Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Good Idea


__ADS_3

Lalu Gery pun hanya tampak tertawa dengan apa yang ia lakukan terhadap diri Lusi. Bukannya Gery pelit tapi dirinya memang senang melihat Lusi yang kali ini hidup miskin karena Rian juga miskin. Dan berharap Lusi akan memilih Gery karena Rian yang hidupnya kini telah miskin. Dan berharap jika Lusi lebih memilih harta dibanding suaminya sendiri.


Dan disaat Gery tampak tertawa lepas atas apa yang baru saja ia lakukan pada Lusi. Gery tak sengaja melihat Rian yang sedang bersama para pendaftar kerja yang saat itu sedang sesi interview dan tes kerja.


Sontak itu sesuatu hal diluar dugaan, Rian yang dikenal bos galak dan dingin itu kini melamar bekerja di perusahaan kecil bagi Gery yang ia pimpin juga. Ya, Gery memang memilik peran beberapa perusahaan yang besar.


Dengan wajah seperti bos pada umunya dengan dada yang Gery busungkan, dengan jalan yang tampak sombong itu Gery berdiri dihadapan Rian yang tampak sedang menunggu hasil tesnya.


"Rupanya ada saudara Rian disini" ucap Gery dengan santai.


Rian pun tampak menunduk dan enggan melihat mantan sahabat nya itu.


"Pengen liat aja wajah para pendaftar kerja hari ini" ucap Gery melihat-lihat para pendaftar kerja hari itu. Biasanya Gery tak pernah peduli dengan para calon pekerja. Tapi hari ini ia tampak peduli karena ada Rian pada saat itu.


Rian pun hanya tampak terdiam. Melihat Gery yang tampak sambil melihat tangannya.


"Oh ya?" Ucap Gery menatap Rian.


"Kamu bisa keruangan ku segera kan, ada hal penting yang aku mau bicarakan pada mu. Segera ya" ucap Gery.


Rian pun tampak masih menunduk dan menghiraukan ucapan Gery.

__ADS_1


"Pak Rian bisa ke ruangan saya segera?" Ucap Gery.


Rian pun akhirnya mengangguk pelan pada calon bosnya itu.


Semua mata para pencalon tenaga kerja itu pun sontak melihat ke arah Rian yang ikut dengan Gery. Karena Rian dianggap punya orang dalam diperusahaan itu.


"Pasti dia langsung diterima, secara dia punya orang dalam di perusahaan ini" celetuk salah pencari kerja.


Rian pun tampak mengikuti Gery ke ruangannya.


"Silahkan duduk pak Rian" perintah Gery.


"Saya tahu kamu sedang melamar kerja disini kan. Saya bisa bantu kamu untuk segera mendapatkan kerja disini tanpa ada penolakan sama sekali, dengan jalur khusus dan tanpa ribet pastinya" ucap Gery memandang Rian.


Bagus, sekarang Rian sudah benar-benar jatuh miskin. Dengan begini aku yakin Rian sudah tak memiliki kekuatan lagi seperti dulu, sehingga aku besar kesempatan dengan mudah lalu mendapatkan istri nya dari dirinya. Hahahaha... Rian Rian bisa-bisanya kamu jatuh miskin seperti ini, batin Gery.


Namun saat itu bukan jawaban mengenakan Rian malah tampak menolaknya.


"Tapi sepertinya maaf saya tidak jadi untuk bekerja ditempat ini. Saya akan melamar kerja ditempat lain saja" kata Rian.


"Apa kamu bilang, kamu tidak mau" ucap Gery keheranan. "Kenapa kamu tidak mau?"

__ADS_1


"Saya tidak mau karena anda!!! Ya karena saya tidak mau menjadi bawahan anda, orang yang sudah jahat terhadap istri saya"


Gery pun tampak menggelengkan kepala tak percaya.


"Sungguh egois kamu ini Rian. Lebih mempedulikan dirimu sendiri dan gengsi daripada anak dan istrimu dirumah. Kamu pikir cari kerja jaman sekarang itu mudah. Kalau pun ada butuh proses dan tak langsung dapat. Saya tahu kamu mendadak menolak untuk kerja disini karena saya kan, karena kamu tahu bahwa ternyata saya adalah bos ditempat ini. Tak perlu kamu menjawab nya saya tahu karena alasan itu" ucap Gery.


Rian pun tampak terdiam.


"Tak perlu kamu berfikir sangat dalam seperti itu. Ingatlah anak istri mu dirumah, jangan kedepankan ego mu. Kalau saya jadi kamu sungguh saya tidak peduli bila harus bekerja dimana yang penting demi anak dan istri"


Seketika Rian pun terdiam sejenak lagi sambil berfikir.


"Baiklah?" Kata Rian ambil keputusan.


"Baiklah apa?"


"Saya mau bekerja disini" ucap Rian yang akhirnya mengambil keputusan dan mengatakan mau dengan pilihan itu.


"Ahhhh good idea!!! itu sungguh ucapan paling tepat dan kamu tidak perlu menolak untuk bekerja disini. " kata Gery yang merasa bahwa Rian sudah benar mengambil keputusan tersebut.


Gery pun tersenyum menyeringai dengan ucapan Rian, karena dengan begitu Gery dapat memantau pergerakan Rian.

__ADS_1


__ADS_2