
Lusi pun pulang dengan air mata yang terasa mendalam, Lusi tidak menyangka bila dirinya akan dihadapkan dengan berita yang penuh duka. Langkah kakinya seolah berat, ia tidak menyangka bila semuanya begitu memilukan
Lusi pun pulang dengan semua duka yang mendalam, kenapa semua begitu terasa sulit.
Sampai laju mobil yang cepat membuat Lusi seolah diam saja, Lusi tampak ingin bunuh diri saat itu. Ya bunuh diri!!!!!
Membiarkan dirinya ditabrak oleh siapapun pengemudi yang sedang melaju kencang. Lusi sedang mengalami patah arang yang sejadinya, hingga mobil yang melesat kencang itu tampak ingin menabrak.
Ciiiiittttt.....
Mobil itu hanya dapat mengerem saat melihat wanita yang sedang menangis ditengah jalan.
"Kamu gillaaaaaa" ucapnya.
Lusi pun tidak menjawab, Lusi pun langsung pingsan.
bruuuggghhhhh...
Orang yang menemukan Lusi itu pun langsung membawa Lusi pergi ke rumah sakit, dan memberikan pertolongan pertamanya. saat dicek ternyata saat itu Lusi hamil.
Saat Lusi tersadar, Lusi pun masih belum tahu bahwa dirinya hamil.
Lusi pun pulang tanpa memberikan pesan ia kabur dari rumah sakit seperti orang yang aneh, ya Lusi seperti orang yang tidak mengenal dirinya sendiri juga kehilangan arah.
Ia langsung berlari pergi dengan taksi dan pulang.
Saat Lusi kembali ke rumah, benar saja. Rumahnya sudah ramai dipenuhi oleh banyak orang, saat Lusi melihat ia pun lebih kaget melihat suaminya sudah dibalut oleh kain kafan.
"Jangan tinggalkan aku" teriak Lusi memeluk suaminya.
Tangisan Lusi pun langsung begitu terasa sesak didada. Dirinya seperti didalam alam bawah sadar melihat suaminya yang kini dibalut oleh kain kafan berwarna putih.
Semua orang yang datang tampak menguatkan Lusi tapi Lusi seperti orang yang kehilangan arah. Sampai Lusi pun kembali pingsan.
Bruuuuuuggghhhhhh....
Sampai saat waktu dikuburnya sang suami Lusi tampak tak bisa hadir karena dirinya yang kembali pingsan dan tak melihatnya.
Waktu penguburan yang dilakukan itu pun membuat Lusi tak mampu menghadiri. Lusi benar-benar orang yang hampir mati saat itu.
__ADS_1
Tiba-tiba sore harinya, Bayu datang kerumah Lusi. Lusi yang sedang berduka itu pun kaget dengan kedatangan Bayu.
Bayu ingin mengobrol berdua saja, Bayu langsung masuk ke kamar Lusi karena ada sebuah rahasia yang harus ia utarakan.
Entah ada angin apa Bayu datang...
"Aku turut berdukacita atas kepergian suami mu" ucap Bayu.
"Tahu darimana kamu soal kematian suamiku, kenapa kamu tiba-tiba datang" ucap Lusi tak terima kedatangan Bayu. Saat itu Lusi baru saja siuman.
"Aku diam-diam mengikuti mu selama ini" ucap Bayu.
"Ada yang ingin ku sampaikan" timpal Bayu lagi.
"Apa?"
"Aku hanya ingin beritahu, untuk menebus rasa bersalah ku padamu" kata Bayu.
"Apa?"
"Saat kejadian di Semarang,saat dirimu pingsan. Ya saat dirimu pingsan. Sebetulnya itu sudah direncanakan oleh Gery. Kamu ditiduri saat malam pertamanya"
"Itu bohong kan!!! Jangan mengarang!!!!" Ucap Lusi kesal.
Gery bisa masuk ke kamar Lusi saat itu diam-diam berhasil membuat Lusi histeris.
Lusi yang awalnya tidak percaya akhirnya percaya, ya Lusi percaya pada hari itu.
Bayu pun memberikan rekaman cctv terakhir yang Gery masuk kedalam kamar Lusi.
"lihatlah ini" ucap Bayu. "aku beritahu ini karena aku selalu diikuti rasa bersalah ku selama ini. aku tidak tahu kenapa bisa seperti ini"
dalam rekaman cctv itu, Gery memang tampak masuk pukul 01.00 dan pukul 04.30 Gery baru keluar dari kamar itu.
Lusi pun tampak menangis...
Seketika hati Lusi pun perih melihat semua yang terjadi saat itu, batinnya sungguh tersiksa. Begitu pahitnya menghadapi dua kenyataan pahit secara bersamaan. Lusi pun tampak memukul tubuhnya dan menarik rambut nya rasa sakit yang teramat dalam.
Perih....
__ADS_1
sangat lah perih.....
Bayu pun tampak meminta maaf.
"Aku minta maaf padamu" ucap Bayu.
"Astagfirullahaladzim, kenapa ini bisa terjadi" Lusi pun hanya tampak menangis sambil istighfar.. ya hanya itulah yang mampu lakukan.
Bayu pun langsung keluar dari kamar Lusi.
hiks... hikss... hikss..
Lusi pun menangis histeris sampai orang rumah tampak kebingungan melihat Lusi yang menangis seperti itu.
"Kamu kenapa nak, yang sabar nak" ucap sang ibu memeluk Lusi.
Lusi pun tidak menjawab apapun hanya tangisan dan derai air mata yang begitu membasahi pipinya.
Hiks.. hiks...hikss...
.
.
.
.
Dari kejauhan seseorang pria datang.
Seorang pria yang nyaris saja menabrak Lusi dan sempat membawa Lusi kerumah sakit mengatakan kalau Lusi hamil.
Bumi bak runtuh, Lusi yang sedang mengalami kedukaan yang teramat semakin sakit mendapatkan kabar tentang kehamilan.
Lusi hanya menangis dan menangis. Semua rasa begitu campur aduk hingga ia tak mampu membendung semua yang terasa menjadi satu dan campur aduk.
Lusi tampak shock dan tak bisa berkata apa-apa lagi. Selain air mata yang tak bisa ia keluarkan.
Amarah, sedih, kesal dan kesakitan batin yang berkecamuk hari ini di campur menjadi satu.
__ADS_1
Hingga Ibu dari Lusi pun akhirnya membawa Lusi pulang ke Bandung hari itu juga. Karena melihat Lusi yang tak bicara, tak menyahut dan seolah lupa diri sendiri itu membuat ibunda dari Lusi menunjukan keresahan.
Lusi tampak terdiam dengan air mata yang berlinang, dengan air mata yang tak bisa ia bendung. Lusi terus saja menangis.