
Sementara itu, terlihat Gery yang secara diam-diam menemui Lusi di kediaman rumahnya.
Namun yang ia ingin temui nihil. Tidak ada Lusi dirumahnya. Katanya Lusi sedang keluar untuk mengajak Fabio jalan-jalan. Malah yang ia temui Bi Asih.
"Hayoo cari siapa?" Ucap Bi Asih.
"Cari Syahrini" ucap Gery.
"Gak usah jauh-jauh nih udah didepan mata" ucap bi Asih.
"Mana?"
"Saya tuan" ucap Bi Asih.
"Ini sih bukan Syahrini. Syahroni"
"Tuan gak percaya? Nih saya peragain lagu syarhrini. Maju mundur maju mundur cantik. Cantik. Kedip mata biar kau tertarik. Maju mundur maju mundur. Cantik.. cantik.."
"Halah. Maju mundur bukannya cantik. Tapi malah nyungsep" ucap Gery.
"Tuan mah sadis" ucap Bi Asih.
"Mana Lusi?"
"Keluar" ucap Bi Asih.
"Yang bener Bi"
"Serius Tuan" ucap Bi Asih.
"Mau duit gak?" Ucap Gery.
"Mau?"
"Asal ada syaratnya?" Ucap Gery.
"Apa tuan?"
Secara diam-diam Gery pun membisikan sesuatu ke telinga Bi Asih. Dan memberikan sesuatu kepada Bi Asih. Dan menjelaskan sesuatu.
"Paham sampai sini?" Tanya Gery.
"Oh baiklah"
Lalu Gery pun tampak pergi. Dan meninggalkan Bi Asih. Dan Bi Asih tampak menelpon Lusi yang kala itu sedang berada di taman mengajak Fabio jalan-jalan, dan Untuk pulang.
Selang beberapa menit kemudian Lusi pulang. Sambil membawa Fabio distroler.
"Ada apa bi, telepon saya suruh pulang" Ucap Lusi. Sambil mendorong stroler. Dan terlihat Fabio yang sedang mengigit mainan kecil ditangannya.
"Tadi nyonya ada pak RT nagih uang sampah" ucap Bi Asih.
"Uang sampah, perasaan itu udah dibayar. Emang nagih uang sampah itu tiap hari ya" ucap Lusi tampak berfikir.
"Sepertinya mau di double bayarnya. Kayanya sih, si Mang Ucup mau mudik. Jadi butuh duit" ucap Bi Asih, berbohong.
"Terus sekarang mang Ucup?" Tanya Lusi.
"Udah pergi, karena kelamaan nunggu. Tapi nanti biar bibi aja anter" ucap Bi Asih.
"Oh" ucap Lusi duduk.
"Nyonya mau minum apa?" Tanya Bibi.
"Apa ya? Es jeruk enak kali ya. Tapi es nya dikit aja" ucap Lusi.
"Bibi buatin ya. Nyonya tunggu dikamar aja" ucap Bi Asih.
"Emang kenapa? Disini juga gak apa-apa nunggu" ucap Lusi.
"Gak apa-apa. Sepertinya nyonya terlihat lelah" ucap Bi Asih.
Lusi pun hanya tampak tak menghiraukan. Lusi malah duduk di sofa sambil menyandarkan diri.
Tak lama Bibi datang membawa Es Jeruk. Dan menyediakannya di depan meja. Lusi yang sedang duduk sambil menggendong Fabio itu pun langsung meminumnya.
Namun tiba-tiba. Kepala Lusi terasa pusing dan sangat berat. Lusi pun tampak kehilangan keseimbangan dan ia pun langsung menaruh Fabio distroler lagi.
Fabio pun langsung di gendong bi Asih.
Terlihat Lusi yang sudah tertidur di atas sofa. Lalu Bi Asih pun memberitahu Gery yang saat kala itu Lusi sudah tampak tertidur.
Saat itu juga Gery bersiap membawa Lusi ke kamar.
__ADS_1
Ya...
Semua sudah menjadi rencana Gery. Yang sengaja membayar Bi Asih untuk memberikan obat tidur pada Lusi.
Namun tiba-tiba, terdengar suara tamu datang. Yang tampak tak diundang.
Tingnong...
Sontak Gery. Gery yang baru saja melancarkan serangan jahatnya untuk meniduri Lusi itu tampak gagal.
"Assalamualaikum" ucap Juna yang datang.
"Wa.. walaikumsalam" jawab Gery yang tampak terbata. Melihat kedatang seseorang.
Gery pun memandang sinis melihat Juna yang ada dihadapnya. Sementara Lusi pun tampak tertidur. Bak putri tidur dihadapannya.
"Lo kenapa ada disini" ucap Gery pada Juna.
"Seharusnya gue yang bertanya kenapa lu disini" ucap Juna kesini.
"Gue kesini, ingin menunggu Rian" ucap Gery.
"Gue kesini ingin menemui Lusi" ucap Juna yang tampak memandang penuh sinis pada Gery
"Ngapain lu kesini, Lusi sedang tidur sebaiknya lu pulang" ucap Gery
"Gue akan menunggu sampai Lusi bangun" tegas Juna.
"Tidak perlu" ucap Gery.
"Tidak ada urusan sama sekali sama lu. Selama apapun itu gue akan tunggu. Sampai Lusi terbangun, paham!" Juna pun langsung duduk di depan sofa.
Gery pun tampak mengepalkan tangannya dan duduk disamping Juna sambil membuang wajahnya.
"Kenapa bukan lu yang pulang"ucap Juna.
"Gue takut kalau lu sampai ngapa-ngapain Lusi" ucap Gery sinis.
Juna pun tersenyum miring. "Buktikan saja. Gue gak akan ngapa-ngapain. Apalagi Lusi ini adalah istri orang lain, jelas!!" ucap Juna.
Keduanya pun tampak menunggu. Dan melipat tangan dan saling membuang wajahnya masing-masing.
Sementara Lusi masih tidur diatas sofa.
Gery, tampak sangat kesal pada Juna karena rencana nya gagal. Juna pun juga tampak membuang wajah nya sambil menunggu Lusi yang tidur itu.
Setelah 3 jam dalam tidurnya, Lusi pun membuka matanya dan kaget melihat dua pria yang sedang dihadapannya.
"Hah.. kenapa aku bisa tidur disini. Kalian.. kalian kenapa disini" ucap Lusi yang tampak terbangun. Dan mengucek kedua matanya.
"Bertamu mau ketemu Rian" ucap Gery.
"Eh" ucap Lusi menyipitkan matanya.
"Kamu datang berdua, kamu gak punya hubungan apa-apa kan sama Juna" ucap Lusi pada Gery.
"Lu pikir gue gay" ucap Gery tampak kesal.
"Oke, terus kalian berdua ngapain" ucap Lusi.
Tak sampai menjawab.
Rian pun datang. Rian baru saja pulang kerja. Sontak Rian yang baru saja pulang itu pun kaget saat ada tamu dirumahnya.
"Wah kenapa banyak sekali tamu" ucap Rian. Dan melihat Lusi, dan tampak memeluk sang istri.
"Entah lah" ucap Lusi sambil tersenyum simpul.
"Gak kebetulan lewat dan mau ketemu nanya soal bisnis kita" ucap Gery.
"Kalau lu Jun" kata Rian.
"Gue mau ketemu Lusi, soalnya mau kasih hadiah buat Fabio. Dan hadiahnya udah gue taru dimeja" ucap Juna
"Gue cabut ya" ucap Juna lagi.
"Gue juga" ucap Gery.
"Eh kok pulang" ucap Lusi.
Disaat Gery dan Juna pulang. Lusi pun tampak menahannya.
"Ya ampun kalian jangan pulang dulu. Makan dulu yuk. Masa ada tamu dianggurin gini. Ayo kita makan. Tadi pagi aku sempat masak soto ayam" ucap Lusi.
__ADS_1
"Ah gak usah udah makan" jawab Juna.
"Gue juga dah makan" tolak Gery.
"Jun.. kamu makan dulu. Gak apa-apa. Awas kalau nolak aku marah sama kamu. Kamu juga Gery, gak boleh nolak rejeki. Ayo" ucap Lusi
Lusi pun tampak memaksa dan menarik tangan keduanya ke meja makan.
"Lusi kamu gak ajak aku makan" sahut Rian yang cemburu
"Oia kamu ketinggalan. Ayo makan juga" ucap Lusi yang menarik tangannya.
Lalu ketiga pria itu pun ke meja makan. Ketiga pria itu pun, duduk dimeja makan.
"Nah kalian ini lucu-lucu banget kalau dikumpulin bertiga gini, seperti anak TK" ucap Lusi tersenyum menyiapkan piring untuk ketiga pria itu.
"Nah sebelum makan. berdoa dulu ya, ayo Juna kamu yang pimpin doa" ucap Lusi.
"Hah?? Aku. Aku gak mau. Gery atau Rian aja" tolak Juna.
"Hmm, Yaudah siapa yang mau? Gery atau Rian. Mm, Kamu aja Rian" ucap Lusi.
"Gak mau. Gery aja" ucap Rian.
"Gak mau juga" ucap Gery yang juga menolak.
"Oke, oke kalau gitu kita sama-sama berdoa. Bareng-bareng ya. Gak boleh ada yang nggak doa. Awas!!! Ayo semuanya mulai. pakai suara" ucap Lusi.
"Ya ampun, kita sudah besar kenapa harus begini" ucap Rian.
"Badan boleh besar. Tapi ini bukan soal besar kecil tapi soal membiasakan diri untuk berdoa" ucap Lusi tak mau kalah.
"Kenapa harus bareng-bareng, dan bersuara gitu" ucap Rian lagi.
"Berdoa dengan suara itu bukan suatu dosa. Aku cuma mau memastikan, kalau kalian ini benar-benar berdoa. Atau jangan-jangan cuma pura-pura berdoa" ucap Lusi.
"Mana ada orang pura-pura doa" ucap Rian.
"ya ada contohnya kamu" ucap Lusi.
"Tapi, Yaudahlah ngalah aja sama nyai Ratu" ucap Rian.
"Nah gitu dong, semuanya mulai ya" ucap Lusi.
"Bismillahirrahmanirrahim. Allâhumma bârik lanâ fî mâ razaqtanâ wa qinâ adzâban nâr. Amin" ucap Rian, Gery dan Juna ama-sama.
"Hoalah pinter banget anak-anak ini. pasti pada rajin ngaji ya. Ayo kalau gitu kita makan" ucap Lusi.
Mereka pun memulai makan.
"Nah kan kalau sudah berdoa enak makannya. Mau nambah juga bisa, ada yang mau tambah?" Ucap Lusi menawarkan.
"Ngak..ngakk" ucap Gery dan Juna bersamaan.
"masa gak mau" ucap Lusi Herman.
"Ah cukup cukup" ucap Gery dan Juna.
Rian pun tampak tertawa saat Gery dan Juna menolak makanan tambahan dari Lusi.
"Hahahah" Rian tampak tertawa.
"Kompak sekali jawabnya, jangan bilang??" ucap Lusi.
"Jangan bilang apa" tanya Rian.
"Masakan aku gak enak" ucap Lusi.
"Heheh, Emang iya" ucap Rian menahan tawa.
"Puas banget kamu ketawain masakan aku gak enak" ucap Lusi.
"Gak masakan kamu enak kok. Meskipun gak seenak masakan Bi Asih" ucap Rian.
"Halah. Gombal"
"gak masakan kamu enak cuma emang kenyang aja" ucap Gery.
"iya, masakan kamu emang enak. tapi emang kenyang" ucap Juna.
"Nah dengar kan" ucap Lusi.
Tampak setelah makan mereka pun pulang.
__ADS_1