Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Remed


__ADS_3

...Perhatian untuk semuanya... 21++...


...bijak dalam membaca. dosa tanggung sendiri. Bocil pulang dipanggil emak!!???...


Sementara itu terlihat pasangan penganti baru yang tampak menikmati moment bersama sebagai pasangan suami istri. Siapa lagi kalau bukan Juna dan Marisa. Terlihat Juna dan Marisa yang begitu tampak lengket pada sang wanitanya kini.


Juna pun tampak senang mendapatkan istri seperti Marisa.


"Marisa?" panggil Juna pada istrinya itu.


"Ya sayang"sahut Juna.


"Kita alan-jalan yuk" pinta Juna.


"Kemana?" tanya Marisa.


"Beli baju. Ada yang aku mau beli. Anggap aja, kita jalan-jalan sore" ucap Juna lagi.


"Tapi aku belum mandi"


"Sama aku juga tar aja pulangnya baru mandi ya" kata Juna.


"Baiklah"


"Tapi satu?" ucap Juna.


"Apa?"tanya Marisa.


"Mandi bareng ya" ucap Juna sembari senyum-senyum.


"Aku kan lagi haid masa mandi bareng emang gak geli" kata Marisa.


"Yang bagian atasnya ajah kasih lihat. Yang bawahnya gak usah" Juna tampak Meloby agar bisa mandi bareng.


"Kamu udah gak tahan ya"ledek Marisa.


"Iyalah Marisa. Aku mempertahankan keperjakaan aku dari bayi loh. Sampai sekarang" kata Juna.


"Emang masih perjaka" goda Marisa.


"Serius masih?"


"Buktinya apa?"


"Ya, aku tuh gak pernah pacaran. Gak pernah ini itu deh. Masa kamu gak percaya" gerutu Juna.


"Iya aku percaya" ucap Marisa tampak tersenyum. Ucapan Marisa hanya meledek tapi Juna tampak serius.


Lalu mereka pun berangkat dengan naik mobil milik Marisa. Maklum saja, Juna belum punya mobil. Jadi naik mobil milik Marisa.

__ADS_1


Mereka pun memutuskan untuk berhenti disebuah mall. Mereka mendatangi sebuah mall yang ada di Jakarta.


Juna pun tampak memilih pakaian yang akan ia kenakan. Karena ia hanya membawa beberapa baju saja. Setelah puas berjalan-jalan.


Mereka pun pulang dan sampai didalam rumah.


Lalu...


Sesampainya di rumah....


Juna yang tadinya ingin mandi bareng dengan Marisa sambil enak-enak, mengurungkan niatnya. Karena tiba-tiba Juna diajak mengobrol dengan David.


Sebenarnya bukan membahas yang penting tapi membahas hal tidak penting yaitu burung. Ya, David tampak bertanya tanya soal burung peliharaan. David meminta Juna untuk menemani dia membeli burung jalak yang bagus. Karena akhir-akhir ini David memang sedang memiliki hobi baru yaitu memelihara burung. Karena David adalah ayah mertuanya jadi mau tak mau. Juna mau diajak mengobrol sekalipun itu membahas hal yang tidak penting.


Setelah mengbrol kesana kemari membahas burung.


Kini saat nya Juna masuk kedalam kamar. Juna tampak kecewa karena Marisa sudah mandi duluan. Padahal Juna kan sudah siap untuk mandi bareng bersama Marisa dan itu sungguh diluar dugaan dirinya. Marisa tampak tertidur ditempat tidur. Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Juna yang belum mandi itu pun lantas tidur disamping Marisa. Tiba-tiba kecupan hangat itu mendarat.


Cup..


Seketika Marisa pun membuka matanya melihat suaminya sudah datang.


"Kamu kenapa? Bangunin aku aku masih ngantuk" ucap Marisa masih memejamkan matanya. Dan terasa enggan untuk membuka mata.


"Kamu curang..kan kita mau mandi bareng kok udah mandi duluan" gerutu Juna kesal.


"Besok aja ya, aku udah gerah. Pengen tidur juga ngantuk" jelas Marisa.


"Apa sih?" Marisa bingung.


"Ciuman lagi seperti kemarin" tutur Juna memeluk Marisa dari belakang. Masih dalam posisi tiduran.


"Eh kenapa? Kemarin kan sudah" tolak Marisa.


"Kemarin Ama sekarang beda. Kalau sekarang belum. Cuma ciuman aja kok masa gak mau sih kamu" Juna tampak ngambek pada istrinya itu.


"Kalau ciuman terus, nanti bibir kita bisa dower loh" ungkap Marisa pada Juna.


"Masa sih baru denger aku. Kalau kebanyakan ciuman bisa bikin dower. Tapi, Ya gak apa-apa dower juga yang penting kan masih punya bibir" ucap Juna.


Marisa malah tampak memejamkan matanya, tidak mempedulikan Juna. Ia merasa mengantuk ingin tidur.


"Marisa jangan tidur kamu belum lulus kemarin, ujian ciumannya. Nilainya masih jelek. Masih amatir dan kurang bagus" kata Juna pada Marisa.


"Apanya kurang bagus dan bagaimana? Emang bibir aku kenapa? jelek!!" ucap Marisa kini berbalik ke arah Juna. Dengan nada sedikit kesal.


"Bukan jelek tapi caranya masih kurang. Kamu masih aku remedial. Ayo mulai lagi. kamu masih kaku tahu gak"tegas Juna.


Dengan keterpaksaan Marisa pun duduk. Juna pun juga tampak duduk dan kini berhadapan dengan Juna. Dan Juna pun tampak memandang Marisa.

__ADS_1


"Nah gitu, kita belajar ciuman lagi ya" ucap Juna.


"I-iya" jawab Marisa tiba-tiba grogi.


Juna pun menatap mata Marisa perlahan. Membelai rambut Marisa. Dan membelai pipi Marisa.


Lalu Juna pun tampak membawa permen mint untuk pelajaran terbaru mereka.


"Nih.." ucap Juna memberikan permen itu pada Marisa.


"Buat apa?" Marisa heran.


"Makan permen satu berdua"


"Biar apa?" Tanya Marisa heran.


"Coba aja dulu. Dan rasakan sensasinya. pasti kamu ketagihan" ucap Juna sembari senyum-senyum.


"Ih gak mau jorok ah" tolak Marisa.


"Eh coba dulu gak apa-apa" kata Juna.


Lalu Juna pun tampak memakan permen itu. Dan Juna pun tampak mencium Marisa dengan perlahan-lahan, sambil memakan permen itu.


"Nanti kita tukeran permen dalam mulut ya sayang "ucap Juna mesra karena ia telah berhasil meraih keinginannya untuk berciuman pada istrinya itu.


Juna pun tampak berciuman sambil berebut permen dalam mulut.


Ya Marisa yang awalnya bilang jijik itu tampak memainkan permen dalam mulutnya juga. Mengikuti arahannya Juna. Juna sebenarnya sudah tidak tahan menuju gawang yang tersegel rapi itu. Tapi apalah mau dikata, cuma sabar sampai waktunya tiba. Mengingat Marisa yang saat ini masih dalam masih haid.


Juna pun memegang tubuh Marisa dan Juna pun tampak kaget saat ada sesuatu yang berbeda didada Marisa.


"Eh kamu gak pakai bra ya" ucap Juna tampak keheranan.


"Iya, kenapa?"


"Hahaha.. Bagus. Aku jadi leluasa. Ini jadi peraturan baru juga ya untuk kita. Kamu jangan pakai bra kalau dikamar sama aku" ungkap Juna.


"Ih kamu ih"


"Gak apa-apa sayang aku suka"


Lalu Juna pun kembali mencium bibir Marisa dengan gemas. Sambil memasukan tangannya didalam baju Marisa dan mencium bibirnya.


"aaahhhh. . eeeemmmpppppphh"


Marisa pun merasakannya. Tangan jahil Juna yang kesana kemari menikmati gunung kembar yang tampak besar dan menggairahkan itu. Apalagi Juna yang tampak sangat fokus pada titik benda yang ditengah itu. Juna tampak memainkannya.


Baru kali ini Marisa merasakan hal seperti ini dalam hidupnya.

__ADS_1


Sungguh itu adalah pengalaman luar biasa yang Marisa rasakan. apalagi disaat Juna memainkan peran menikmati tubuh dirinya. Juna yang umurnya jauh lebih muda tiga tahun pun. Rupanya sangat agresif dan nakal menikmati tubuh istrinya yang yang memiliki buah gunung yang besar itu.


Marisa pun sedikit demi sedikit menikmati semua itu. Juna pun apalagi. Ia tak percaya pada dirinya sendiri bahwa ia akan senakal itu.


__ADS_2