Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Marisa? apalagi?


__ADS_3

Ya.. hari itu lalu Marisa pun pulang diantar oleh Juna, udara sore kala itu memang terasa enak untuk dinikmati. Kalau dibahasakan namanya jalan-jalan sore. Marisa pun pulang diantar oleh Juna dengan naik motor sport. Dan kebetulan sekali kendaraan yang Juna bawa adalah motor juga. Marisa memang lebih senang bila naik motor dibanding dengan mobil. Karena bisa lebih menyatu dengan alam. Dan baru kali ini lagi Marisa dibonceng naik motor oleh seorang pria. Terakhir yang ia rasakan hanya dengan seorang pria yang bernama Rian itu. Rasanya ingin memegang pinggang Juna. Namun kecanggungan dan malu begitu terasa. Apakah Marisa terlalu lama menjomblo dan menutup hati. Sehingga merasakan canggung yang begitu mendalam.


Selama di perjalanan Juna pun membawa motor sangat perlahan. Beda sekali dengan Rian yang kalau bawa motor kebut-kebutan. Jadi aman lah jika Marisa tidak memegang pinggang Junaedi, eh maksudnya Juna.


"Marisa" ucap Juna


"Kenapa?"


"Kamu punya pacar?" Tanya Juna.


"Gak, kenapa?"


"Pengen tahu aja"


"Oh..."


Tak lama mereka pun hampir sampai. Namun Marisa tampak tidak mau bila Juna berhenti di depan rumahnya. Karena Marisa ingat bila papanya melarang Marisa untuk naik motor. Kalau sampai ketahuan bisa celaka 12.


"Jun, berhenti disini aja ya" ucap marisa turun dari motor.


"Kenapa?"


"Bokap gue larang gue naik motor"


"Kenapa?" Tanya Juna lagi.


"Panjanglah ceritanya"


"Rumah lu yang mana?"


"Yang ada pohon jambu merahnya. Sama ada tulisan 'awas ada anjing galak'"


"Lu muslim?"

__ADS_1


"Iya"


"Kok melihara anjing"


"Cuma tulisan doang buat nakut-nakutin maling"


"Oh, Marisa"


"Kenapa lagi?"


"Lu lucu"


"Dari lahir itu" Maris pun tampak kesal. Dan saat ingin melangkah. "Dah ya gue pulang makasih"


"Marisa" panggil Juna lagi.


"Apalagi sih"


Lalu Marisa pun menghampiri. Dengan keterpaksaan Juna yang manggilnya dengan keribetan yang hakiki.


"Apalagi??" Ucap Marisa jengkel.


"Ini" Juna memberikan sebuah barang didalam paper bag.


"Apa"


"Buka"


Lalu Marisa pun tampak membuka sebuah hadiah didalam paper bag berwana pink. Dan ternyata dibuka berisi boneka gajah.


"Bukannya ini buat anaknya Lusi" ucap Marisa


"Gue sengaja beli dua. Dan satu nya lagi buat lu"

__ADS_1


"Gue gak punya anak. Jadi lu gak usah kasih"


"Lu simpen aja sampai lu punya anak. Kalau anaknya gak mau bisa buat lu kan"


"Ini boneka gajah. Bukan harta warisan, kenapa ribet banget harus turun temurun"


"Kan lu yang ajarin gue"


"Oia gue lupa, yaudahlah makasih"


"Sama-sama"


"Marisa??"


"Apalagi"


"Awas di rumah lu ada anjing galak"


"Bodo amat, gue udah tahu. Cuma tipuan"


Juna pun tampak tersenyum saat Marisa memasang wajah cemberutnya sambil melangkah dengan kasar karena kesal. Juna pun tampak memperhatikan Marisa, sampai Marisa benar-bener hilang dari pandangan dan masuk kedalam rumahnya. Dan baru kali ini lagi, Juna tampak senang saat dipertemukan seorang wanita selain Lusi dalam hidup nya.


***


Setelah mengantar Marisa pulang ke rumah. Entah mengapa Juna tampak tersenyum sendiri selama perjalanan pulang. Ya.. mungkin Juna selama ini terlalu menutup hatinya untuk wanita lain. karena saking sangat ia mencintai Lusi, Sehingga matanya terpejam untuk wanita lain.


Namun kali ini, terasa lain saat Juna mampu bertemu Marisa. Walau awal bertemu, Juna tidak langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada Marisa. Namun benih benih cinta itu seolah ada dan terasa nyata. Dan mampu membuat Juna tersenyum kembali bila mengingat hal lucu tentang Marisa.


*****


Marisa... Oh Marisa...


Apalagi.... Apalagi... Apalagi....

__ADS_1


__ADS_2