Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Pilihan sulit


__ADS_3

Saat pelukan itu begitu terasa erat dalam dekapan dan lubuk hati Lusi, Lusi pun mencium kening putrinya yang terlihat tertidur. Ia elus kening dan rambutnya. Lusi yang seperti melihat seorang malaikat kecil yang begitu cantik dan begitu menggemaskan. Terasa begitu menenangkan melihatnya.


Namun sebenarnya...


Perasaan perih pun sangat melanda hati Lusi saat itu, Lusi merasakan batin terasa perih melihat putri kecilnya yang saat ini terbaring lemah dalam keadaan tangan terinfus. Lusi menyesali perbuatannya yang mengindahkan malam itu, seharusnya dia segera pulang tanpa peduli apapun itu.


Bahkan makan malam yang harusnya ia bisa nikmati walau secuil saja tidak Lusi makan sedikitpun. Kini perutnya benar-benar kosong bahkan Lusi lupa bahwa dirinya belum makan dari pulang kerja sore itu.


Lusi pun mengambil potongan roti yang berada di atas meja dan ia makan perlahan. Lusi ambil air diatas meja itu dan ia dorong roti dengan air mineral botol agar lebih mudah saat memakannya.


Lusi tidak tahu kenapa dirinya jika sedang dalam keadaan anak sakit dan perasaan tak nyaman, seperti sulit untuk menerima makanan.


Saat ini yang ia ingin lakukan adalah didekat sang putirnya tanpa melepaskan pandangan dan menjauh dari putrinya.


Lusi pun menatap putrinya yang genap tiga bulan dengan wajah sedihnya.


Bayangan hidup tentang kehidupan pahit memaksa Lusi harus tetap tegar dengan segala sesuatu yang tampak berliku tajam dan menjalaninya dengan tegar.


Tegar itu suatu hal utama..


Andai Lusi tidak tegar lalu bagaimana dengan nasib kedua anaknya, siapa yang akan mengasuhnya siapa yang akan merawatnya siapa yang akan membesarkan dirinya hingga besar. Siapa?


Sehancur apapun Lusi, selama Lusi masih bernapas Lusi dilarang menyerah demi sang anak yang punya jalan hidup masih panjang walau semua terasa menyulitkan.


Lusi pun kembali menghela napas perlahan.


Lusi kembali memakan roti itu dengan jumlah yang lebih dari satu, bukan karena Lusi rakus hanya saja Lusi harus mengisi dirinya dengan makanan yang banyak karena Lusi ingat pada Yasmin yang masih minum asi dari dirinya.


Selesai makan dengan beberapa roti tawar dibantu dorong dengan air, Lusi merasa cukup mengisi amunisi untuk Yasmin jika sewaktu waktu Yasmin mau minum asi dari Lusi.


Lusi pun merasa buah dadanya mulai tampak mengencang biasanya bila Lusi merasakan hal itu Lusi langsung pumping,, namun alat pumping tertinggal dimeja kerjanya.


Beruntung ..


Yasmin terlihat terbangun dan Lusi pun langsung menggendongnya. Lusi gendong putri kecilnya dan ia taruh dipangkuannya, terdengar suara Yasmin yang tampak menangis tapi tedengar serak beda dari biasanya.


Apakah dia menangis dari semalaman, hingga suara tampak habis seperti ini? Ucap Lusi berbicara pada dirinya sendiri.


Batin lusi terasa sakit mana kala suara bayi yang selalu ia dengar terdengar nyaring kini lebih berat dan serak dari biasanya.


Lusi pun mendekap sang anak yang badannya masih agak panas, dengan cepat Lusi membuka kancing bajunya dan memberikan asi kepada Baby Yasmin. Yasmin pun langsung melahap dari apa yang menjadi makannya.


Lusi belai rambut kecilnya dan melihat Yasmin yang menyedo*t itu dengan lahap.


Lusi pun tak terasa air mata itu terjatuh, melihat bayi yang ia pandang itu sedari tadi.


Ada batin yang tersiksa perih merasakan sakit begitu dalam. Lusi hanya menahan air mata untuk tidak menangis mengelus dadanya yang terasa berat baginya.


Saat itu...


Lusi tak sempat menanyakan bagaimana keadaan bayinya saat ini. Namum Lusi selalu berharap diri Yasmin dalam keadaan baik.


Tiba-tiba seorang dokter tampak datang terlihat senyum merekah melihat Lusi yang sedang menyusui bayinya.


"Pantas saja putrinya cantik, mamanya pun juga cantik" kata seorang dokter yang tiba-tiba datang menyapa Lusi secara tiba-tiba.


Lusi pun kaget tapi ia tak perlu khawatir karena Lusi sudah menutupi bagian dada dengan sebuah selimut kecil milik Yasmin.


"Dokter anak saya sakit apa?"


"Saat dibawa kesini dia mengalami demam sangat tinggi dan tubuhnya kejang. Anak ibu terkena campak"

__ADS_1


"Apa?" Ucap Lusi khawatir.


"Tapi keadaannya saat ini sudah lebih baik"


"Apakah itu berbahaya"


"Berbahaya jika tidak segera ditangani, tapi bersyukur Putri ibu langsung dibawa ke rumah sakit. Apalagi masih kecil kita harus lebih sigap" kata dokter yang menatap Lusi dan Yasmin bergantian.


"Baik terimakasih dokter"


"Sepertinya sulit, untuk menghadapi hidup ini sendiri. Ibu anda sudah cerita bahwa anda tak bisa datang karena kerja sendiri dan seorang single parent. Hidup ini terkadang dibawah dan kadang diatas tapi kita harus lebih kuat dalam menjalani"


"Terimakasih"


"Tapi kedatangan ibu seperti membuat ibu anda marah, apa yang membuat dirinya marah"


Lusi pun terdiam tak menjawabnya lagi.


"Saya dokter Wahyu dokter spesialis anak ibu bisa panggil saya jika butuh sesuatu, permisi" ucapnya langsung pergi.


Lusi pun menatap kepergian dokter Wahyu yang hanya terlihat punggungnya saja.


"Dokter itu terlihat baik kamu harus punya suami yang baik dan Tampan seperti dokter itu ya Yasmin. Oh tapi ya ampun Lusi kamu bilang apa barusan.." Lusi pun kembali menghela napasnya tak ingin melambungkan perasaannya yang baru saja menyebut pria tampan yang baru saja ia kenal.


Lusi pun mulai kembali fokus pada bayi kecilnya yang kini dalam dekapan.


Dan...


Dari kejauhan terlihat Hilman yang menatap Lusi dari kejauhan yaitu di balik sebuah kaca jendela.


Hilam menatap Lusi seksama, Hilman merasa dari luar Lusi seperti orang baik, mana mungkin dirinya punya sifat yang minus seperti apa yang dikatakan Lusi.


Namun..


"Beraninya kamu menduri anak ku" kata Ibu Lusi kepada Hilman dan menarik kerah baju Hilman.


"Apa-apaan ibu ini" kata Hilman.


"Kamu lihat dia, kamu lihat bagaimana dia berjuang sendiri dalam hidupnya demi membesarkan anaknya. Kamu begitu tega melakukan hal itu" ucap ibu Lusi kesal.


"Jadi mau ibu apa?" Ucap Hilman menantang.


"Jika ibu mau saya bertanggung jawab jelas saya akan mempertanggung jawabkan apa yang memang menjadi perbuatan saya. Jika memang ibu mau saya akan menikahi anak ibu" jelas Hilman yang masih menatap Lusi di balik jendela.


Seketika Ibu pun terdiam seperti menyimpan sesuatu.


"Jangan harap karena kamu kaya raya bisa mendapatkan anak saya" kata ibu Lusi kali itu.


"Paling tidak jika anak ibu menikah dengan saya dia bisa lebih fokus pada anaknya dan tak harus berkerja"


"Kamu sudah cukup tua"


"Lusi terlalu muda untuk menjadi janda"


"Jangan bermimpi!!!"


"Saya kaya raya, wanita cantik diluar sana banyak yang mungkin seperti Lusi atau bahkan lebih. Jadi saya tak harus mengemis cinta pada siapapun, saya hanya melakukan apa yang memang harus saya lakukan"


Ibu pun akhirnya melihat Lusi dijendala dengan perasaan campur aduk antara tega dan tak tega mengatakan hal yang mengejutkan.


Ibu pun masuk ke dalam kamar inap itu dan kini menatap Lusi dengan tajam.

__ADS_1


"Ibu" kata Lusi yang melihat ibunya datang.


Lalu sebuah kata mengejutkan terlempar dari mulut sang ibu.


"Kamu harus menikah dengan boss mu Lusi!!!!"


Deg...


kata ibu dengan suara yang mengejutkan datang tiba-tiba.


"Apa?" Ucap Lusi kaget yang melihat ibunya datang dengan ucapan diluar dugaan.


"Apa yang baru ibu katakan!!!" Ucap Lusi tak percaya.


Sementara itu..


Hilman hanya tampak mengintip dijendala saja.


"Kamu harus menikah dengan boss mu, daripada kamu bermain belakang terus ibu tak suka!!!"


"Tapi Bu?"


"Namamu sudah tercoreng dengan kelakuan buruk mu, menikah lah demi menjaga diri kamu sebagai perempuan yang sudah ditiduri oleh pria itu"


"Tapi tidak bisa Bu.. lusi tidak bisa?"


"Lusi bagaimana kalau dia menyebarkanluaskan foto mu. Sulit untuk mu pasti lepas darinya" ucap sang ibu penuh penekanan.


"Tapi Bu, aku tidak cinta padanya"


"Lusi waktu cepat berlalu, saat ini mungkin kamu tak merasakan cinta. Tapi suatu saat nanti mungkin dia adalah orang yang kamu cintai"


Dada Lusi pun terasa sesak saat tekanan suara ibunya meninggi.


"Tapi bu dia sudah-"


"Meskipun dia sudah tua, tapi dia akan melakukan hal apa saja untuk hidup mu dan paling tidak hidup kamu tidak kekurangan seperti ini!!" ucap ibu yang terlihat setengah berteriak namun saat itu juga ibunya tampak sedih dan menangis dihadapan Lusi. Sebenernya ibu pun tak cukup tega mengatakan hal itu untuk Lusi.


Ibu pun tampak menangis dan menjatuhkan air matanya, Lusi tampak tak tega melihat ibunya yang sudah kecewa pada dirinya.


"Jadi mau ibu apa?" Ucap Lusi yang ikut menangis melihat ibunya menangis.


"Kamu menikah dengan orang yang sudah menidurimu"


"Baiklah Bu, baiklah. Lusi akan menikahi pria manapun yang menjadi pilihan ibu asal ibu bisa bahagia. Lusi siap untuk menikah dengannya" kata Lusi yang tampak perih dan tertunduk.


Ibu pun tampak menangis tersedu pada keadaan sang putri yang terlihat hancur itu.


Ya... ini adalah resiko dalam hidupku yang penuh derita, difitnah telah berzinah dan membuat sesuatu yang paling menyakitkan, yakni membuat ibu marah dan menangis serta kecewa pada diriku.


Hidup ku telah hancur bersama kenangan pahit didalammya, tidak ada alasan aku untuk menghindari setiap kehancuran yang ada. Berdamai dengan kehancuran mungkin itu caranya membuat aku bahagia meski dalam tangisan. Bahagia yang entah bagaimana caranya aku menimati tapi yang pasti ini cara paling baik diantara yang terburuk, yaitu menerima sesuatu yang sulit. Menikahi pria yang tak ku kenal dan cinta. Tapi inilah jalannya.


Lusi pun melihat dari kaca hilman yang bediri didepan Jendela.


Lusi hanya memandang tajam Hilman, seorang pria brngsk yang telah mengusik ketentraman hidupnya.


Hilman tahu bahwa Lusi mau menerima dinikahi olehnya, lalu Hilman pergi saat Lusi memandangnya.


Tapi dalam hati sebenernya ia bahagia. Karena telah sampai pada titik yang ia inginkan yaitu memiliki Lusi.


Soal berita yang ia terima dari Lusi sendirnybahwa Lusi adalah seorang psikopat, dia pun tampak masih memikirkan hal itu,

__ADS_1


dan sekalipun Lusi adalah psikopat sepertinya itu bukanlah alasan untuk Hilman untuk tidak menikah dengan Lusi.. ya Hilman akan mencari tahu tentang masa lalu Lusi. Apakah benar Lusi psikopat atau bukan.....


__ADS_2