
Kepergian Gery yang memang sudah menjadi keinginan Lusi pun bak seperti sebuah anak panah yang menusuk jantung.
Sakit dan perih ..
Sakit dan perihnya tak bisa diungkapkan, karena nyatanya Lusi yang mulai berusaha untuk mencintai Gery. Kini harus siap menjadi lupa. Bahkan pernikahan tiga hari dua malam itu seperti sebuah mimpi indah dan buruk.
Lusi yang sudah tersentuh sekali dalam seumur hidup Gery sepertinya memang harus menerima lagi melupakan.
Lusi berharap jika ia menikah lagi, tidak akan cerai lagi. Cepat menikah namun cepat juga menjadi janda.
Sulit rasanya menerima kenyataan pahit ini, namun hal pahit yang paling di rasa itulah adalah kenyataannya.
Lusi hanya berusaha untuk tetap tenang menghadapi setiap tantangan yang ada, yaitu kembali menjadi Lusi yang lama. Seorang single parent dengan anak satu yang kini tengah hamil.
Sendiri ya.. sendiri....
Setelah kejadian Lusi yang memutuskan bercerai dengan itu pun Lusi sudah tak lagi menemui Renata, Lusi hanya ingin sendiri. Lusi tidak membenci Renata hanya sedang tidak ingin bertemu dulu dengan mama mertua dari suaminya yang telah meninggal.
Lusi pun tidak bisa menyangka jika nantinya menikah lagi, orang akan anggap dirinya apa ya. Menikah cuma tiga hari, sedih sekali. Bahkan orang pacaran aja tidak sebentar itu. Kalau pun ada, itu hanya untuk orang yang tidak niat serius. Dan menikah dalam kurun waktu tiga hari akan membuat orang berpikiran buruk tentang Lusi dan mengira bahwa ada yang salah dengan diri Lusi.
Tapi saat ini Lusi belum memikirkan calon suami baru. Lusi perlu rehat dan menikmati masa menjadi seorang Ibu.
......
Setelah kejadian itu Liana pun tampak sadar setelah dua hari dalam keadaan koma karena jatuh dari tangga. Kepala Liana nyaris gegerotak tapi tak membuat dirinya amnesia dan lupa ingatan.
__ADS_1
Gery yang memang tidak cinta pada Liana masih ada tanggung jawab pada Liana ia pun masih menemani Liana saat itu. Dalam keadaan sadar yang ia cari adalah suaminya, yaitu Gery.
Gery pun setia menunggu Liana saat dirumah sakit, sebodoh dan jahatnya Gery. Ia masih mau menemani istrinya dalam keadaan sesulit apapun.
Liana pun membuka matanya dan memegang tangan suami nya dengan erat menandakan bahwa dirinya tak ingin berpisah darinya. Gery pun seketika mengelus rambut Liana saat itu dengan lembut.
"Kamu sudah sadar"
Liana pun terdiam sambil menyadarkan dirinya saat itu.
"Sayang" panggil Liana nada lirih menatap Gery saat itu.
"Iya aku disini" kata Gery tersenyum terpaksa.
"Apa?" Tanya Liana.
"Apakah berniat mendorong Lusi sebelum kamu jatuh" ungkap Gery ketika itu.
Liana masih terdiam, Liana sadar ia salah dan ingin melakukan hal buruk pada Lusi saat itu.
"Kamu ada niat untuk mendorong Lusi kan?" Tanya Gery lagi dengan nada tinggi.
"Iya aku ingin mendorong nya aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan padanya" kata Liana merasa bersalah pada Lusi saat itu. Dan terlihat takut saat itu, takut Gery marah.
"Kamu lihat dengan apa yang menjadi kejahatan mu, kamu sendiri yang menerima akibat dari kesalahan mu sendiri. Kamu jadi celaka!!!" Kata Gery kesal.
__ADS_1
"Aku sungguh tidak sengaja dan aku meminta maaf pada mu" kata Liana. " Tolong jangan ceraikan aku"
"Kamu jangan meminta maaf pada ku, tapi pada Lusi lah yang sudah hampir membuat dirinya celaka!!!!" Jelas Gery saat itu.
"Lusi sangat sayang pada mu lebih dari dirinya"kata Gery saat itu memepertegas Liana.
"Tapi Lusi jahat sudah merebut mu dari ku !!!!" Ungkap Liana tak terima.
"Liana, seharusnya kamu sadar kamu siapa?" Ungkap Gery.
"Lusi yang seharusnya lebih banyak sadar daripada aku" kata Liana tak mau kalah.
"Dia sayang padamu tapi kamu tak sadar akan hal itu!!!" Kata Gery lagi.
"Itu hanya omong kosong!!!" Kata Liana.
"Asal kamu tahu, karena dia sayang padamu, karena dia tak mau buat mu terluka. Dia selamanya sudah pergi dari ku, dan dia"
"Kenapa?"
"Dia meminta cerai, dia sayang padamu. Dia tidak mau kamu terluka karenanya" kata Gery saat itu.
Seketika Liana pun termenung dengan apa yang dikatakan oleh Gery dia tidak menyangka jika akhirnya dirinya yang mampu memenangkan Gery dihatinya didalam hidup nya. Tapi hal yang paling ia tidak sangka dan ia duga kalau Lusi mengalah untuk semuanya.
Dia pergi, demi aku... Batin Liana.
__ADS_1