Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Gavino membawa Tanisa


__ADS_3

Tanisa dirimu sudah ada didepan ku kenapa aku mengabaikan mu, seharusnya aku menjemput mu kembali. Harusnya tak kubiarkan dirimu hidup dengan Deon. Sekalipun dirimu hamil itu tak mudah membuat ku gentar untuk melupakan dirimu dalam hidupku. Aku tidak mau kehilangan mu Tanisa, ya selamanya tak akan aku biarkan.


Lalu Gavino mencari tahu dimana Tanisa kini lalu ia datang kerumah Deon, namun tampak tak ada yang membukakan pintu sama sekali. Dari luar tampak tak ada orang, ya saat itu memang rumah dalam keadaan sepi. Sementara Tanisa sedang berasa dirumah sakit.


Pada hari itu juga entah mengapa Gavino ingin kembali ke apartemen lamanya dulu yang sudah lama ia tak tinggali itu.


Namun tak disengaja, ia bertemu dengan Leon di apartemen nya itu. Seolah kesempatan didepan mata kini ada gengaman Gavino pria yang selalu bermain wanita itu, kini tampak kehilangan wanita yang menjadi satu-satunya teman tidurnya itu kini tak pernah mau terganti dalam hidupnya. Sekalipun seribu gadis Gavino tak mau, hanya Tanisa dalam hatinya.


Ya pertemuan dirinya dengan Leon itu seperti sebuah kesempatan berharga untuk diri Gavino menanyakan Tanisa kini.


"Leon?" Ucap Gavino. "Ada yang ingin aku bicarakan padamu"


"Soal apa? Aku ingin memberi tahu kan juga sesuatu"


"Aku ingin tahu dimana Tanisa kini"


Deg...


Kenapa bisa bersamaan begini, batin Leon.


"Dia ada, bahkan dia mengirim kan salam untukmu salam rindu" ucap Leon.


"Bisakah aku bertemu dengan dia sekali saja, aku pun sangat merindukannya" ucap Gavino senang saat mendengar nama Tanisa yang ternyata rindu dengannya.


Seketika Leon pun terdiam menatap Gavino. Gavino pria yang Tanisa cintai dalam kehidupan nya dan tak pernah tergantikan hingga saat ini. Yang ternyata juga rindu


"Baik" jawab Leon.


Lalu Leon pun mengajak Gavino untuk bertemu dengan Tanisa dirumah sakit setelah Leon mengambil kartu ATM nya yang tertinggal itu. Gavino tampak mengikuti mobil Leon dari belakang.


Leon dengan berani mengajak Gavino untuk bertemu dengan Tanisa.


"Tanisa, aku membawanya pria ini untuk mu" batin Leon.

__ADS_1


Dengan langkah kaki perlahan namun pasti, Leon pun membawa Gavino menunju rumah sakit itu lalu menuju ruang rawat inap yang Tanisa tempati. Gavino pun seolah tak sabar untuk bertemu dengan Tanisa namun dengan perasaan yang penuh debaran dan khawatir. khawatir jika dirinya akan dipisahkan lagi.


"Tanisa ada didalam kamu boleh melihatnya" ucap Leon memperbolehkan Gavino untuk bertemu Tanisa.


Perasaan berdebar Gavino pun benar-benar ada didalam hatinya mana kala ia membuka pintu. Dan saat Gavino melihat Tanisa didalam kamar rawat itu. Gavino tak menyangka jika Tanisa benar-benar berada dihadapan nya kini.


"Tanisa" ucap Gavino melihat Tanisa yang terlihat pucat dan terbaring lemah itu.


Sontak saat dengar suara yang paling Tanisa kenal dulu kini terasa begitu dekat dan terdengar dengan nyata, Tanisa melihat siapa yang datang. Tanisa pun kaget karena kali ini benar datang adalah...


"Gavino" ucap Tanisa senang melihat siapa yang datang dengan membulatkan matanya.


"Tanisa" ucap Gavino lagi.


Dengan cepat Gavino pun berjalan dan memeluk Tanisa dengan erat. Tak disangka ini pertemuan untuk Tanisa lagi setelah seolah harapan Tanisa sirna untuk dapat kembali bertemu Gavino. Tanisa pun tampak menerima pelukan pria yang paling ia cintai yaitu Gavino.


"Gavino, aku sangat merindukan mu" kata Tanisa.


"Tanisa aku pun sangat menyayangimu aku sangat mencintai mu"


"Iya" ucap Gavino.


Lalu mereka pun masih dalam posisi berpelukan saling memadu kerinduan, cinta dan kasih sayang yang tampak menggebu.


Aku tidak bermimpi kan melihat Gavino dihadapan ku saat ini, batin Tanisa.


Gavino dan Tanisa pun sangat bahagia disaat keduanya tampak bahagia saat dipertemukan kembali.


Lalu bagaimana dengan Leon?


Sementara Leon dari kejauhan tampak melihat Tanisa dengan perasan senang namun ada satu perasaan yang tak bisa ia ungkapan juga selain rasa senang. Dan perasaan itu adalah rasa sakit.


Rasa sakit yang amat terasa disaat Tanisa yang sudah ia cintai kini berada dipelukan pria bernama Gavino. Ada perasaan senang karena Tanisa dapat kembali bertemu pria nya itu, namun ada perasaan sedih karena Tanisa memeluk pria lain. Ya Leon cemburu, sangat lah cemburu. Namun ia tampak menahan dan membelakangi ego dan perasaan nya.

__ADS_1


"Tanisa aku bahagia kamu dapat bertemu dengan nya, namun aku pun juga bingung kenapa aku bisa sesakit ini. Kenapa aku bisa mencintai wanita seperti dirimu. Wanita yang seharusnya tidak ada didalam hati ku dan tak seharusnya aku cintai" batin Leon meronta berbicara dalam hati didepan pintu sambil memandang Tanisa.


Sementara itu Gavino masih berpelukan dengan Tanisa, dengan air mata yang berlinang Tanisa tampak memeluk Gavino, seolah Gavino sama sekali tak mau melepaskan wanita itu. Lalu dengan cepat dan perlahan Gavino pun tampak mencium kening Tanisa dan mencium pipinya, sesekali Gavino tampak mengecup bibir Tanisa hingga beberapa kali meluapkan rasa rindu yang berkecamuk. Tanisa pun tampak menerima dan tak menolak sama sekali untuk meluapkan rasa rindu yang paling dalam.


"Gavino aku tidak ingin hidup bersama Deon, aku tidak mau hidup bersama nya. Bawalah aku, aku ingin pergi dari kehidupannya" ucap Tanisa yang sambil menangis mengingat semua perlakuan Deon terhadap dirinya.


"Kamu ingin ikut dengan ku"


Jawab Tanisa sambil mengangguk.


"Baiklah ikut dengan ku aku akan membawa mu kembali pada ku, kita akan hidup bersama seperti dulu. Aku sangat mencintai mu, aku tidak mau kehilangan mu" ucap Gavino memegang wajah Tanisa dengan kedua tangannya.


Seketika Tanisa tampak menoleh dan memandang wajah Leon yang saat itu masih berdiri dibelakang.


"Leon?" Ucap Tanisa memandang ke arah Leon.


"Pergilah, bawalah Tanisa. Kamu boleh pergi Tanisa dengan orang yang kamu cintai" ucap Leon.


"Lalu bagaimana dengan papa mu" ucap Tanisa tampak khawatir.


"Itu menjadi urusan ku. Kalian pergi dan hidup lah bersama, karena aku tahu selama ini kamu tak pernah bahagia hidup bersama dengan papaku" kata Leon.


Lalu Gavino pun menggendong Tanisa dan niat untuk membawanya pergi dari rumah sakit. Tapi sebelum Gavino beranjak, Leon tampak menepuk bahu Gavino untuk memberikan sebuah pesan yang dalam pada Gavino.


"Gavino, aku meminta pada mu. Jagalah Tanisa jangan kamu sakiti dia, jagalah dia dengan baik" ucap Leon memandang Tanisa.


Gavino pun mengangguk.


Lalu dengan langkah yang cepat dan pasti Gavino pun membawa Tanisa untuk pergi. Gavino pun membawa kabur pasien bernama Tanisa. Meski begitu tapi Gavino berjanji akan merawat Tanisa lebih lanjut dirumah.


Dengan langkah kaki yang cepat Tanisa pun dibawa oleh Gavino.


Lalu bagaimana dengan Deon?

__ADS_1


Lalu bagaimana jika Deon tahu jika Tanisa dibawa pergi oleh Gavino?


__ADS_2