
Setelah itu...
Setalah kejadian pukul pukulan antara diri Gery dan Rian, tampak Gery yang terlihat santai saja. Ia malah tampak senyum senyum melihat foto dirinya dilaptop nya. Memandangi satu persatu foto-foto dirinya dengan Lusi yang dilakukan walau cuma 4 kali take foto namun mampu memberikan kenangan indah untuk dirinya.
Bagaimana tidak, mereka berdua tampak menggunakan pakaian yang serasi yaitu sama-sama menggunakan baju pengantin yang tampak indah itu. Dan itu sungguh sangat berkesan bagi Gery mengingat dirinya yang memang begitu cinta dan sangat nafsu pada Lusi yang masih menjadi istri orang itu.
Wanita yang sudah memiliki anak satu itu memang tetap terlihat cantik dan tampak begitu anggun. Walaupun sudah melahirkan dan memiliki anak namun Lusi tetap terlihat memukau dengan gaun pengantin yang ia kenakan.
"Lusi, oh Lusi.. dirimu cantik dan menggetarkan seluruh gairah hidupku, yang ku harapkan ini bukan cuma sekedar foto pernikahan tapi kenyataan yang sebenarnya. Kamu dan aku berdampingan dalam satu ikatan cinta yang suci yang tak akan ada yang memisahkan yaitu ikatan pernikahan. Ku harapakan dirimu selamanya menjadi miliku bukan yang lain" ucap Gery tersenyum memandang foto Lusi sembari membelai foto tersebut.
"Lusi, kamu tahu jika kita menikah nanti aku mau kita punya anak lima, ah tidak mungkin enam. Ah tidak juga mungkin tujuh.. ya tujuh.. mereka kecil-kecil, lucu, yang laki-laki tampan seperti aku, dan perempuan cantik seperti kamu. Setiap hari kita akan memadu kasih setiap hari kita akan membuat baby pastinya hehehe, kita akan menorehkan cinta sama lain. Sampai saat aku membuka mata dan memejamkan mata hanya kamu yang ada disisiku ku. Senyum manis dan anggun mu. Canda tawa mu, bahkan seluruh tentang hidup mu. Tubuh mu dan hatimu hanya untuk ku. Lusi.... aku membayangkannya wajah mu saja, senjata tumpul ku ini sudah tegak berdiri. Bagaimana jika kita benar-benar melakukan hal itu. Sungguh aku tak bisa bayangkan, aku tidak akan membiarkan mu beranjak pergi dari tempat tidur sebelum kita sama-sama puas dalam balutan asmara yang panas" Gery pun memang merasakan ada sesuatu yang berdiri.
Sampai pada akhirnya...
Tiba-tiba....
David datang membuyarkan lamunan Gery yang menghayal kehidupan bersama Lusi.
David datang dan terlihat kesal pada putranya itu, David pun menarik kerah bajunya dengan kasar.
"Sungguh memalukan!!!!" ucap David kesal dan mencengkram kerah kemeja putranya. "Kamu sungguh memalukan!!!"
"Pa, memalukan apa? Memalukan apa?" Tanya Gery heran.
"Papa dengar ada keributan di ruangan mu. Dan papa mendapat laporan bahwa kamu berkelahi dan kamu memukuli Rian, apa itu benar?"
"Iya itu benar"
"Gery, papa tidak pernah mengajari mu berbuat semena mena pada orang lain dengan mengandalkan kekuasan mu" jelas David kesal. Karena David tahu saat ini Rian dan keluarga sedang dilanda kebangkrutan.
"Pa? Papa yang salah, papa tahu Rian yang datang ingin memukul dan menghajar ku!!! Aku membalas nya itu saja!!!"
__ADS_1
"Tapi papa tidak mau kamu berbuat jahat dengan memukulinya hingga lebih parah, kamu tahu kamu harus menjaga nama baik keluarga. Jangan sampai hanya karena kamu,reputasi papa juga ikut hancur. Kamu minta maaf padanya, karena papa tidak mau ada berita buruk, apalagi karena ulah mu. Papa tidak mau kamu berbuat jahat"
"Aku bukan jahat tapi aku hanya mencintai nya. Mencintai wanita itu.. tapi karena Rian menghalangi jadi aku harus menghalal segala rencana ku pa, untuk mendapat kan wanita itu"
"Kamu seperti nya harus belajar menghargai hidup ini. Tidak semua takdir sesuai apa yang kita kehendaki"
"Papa mau ceramah sedemikan rupa aku tidak peduli. Aku tidak mau meminta maaf, kecuali memang Lusi yang menjadi jaminan ia akan menjadi milikku"
"Dasar keras kepala, tidak berfikir pakai logika. Papa tahu kamu dulu baik, kenapa jadi seperti ini"
"Aku seperti ini karena cinta, pa. karena cinta!!!" Ujar Gery kesal dan lalu pergi.
Sebagai orang tua David hanya ingin putranya menjadi orang yang baik, bertanggung jawab dan tidak menyalahkan gunakan kekuasaan dirinya dan menghancurkan orang lain.
Namun kali ini seolah sulit untuk memberitahu. Rian adalah putra dari Renata, meski David tahu Renata kini telah miskin namun sebagai pebisnis yang baik David masih menghargai Renata, dan juga masih menghargai Rian.
.
.
.
Lalu Lusi pun tampak pulang dengan membawa Rian yang sehabis dipukuli oleh orang suruhan Gery itu.
Lusi merebahkan Rian di atas kasur, wajahnya tampak babak belur. Lusi pun tampak mengompres dengan air dingin. Rian pun memejamkan mata menahan rasa sakit pada wajahnya itu. Lusi pun sedih melihat suaminya seperti itu karena membela dirinya.
Tiba-tiba ada Fabio yang merangkak itu naik ke tubuh papanya, melihat papanya dan duduk diatas perut papa nya dan memegang dan memukul ringan wajah papanya.
"Ta.. ta... Ta...."
"Iya ini papa nak, papa nya Fabio papa sedang sakit" kata Lusi.
__ADS_1
"Ca..ca.. ca..."
"Fabio sayang papa ya, Fabio juga mau obati papa ya. Hem Fabio nanti kalau sudah besar jaga papa ya, lindungin papa" ucap Lusi memegang pipi putranya.
"Mamammama"
"Fabio bilang apa? Mama iya ini mamanya Fabio" kata Lusi.
Lusi pun tampak tersenyum, dan seketika melihat ke arah Rian.
"Aku sudah bilang padamu sebelum nya kan, untuk kamu jangan datang kesana, kamu memaksa untuk datang kamu lihat sendiri kan" ucap Lusi sedih melihat suaminya yang memar itu.
"Aku tidak peduli jika diri ku sampai terluka parah Lusi. Yang penting adalah kamu, aku akan memberikan pelajaran bagi siapa saja yang sudah melecehkan dan melukai mu" ucap Rian tegas.
Lalu tiba-tiba handphone Lusi pun berbunyi dan menandakan ada pesan singkat masuk kedalam sana.
Tingg.....
"Dari siapa?" Tanya Rian.
"Gak tahu aku cek ya" ucap Lusi.
Malam.. saya David, atas nama Gery saya meminta maaf, dan tolong terima sedikit uang ini sebagai bentuk permintaan maaf. Aku sudah transfer ke rekening suami mu.
"Dari siapa?" Tanya Rian lagi.
"Pak David, meminta maaf atas kelakuan Gery padamu. Dan ia memberikan uang padamu" ucap Lusi.
"Aku bingung sama semua orang kaya ini, kenapa semua dinilai dengan uang" ucap Lusi lagi.
"Uangnya itu untuk mu saja, karena kemungkinan besok aku tidak bekerja, aku belum bisa memberikan mu uang" ucap Rian, dan melihat uang yang masuk pada rekening nya berjumlah lima juta rupiah melalui banking di hp nya.
__ADS_1
Lusi pun hanya menghela napas kasarnya.
Lusi pun bingung antara mau terima atau tidak yang itu. Satu sisi Lusi butuh namun satu sisi Lusi sebenarnya tidak mau terima uang itu.