Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Perjanjian itu


__ADS_3

Malam itu, disebuah restoran mewah. Disajikannya makanan yang begitu tampak mewah didepan mata. Terlihat mereka yang melakukan pertemuan.


Terlihat Gavino yang kembali dipertemukan kepada Dea wanita yang katanya akan dijodohkan.


Mata Gavino tampak tak memandang sama sekali wanita dihadapannya kini. Gavino hanya membuang wajahnya tak mau menyapa sama sekali. Wanita yang dihadapannya kini.


Dalam pertemuan itu, Gavino sebenernya ingin tahu dimana Deon kini.


Namun ia tampak tak melihat pria yang bernama Deon. Kemana kah dia?


Lantas itu pun menjadi pertanyaan besar untuk Gavino. Apalagi mengingat Tanisa pasti lah berada bersama Gavino.


Terlihat dua keluarga yang sedang menghadiri makan malam itu.


"Mana Pak Deon?" Tanya Gavino yang memandang dengan tatapan sinis.


"Dia sedang sibuk dengan bisinisnya" jawab Neni istri dari Deon.


"Sibuk bisnis atau mengurusi wanita lain" jawab Gavino tampak bicara tanpa filter.


"Jaga sikap kamu Gavino" tegas Mita pada anaknya.


"Hah, memang kenyataannya seperti itu kan. Harusnya tante memiliki suami, ya jaga suami tante. Jangan biarkan dia pergi begitu saja" ucap Gavino tampak terlihat ketus.

__ADS_1


Neni pun hanya tampak tersenyum palsu tak meladeni ucapan Gavino.


"Gavino!!!" Seru Mita pada Gavino. Mengingat kan anaknya untuk jangan berkata tidak sewajarnya.


"Maaf Neni, anak saya Gavino memang suka bicara asal-asalan" ucap minta maaf sambil tersenyum tidak enak hati.


Neni pun masih tidak meladeni ucapan Gavino yang menyinggungnya itu.


"Lalu bagaimana dengan perjodohan ini. Mau di lanjutkan" tanya Neni.


Gavino pun terdiam dan membuang wajahnya. Dia sebenarnya tidak mau ikut. Tapi menghargai mamanya saja yang memaksa sehingga ia mau ikut.


"Kalau aku sih jujur mau sama Gavino, tapi aku juga ikut kemauan Gavino. Kalau Gavino mau aku juga iya" ucap Dea yang memang sudah suka sama Gavino sejak awal pertemuan itu.


"Tapi apa?" Tanya Dea.


"Aku akan setuju jika, kalau kalian bisa membawa saya untuk bertemu dengan seseorang. Ah maksudnya Deon. Pak Deon. Saya ingin bertemu dengannya" tutur Gavino.


Mereka pun tampak terdiam karena mereka pun tak tahu Deon ada dimana.


Ya memang, istri sah Deon sudah tak saling akur. Mereka punya jalan hidup masing-masing walau hubungan mereka belum resmi bercerai. Sehingga mereka tak tahu ada dimana Deon kinim


"Sebagai anak perempuan pasti anda tahu lah, ayah anda sendiri sekarang dimana? Masa gak tahu. Apalagi sebagai anak sulung dari keluarga ini, saya yakin anda pasti tahu. Saya hanya tak ingin jika papa anda tiba-tiba ribet mempersalahkan ini dan itu" ucap Gavino pada Dea.

__ADS_1


"Papa sudah setuju aku sudah menelponnya, jadi tidak perlu ada yang direpotkan" kata Dea.


"Bukan,bukan masalah setuju atau tidak nya. Saya ingin bertemu dia langsung"kata Gavino.


"Bukan ingin bertemu Tanisa kan" sindir Dea


"Saya hanya ingin tahu masalah kerja sama yang belum tuntas dan bukan Tanisa" ucal Gavino bohong.


"Aku akan usahakan kamu untuk bertemu dengan dia. Tapi tetap syaratnya adalah kita menikah"


Lalu Gavino pun tampak berfikir sejenak.


"Oke"


Gavino pun mengiyakan syarat bodoh itu. Ia sengaja berbohong padahal dirinya memang hanya ingin tahu Tanisa kini yang entah kemana. Ia pun terpaksa mengiyakan agar bisa bertemu Tanisa. Karena Gavino tahu kalau Tanisa berada ditangan Gavino . Namun kalau soal perjodohan sungguh Gavino sama sekali tidak mau dan menginginkan hal itu terjadi.


Senyum mereka itu pun tampak terlihat mana kala Gavino mau.


Meski itu adalah syaratnya, Gavino harus bertemu dengan Deon.


Dea tampak senang, pria yang ia sukai juga menerima akan perjodohan itu. Tanisa tamaypak bahagia sambil memandang Gavino yang tampan itu.


Gavino yang gagah dan terlihat keren itu pun mampu membuat Dea terkesima.

__ADS_1


__ADS_2