Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Perjalanan bikin kesal


__ADS_3

Lusi pun akhirnya ikut dengan Arga. Arga berjanji akan mengajak Lusi untuk membantunya membayar pengobatan suaminya dengan datang kantor milik suaminya. Dan Arga akan mengantar Lusi sampai ke tempat tujuan itu.


Lusi tak pernah tahu bahwa, kalau Rian selama ini bekerja dikantor milik Gery. Ia hanya tahu bahwa Rian sudah bekerja dan itu saja yang Lusi ketahui. Dan tidak tahu lebih detail siapa pemilik sebenernya.


Lusi pun tampak melihat jalan yang kini ia lewati pemandangan nya tampak indah banyak perbukitan dan itu baru bagi Lusi melewati jalan dimana yang baru ia datangi yaitu kota Lampung.


Saat dimobil Lusi pun tampak melihat charger yang menggantung dan ia teringat bahwa kini baterinya sudah habis.


"Aku boleh meminjam cherger mu kan" kata Lusi.


"Untuk apa?"


"Untuk hape ku, baterai nya habis"


"Yaudah" jawabnya.


"Kamu asli sini ya" tanya Lusi sambil melihat Arga


"Bukan aku tinggal di pulau Jawa"


"Kenapa bisa sampai sini"


"Kan aku bilang tugas kerja"


Sebenernya Arga tak pernah ada tugas untuk datang ke Kota Lampung. Ia hanya ingin memantau Rian untuk menyaksikan Rian yang sedang koma, sebenernya tujuan Arga datang hanyalah ingin membuat Rian celaka dan menyaksikan Rian celaka.


Sementara itu..

__ADS_1


Lusi masih tampak memandang jalan yang ia lewati sambil melihat kanan dan kiri.


Bodohnya Lusi, Lusi lupa menanyakan lokasi detail dimana kantor Rian berada. Jaraknya jauh atau tidak Lusi tidak tahu.


Sampai beberapa meter jarak yang ditempuh pun masih belum sampai, Lusi merasa jalan yang ia lewati sudah cukup jauh. Dan masih saja tak sampai-sampai dan itu menimbulkan kecemasan untuk Lusi. Lusi pun tampak khawatir pasalnya Lusi memang buta dengan daerah yang baru ia sambangi itu.


"Kenapa lama ya sampainya, sejauh apa kita akan pergi sih. Aku lupa menayakan lokasinya dimana padamu?" Ucap Lusi mulai khawatir.


"Dasar orang Jakarta, gak pernah pergi jauh ya. Asal kamu tahu dulu waktu aku tinggal di desa, dikampungku. Aku jalan berkilo kilo meter tidak masalah. Jalan kaki padahal" jelas Arga yang malah menceritakan masa lalunya.


"Aku wajar kan nanya. Kalau ternyata jauh lebih baik putar balik aja. Aku gak jadi pergi" kata Lusi.


"Sabar sedikit orang Jakarta!!!" Seru Arga ketus.


"Asal kamu tahu, aku juga dulu nya tinggal dikampung bukan tinggal di Jakarta" kata Lusi yang pun masih tampak melihat kiri dan kanan.


"Kalau bantu suami itu jangan tanggung. Jangan setengah-setengah, sabar dulu sebentar lagi juga sampai"


"Beneran sebentar lagi?" Tanya Lusi.


"Iya" jawab Arga.


"Jangan bohong daritadi lama banget"


"Cerewet!!! Diam sedikit bisa gak sih!!!"


Lusi pun langsung terdiam dengan sikap Arga yang teriak-teriak dan galak itu.

__ADS_1


Suara handphone Lusi berdering, Lusi pun melirik ponsel nya dan terlihat panggilan dari Gery, Lusi pun ingin mengangkat.


Tiba-tiba...


"Jangan diangkat!!!" kata Arga.


"Kenapa?"


"Aku gak suka kalau aku sedang menyetir, ada orang bicara ditelpon" jawab Arga kesal sambil menyetir.


"Kenapa gak boleh, itu kan hak orang mau angkat telepon atau gak" ucap Lusi tak terima dengan sikap Arga yang bikin kesal.


"Sekarang aku mau kamu silent hp kamu"


"Gak mau??" tolak Lusi.


"Cepat silent!!! aku pusing dengerin suara hp kamu!!"


"Ih... Rese banget" Lusi pun tampak kesal.


"Cepet silent!!" perintah Arga.


Lusi pun terlihat kesal dengan sifat Arga yang ternyata diluar dugaan dirinya itu. Lusi pun mau tidak mau mengikuti perintah Arga untuk silent hp miliknya itu.


Dengan rasa kesal Lusi tampak cemberut selama diperjalan. Kesal dengan sikap Arga pada dirinya.


Dan membuat dirinya kesal lagi, ternyata perjalan itu tampak jauh dan tak tahu kapan sampai? Lusi tampak kahwatir pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2