
21++ bijak membaca,dosa tanggung sendiri
...................................
Acara pernikahan itu pun masih berlangsung, diacara tersebut hanyalah Lusi yang datang dari keluarga besar Liana. Namun Lusi tampak enggan untuk duduk disamping pengantin itu.
Kedua mempelai tampak tampan dan cantik dengan baju khas Jawa yaitu paes Ageng. Sebenernya setiap adat Indonesia yang ditampilkan banyak makna maupun suku dimana pun berada, begitu kental dan akan kaya makna. Contoh halnya jika kita di Jakarta akan menemui roti buaya dan palang pintu yang ciri khas sekali dengan masyarakat Betawi.
Kalau di Jawa barat ada rangkaian acara yang panjang juga contoh seperti injak telur, saweran dan lepas merpati.
Dan kalau dijawa pun juga banyak. Apalagi kalau melihat Liana dengan riasan Jawa yang begitu apik dan bagus. Tapi kali ini Gery hanya memakai baju adat Jawa saja dengan rincian acara yang tidak terlalu panjang. Gery tidak menjelaskan kenapa dia tidak memakai adat Jawa dan hanya memakai bajunya saja.
Banyak teman Gery yang datang kali ini namun Lusi tak mengenal nya dan hanya tersenyum saja menyambut tamu yang datang kali itu.
Lusi pun tampak memberikan senyuman manis kepada tamu undangan dan yang pasti dia memakan makanan khas kota Semarang, yakni ada menu prasmanan dan menu gubukan ada soto Semarang, es puter congklik, tahu petis dan masih banyak lagi. Ya, Lusi punya moto hidup kalau diacara nikahan yaitu pantang pulang sebelum kenyang. Lusi memang sengaja memesan makanan khas Semarang yang dia sendiri sebelumnya memang belum pernah mencoba.
Dan Lusi pun tampak mempersembahkan sebuah lagu kepada para tamu undangan,pengantin laki-laki dan perempuan. Yang pasti dengan lagu dengan bahasa Jawa juga yang berjudul prau layar, ciptaan Didi kempot
Lusi yang mempunyai suara bagus itu pun mampu menghibur para tamu undangan.
Gery pun menatap tajam ke arah Lusi yang sedang bernyanyi.
"Lihat tuh dia asik sendiri malah jadi bintang tamu" ucap Gery yang beranjak menghampiri Lusi.
"Mau kemana kamu?" Tanya Liana.
"Mau nyawer" jawab Gery.
"Jangan malu-maluin"
"Biarin"
Lusi yang sedang bernyanyi itu pun lantas turun panggung saat melihat Gery yang tampak datang ingin menyawer dirinya, karena ini bisa bahaya.
"Eh kok turun lagu belom selesai" ucap MC nya.
"Mules" jawab Lusi singkat.
Lusi pun hanya tampak tersenyum tipis melihat Gery yang kesal karena Lusi turun dari panggung.
Acara pun berlangsung dan selesai.
Tiba kini waktu menunjukan pukul 22.30 semua tamu sudah pulang, acara pun sudah selesai.
Kini saatnya Gery dan Liana masuk ke kamar hotel untuk istirahat. Dan sementara itu Lusi juga sudah berada dikamar hotelnya, ya Lusi memang pulang besok pagi jam 9.00
Dan..
Saat dikamar hotel tampak Gery dan Liana, Liana sangat bahagia akhirnya dinikahi oleh pria itu, tampak Liana memeluk erat tubuh sang suami yang bidang dan kekar. Gery tampak terdiam tak mempedulikan sama sekali Liana yang saat ini tengah memeluk itu.
__ADS_1
"Kamu kenapa diam saja sayang diacara nikahan kita tadi, sampai saat ini kamu masih tampak terdiam katakan kenapa?" Tanya Liana serius.
"Memang harusnya bagaimana?" Ucap Gery ketus.
"Mesra-mesraan gitu seperti layaknya pasangan pengantin baru" ucap Liana manja.
"Ya nanti kalau aku mood"
"Baiklah terserah, dan ini untuk mu"
Liana memberikan sebuah hadiah kecil dibungkus dengan box kecil.
"Apa ini?" Tanya Gery.
"Pakailah ini, ini hadiah untukmu" ucap Liana membuka hadiah itu lalu memakai kan pada tangan kiri Gery. Ya, itu adalah jam tangan dengan merek terkenal dan mahal dan sudah tampak ditangan Gery kali ini. Gery pun hanya tampak biasa saja, tak merasa senang dan hanya tersenyum miring.
"Bagus kan sayang, aku membeli ini sengaja untuk mu"
Gery hanya tampak terdiam tak ada kata makasih atau kecupan sama sekali untuk istri sah nya yang sudah memberikan kado itu.
Lalu tampak Liana yang melihat jus jeruk disampingnya.
"Oia itu ada jus jeruk minumlah enak seger malem-malem minum jus jeruk" kata Gery.
"Iya sayang, aku minum ya. Kamu mau gak?"
Liana pun meminum nya tanpa menaruh curiga apapun saat meminum segelas jus jeruk yang ada diatas nakas itu, dan sebenarnya sudah diisi obat bius oleh Gery tanpa sepengetahuan Liana sama sekali. Saat Liana meminumnya dengan habis tanpa disadari Liana pun langsung jatuh tergeletak. Liana tak sadarkan diri saat itu langsung diletakan diatas kasur. Ya Liana sudah terbius.
Hingga akhirnya kini Gery beranjak pergi untuk keluar kamarnya dan datang ketempat dimana Lusi. Lusi saat ini sedang berada dihotel yang sama hanya beda lantai.
Semua sudah diatur oleh rencana nya dan semua sudah harus sesuai rencana Gery saat itu.
Waktu pun menunjukan pukul jam 01.00 pagi. Gery yang memang sudah sengkokol dengan orang suruhan nya, tampak menjebak Lusi.
Gery pun tampak masuk ke dalam kamar hotel milik Lusi.
Lusi pun sudah tampak diperlakukan sama oleh Gery melalui orang suruhannya yakni memberikan obat bius kepada minuman Lusi, sehingga saat ini Lusi sudah terbaring dikasur kamar hotel dengan keadaan tak sadar.
Lusi yang tampak masih mengenakan kebaya dan rambut yang masih disanggul rapi itu tampak terbaring diatas kasur kamar hotel itu. Wajah Lusi yang cantik, manis dan ayu itu tampak terpejam.
"Lusi meskipun aku menikah dengan Liana. Namun aku pastikan bahwa malam pertama ku ini harus dengan mu. Ya, harus dengan mu" kata Gery tersenyum licik.
Gery pun dengan cepat mengunci pintu kamar itu dan menutup rapat semua jendela.
Gery pun mula-mula melepaskan semua pakaian Lusi dan tanpa tersisa satu pun bahan ditubuh Lusi dengan perlahan dan rapi, Gery melakukan nya. Ia pun langsung tersenyum melihat tubuh Lusi yang tanpa sehelai benang itu pun. Ya pemandangan yang paling indah dan ia sukai itu.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Sampai pagi harinya yakni pukul jam 3.00 pagi, Gery tampak memakai kemeja nya dan celananya kembali. Yang sebelumnya dia tampak melepasnya dan tak memakai apa-apa. Ya, Gery sudah menikmati tubuh Lusi.
Malam itu Gery sudah menumpahkan semuanya pada Lusi, hasratnya yang menggebu hasrtanya pada Lusi sudah ia tumpahkan semuanya pada wanita yang masih terbaring kini tak sadar kan diri.
Sampai ia pun membasuh bagian bawah yaitu lubang kenikmatan Lusi yang tampak basah karena cairan kejantanan Gery yang dikeluarkan ke dalam lubang kenikmatan yang bukan miliknya itu. Gery tak ingin tahu jika Lusi sudah ditiduri olehnya pada malam itu. Gery pun mengelapnya dengan tisu agar kering.
Lusi yang tampak masih tak memakai sehelai benang itu pun masih tampak tak sadar dan memejamkan matanya rapat. Sebelum Gery bener-benar meninggalkan dan keluar dari kamar hotel milik Lusi.
Gery mencium bibir Lusi sekali lagi dengan penuh gairah.
"Ohh... Lusi akhirnya aku dapat melakukan penyatuan ini, aku dapat meraskan nikmat tubuhmu dan semuanya. Kapan-kapan aku ingin sekali melakukan nya lagi, kamu sungguh membuat ku terbang melayang dan tergila gila" kata Gery dengan nada penuh nafsu dan napas yang memburu.
Namun tampak nya Gery tak cukup puas dengan waktu yang ia lakukan dari jam 1.00 pagi sampai jam 03.00 pagi itu, Gery masih tampak bernafsu lagi dan kembali membuka pakaian nya lagi dan kembali menyatukan tubuhnya diatas tubuh Lusi.
Gery tampak kembali memompa Lusi terus ke atas dan ke bawah dan Lusi masih tampak tergeletak Gery melakukan pelepasan yang sangat dalam. Entah berapa kali Gery menyemburkan cairan miliknya kedalam sana Gery tampak tak tahu yang pasti lebih dari satu.
Setelah pencapaian yang maksimal tubuh kekar Gery pun tampak roboh diatas tubuh Lusi yang ramping namun menggairahkan itu. Sampai Gery pun juga merasa kan dua benda milik Lusi itu diatas dadanya.
Wajah Lusi tampak ditatapnya dengan penuh kenikmatan dan senyuman Gery pun tampak mengatakan cinta berulang pada Lusi dalam hatinya.
I love you
I love you
I love you
Lusi aku ucapkan terimakasih dan i love you yang mendalam untuk malam ini sayang, malam pertama ku yaitu dengan mu batin Gery.
Gery saat itu bermain sangat rapi ia tidak mau kalau ada noda dan bekas yang tertinggal disana, Gery tak mau jika Lusi tahu jika dirinya sudah ditiduri. Kalau sampai Lusi tahu Lusi akan sangat murka, dan Gery tak mau jika Lusi tahu. Gery juga tidak mau saat Lusi bangun ia sadar bahwa ada orang yang masuk kedalam kamarnya. Gery tak mau kalau sampai Lusi tahu.
Gery pun sengaja menaruh alas handuk dibawah tubuh Lusi agar tidak ada noda sisa cairan cairan yang tertinggal disana.
Sampai cairan di lubang milik Lusi ia bersihkan lagi dengan tisu agar tidak ada bekas yang tertinggal.
Gery pun tampak kembali memakai kan kebaya yang Lusi pakai agar Lusi tak menyadari bahwa ada yang salah. Rambut Lusi pun masih tampak sama tidak ada yang berubah..semua harus tampak sama saat Gery ada dan Gery pergi. Agar Lusi tidak tahu bahwa dirinya baru saja menjadi pelepasan untuk pria yang bernama Gery.
Ya Gery tampak sangat rapi melakukannya.
Sampai Gery kembali ke kamar jam 5.00 pagi saat itu, Gery pun tampak tidur dikamar hotelnya dan seolah tak terjadi apapun pada diri Gery atau pun Lusi.
Lusi yang sudah baik itu, mau menjadi WO di acara nikahan untuk Gery dan Liana sepertinya harus menerima dan menelan pil pahit dengan kelakuan Gery yang diluar batas itu.
bagaimana lalu kelanjutannya?
__ADS_1