
Setelah kejadian itu Lusi pun menjadi orang yang pendiam tak banyak lagi bicara seperti sebelumnya. Ia lebih banyak menangis dalam diamnya, yang kini ia pikirkan adalah putranya yang sangat ia rindukan. Dan melepaskan dirinya dari kehidupan yang tak ia sukai.
Hidup dalam kesengsaraan dan ketertindasan membuat Lusi merasakan pahit dan kesedihan yang begitu mendalam di hatinya.
Lusi sebenernya masih mempertimbangkan perasaan Demian andai, andai saja dirinya baik. Namun seperti semua pria sama saja tidak ada baiknya.
Lalu tak lama terlihat Demian yang datang membawakan sebuah hadiah bunga mawar merah yang ia berikan pada Lusi. Agar Lusi tidak lagi marah padanya. Lusi masih tampak terdiam tak menghiraukan sama sekali pemberian dari Demian.
Lusi saat ini benar-benar tidak menganggap Demian ada.
Lusi merasa Demian memang sudah menjadi orang yang benar-benar jahat bagi dirinya.
Lusi yang saat itu sedang duduk diatas kasur dengan tatapan kosong melihat bunga yang ada didepannya tidak lantas menerima dan langsung membuangnya ke dalam tempat sampah.
Seketika Demian pun kaget melihat bunga yang ia berikan ternyata ada ditempat sampah.
"Ini cara mu menghargai pemberian orang lain" ucap Demian marah.
Lusi tidak menjawab dirinya hanya diam tak menjawab sama sekali hanya terdiam.
"Lusi ini caramu menerima hadiah dari orang lain" kata Demian menatap Lusi. Namun Lusi hanya terlihat dengan tatapan kosong.
"Lusi" panggil Demian.
Akhirnya Lusi pun tersadar saat itu bahwa Demian sedang bicara padanya.
"Aku tidak meminta bunga, aku tidak meminta apapun aku hanya mau kamu melepaskan ku" kata Lusi dengan mata yang merah.
Demian terdiam dan menatap Lusi lama. Namun Lusi masih merenung dan pikirannya mulai tidak ada di sini.
Demian pun terdiam dan memegang rambut Lusi.
tiba-tiba....
"Jangan sentuh apapun dari tubuhku" tolak Lusi langsung menyingkirkan tangan Demian.
"Lusi"
"Pergi!!!!! Pergi!!!! Aku tidak mau ada siapapun ada disini, aku tidak mau siapapun ada disini!!!" ucap Lusi yang terlihat putus asa.
"Aku membenci mu!!!! Aku membenci mu!!!"
__ADS_1
Demian pun tidak menyangka jika wanita yang ia culik ternyata serapuh itu dan mudah terluka.
"Aku tidak menyangka kamu mudah sekali terluka dalam hal ini. Apakah karena kamu terlalu lemah!!!" kata Demian menatap wajah Lusi.
"Bukan aku yang mudah terluka dan juga bukan aku yang lemah !!!, tapi kamu yang mudah melukai hatiku" kata Lusi terlihat menjatuhkan air matanyam
"Aku hanya memberikan kepuasan. Anggap saja kamu puas aku puas dan selesai. Aku pun hanya melakukan pada orang yang ku cintai. Bahkan aku tidak langsung meniduri mu aku bahkan sudah menyatakan cinta dulu sebelumnya kan tentang cinta aku sama kamu" kata Demian.
"Tidak perlu kamu banyak bicara pada ku, aku hanya ingin sendiri" pinta Lusi terlihat sedih.
"Lusi aku mencintai mu"kata Demian menatap Lusi tajam.
"Aku tidak butuh cinta!!!!" kata Lusi tegas.
"Aku akan menjadi pria yang akan mencintai mu tulus dalam hatiku"
"Aku tidak butuh pria!!!!"
"Betapa keras kepala nya kamu!!!" kata Demian.
"Tinggal kan aku sendiri, SUDAH KU KATAKAN TINGGALKAN AKU SENDIRI" teriak Lusi pada Demian Dengan perasaan yang masih hancur.
Teriakan dan kemarahan Lusi yang saat ini terlihat serius membuat Demian akhirnya untuk mengalah dan pergi meninggalkan Lusi sendiri kamar.
Lalu dari kejauhan terlihat Edy yang merasakan aneh pada sikap Lusi yang akhir-akhir ini sangat berubah dan seperti orang yang kehilangan arah.
"Kenapa dia?" Tanya Edy pada Demian.
Demian pun terdiam.
"Apa yang sudah kau lakukan padanya?" Tanya Edy lagi.
"A-aku aku sudah"ungkap Demian yang tidak melanjutkan kata-katanya karena bagi Demian, Edy tak perlu tahu apa yang sudah Demian lakukan terhadap diri Lusi. Edy pun tidak perlu tahu semuanya. Apa yang sudah Demian lakukan assitennya tidak perlu tahu. Semua cukup menjadi rahasia untuk dirinya.
Lalu Demian kembali masuk ke dalam untuk melihat Lusi. Dan kali ini Demian berusaha untuk memberikan makan.
Lusi masih terdiam dan tak bergeming sama sekali.
"Aku tidak menyuruh mu masuk, pergilah dari kamar tidur ini" kata Lusi terlihat hancur.
"Aku berhak atas rumah ini"
__ADS_1
"Tapi aku tidak mau kamu ada disini" ucap Lusi sambil tertunduk.
Lalu dengan cepat Demian pun langsung menarik wajah dan mencium bibir Lusi dengan penuh gairah.
"Ini lah bukti cinta ku padamu" kata Demian ingin mencoba cium bibir Lusi.
"Tolong lepaskan aku!!!!" Pinta Lusi seraya menangis.
Namun Demian tidak kuasa pada akhirnya Demian malah mendorong Lusi dan menjatuhkannya ke kasur.
Lalu Edy pun masuk melihat kejadian itu dan dengan cepat menarik Demian dan memberikan sebuah hantaman yang ternyata mengenai pipi kirinya.
bugghhhhh.
"Apa yang sudah kamu lakukan padanya" kata Edy marah menarik kerah baju Demian.
"Kenapa kamu memukul ku, kamu cemburu aku telah menciumnya" kata Demian membulatkan matanya.
"Cemburu, aku sama sekali tidak cemburu aku hanya kasihan padanya"
"Kamu mencintai Lusi juga kan" ucap Demian yang menganggap seperti itu.
"Aku tidak mencintainya"jelas Edy.
"Bohong" kata Demian.
"Untuk apa? untuk apa, Aku mencintainya aku hanya kasihan saja, terserah kamu percaya atau tidak. Karena nantinya yang akan menyesal adalah kamu, yang sudah menyiakan-nyiakan dirinya. Dengan cara hanya memanfaatkan keberadaan nya untuk memuaskan dirimu saja" ucap Edy menjelaskan.
"Aku mencintai nya dan kita saling cinta" jelas Demian.
"Tapi tidak seperti ini caranya. Kamu memaksa apa yang menjadi kehendak mu saja" kata Edy.
"Dia menikmati setiap apa yang aku berikan" jelas Demian.
"Tapi dia menangis!!! Apa tangisan ini tidak cukup jelas bahwa dia tidak suka atas perlakuan mu yang kurang ajar" Kata Edy lansung pergi
Demian pun terdiam seketika melihat Lusi yang menangis.
Demian memandang Lusi dengan cinta namun juga seperti memanfaatkan situasi yang ada dengan meniduri wanita yang tak seharusnya itu ia lakukan.
Lalu Demian pun meremas kepalanya.
__ADS_1
"Aku pinta kamu keluar dari sini, pergi!!!!" Ucap Lusi mendorong Demian untuk keluar.
Lusi pun langsung menutup pintu kamar itu dan menangis dibalik pintu kamar.