontrak rumah yang lebih besar"


"Memangnya rumah nya kemana sampai mau mengontrak segala. Rumah anda kan besar buat apa kontrak rumah segala"


"Jadi sebenarnya bisnis saya sudah tutup"


"Ya terus"

__ADS_1


"Saya ingin kamu membantu meminjamkan uang untukku"


"Baiklah itu bisa aja, gue bahkan bisa memberikan pinjaman sberapa banyak pun uangnya. Bahkan bisnis yang ada bisa aku berikan kembali ke tangan mu Rian. Tapi syaratnya satu"


"Apa?"


"Ceraikan istrimu dan berikan dia untukku"


Dengan perasaan yang kesal dan tak suka, Rian pun tampak kesal dengan apa yang baru saja ia dengan dari mulut Gery. Seolah Gery besar kepala dengan keadaan yang Rian saat ini.


Lalu Rian pun menarik kerah baju Gery, dengan kuat sambil menatap dengan penuh emosi.


"Sialan, saya tidak jadi minjam uang dengan mu!!!!!! Mau berapa pun uang yang kamu berikan tak akan pernah aku memberikan istri ku kepada mu" seru Rian emosi.


Gery pun tampak tersenyum.


"Ya tidak apa-apa, itu terserah dirimu saja. Aku tidak memaksa dan itu adalah pilihan hidupmu. Dalam hal ini pilihannya memang hanya ada dua istri mu atau bisnis mu"


"Masih kau mencintai istri ku, padahal jelas kamu akan menikah dengan sepupu ku Liana brngsk!!!!" Rian tampak kesal.


"Aku menikahi dia karena TERPAKSA, kalau saja Liana tidak hamil aku sudah pasti tidak mau menikahi nya sama sekali. Lagi pula siapa yang mau menikahi wanita yang tidak ada baiknya seperti dia. Siapa yang mau, sekalipun dia baik akupun tidak mau. Namun seburuk apapun istrimu, aku masih mau menerima nya"


Lalu dengan cepat Rian tampak ingin memukul wajah Gery, namun Gery masih bisa menangkis.


"Sudah miskin masih bisa kamu main tangan kepadaku, ingat Rian posisi mu saat ini jauh dibawah ku. Sekali saja kamu memukul ku, akan ada banyak pukulan lain yang mungkin akan kamu dapatkan lebih dari sekedar pukulan"


"Maksudnya?"


"Tidak usah aku perjelas, siapa yang akan menjadi korban jika kamu berani memukul ku. Yang pertama akan ku balas adalah istrimu, yang kedua anak mu dan ketiga adalah mamamu. Mereka bertiga adalah harta mu bukan" ucap Gery yang merasa sombong karena Rian jatuh miskin.


"Jangan pernah kau sakiti mereka"


Gery pun tampak tersenyum, melihat Rian yang kesal dihadpannya.


"Jadi kamu sudah tahu jawaban dari aku apa. Lebih baik kamu pergi, karena sepeser pun aku tidak akan memberikan nya kecuali istrimu kamu berikan kepada ku" jelas Gery senyum bahagia.


"Berengsk" kata Rian kesal. Dan langsung pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Rian tidak menyangka bahwa dirinya memiliki sahabat yang sangat licik. Rian tidak akan pernah mungkin menceraikan istri nya demi bisnis. Rian pun akhirnya pulang dengan sangat kesal pada Gery m.


__ADS_2