
Lalu setelah itu Lusi pun pindah kekamarnya. Dalam kesendirian didalam kamar Lusi termenung dan menahan rasa sakit yang teramat dalam dirinya. Lusi tidak pernah menyangka pernikahan keduanya terasa sakit seperti ini, mungkin bagi Lusi pernikahan ini bukanlah keinginannya namun tetap saja semua terasa sakit baginya. Ibu pun memandang Lusi diambang pintu melihat putrinya yang sedang menjatuhkan air matanya, Ibu tahu saat ini perasaan Lusi sedang tidak baik-baik saja. Mengingat dirinya yang saat ini seperti orang yang serba salah dalam melangkah. Saat ibunya mendekat dan duduk disamping Lusi. Lusi pun memeluk sang ibu dan langsung menangis dalam pelukan ibu. Lusi tak perlu menjelaskan seluruh apa yang Lusi rasakan namun ibunya tahu saat ini hati Lusi sedang tidak baik-baik saja. Merasakan suatu hal paling salah dalam hidupnya. Ibunya pun mengelus pundak Lusi untuk tanda menguatkan dan tabah dalam semuanya kini tengah ia rasakan.
"Bu diluar banyak tamu ya, imej apa ya yang Lusi terima saat nanti ya Lusi malu Bu, apakah Lusi siap menghadapi semuanya" ujar Lusi yang merasakan tak kuasa menahan semuanya.
"Apa Lusi minta cerai aja ya, Lusi bingung Bu. Lusi gak mau takut dan malu, huhuhuhu" ucap Lusi yang menjatuhkan air matanya.
"Yasudah kamu dikamar saja kalau begitu. Kalau cerai aduh gimana ya, baru tiga jam nikah udah mau cerai aja" kata ibu.
"Ya abis bagaimana ini Bu, Lusi ditipu sama Gery,main nikahin Lusi aja dadakan seperti ini Lusi kan bingung" kata Lusi.
"Yaudah kamu sabar aja dulu" kata ibu memeberikan saran.
Lalu 15 menit kemudian...
Tiba-tiba Gery terlihat datang kembali dan melihat Lusi yang sedang galau dikamar. Gery tak sampai hati meninggalkan Lusi sendiri di hari pernikahannya.
"Ayo kita keluar kita bertemu dengan tamu tadi aku lihat ayahmu mengundang beberapa tamu, aku datang kembali untuk bertanggung jawab yang sudah membuat kehebohan hari ini. Aku tahu kamu tak siap menikah, tapi ini keinginan ku dan aku harus bertanggung jawab atas kehebohan ini" lalu Gery pun memegang tangan Lusi.
Lalu Gery dan Lusi pun keluar dari kamar, dan sebagian ada tamu datang. Gery pun memeperkenalkan diri sebagai suami dari Lusi. Dengan ramah tamah Gery memperkenalkan diri. Dan tanpa disangka disambut baik saat ada sebagaian tamu yang datang.
Ya memang saat itu ayah mengundang keluarga untuk makan bersama secara dadakan juga.
"Oh ini calon suami dari Lusi, eh maaf maksudnya suami Lusi. Aduh kasep pisan.. kenapa buru-buru nikahnya, dadakan banget" tanya tetangga yang datang saat itu.
"Ya, saya sengaja nikahin dadakan soalnya kalau direncanain suka gak jadi" jawab Gery asal.
"Ya ampun beruntung Lusi dapat suami yang tampan dan baik ya Bu"
"Iya saya juga tidak mau Lusi melahirkan sendiri bagaimana pun anak dalam kandungan Lusi perlu ayah untuk mendampingi Lusi nanti meski saya tahu anak yang Lusi kandung anaknya dari sahabat saya sendiri" ucap Gery yang memegang tangan Lusi.
"Wah sudah baik ganteng" kata tetangga.
"Iya biar Lusi ada yang bertanggung jawab kasihan saya sama dia"
Saat itu tetangga tidak banyak yang tahu, bahwa Lusi hanya menjadi istri kedua untuk Gery.
Ayah dan ibu pun tidak bilang walau sebagian mungkin sudah ada yang tahu tentang hal ini.
Namun sekali lagi,
ayah atau pun ibu dari Lusi seolah menutupi itu semua.
"Liana mana?" Tanya Lusi.
"Aku suruh pulang duluan nanti aku nyusul" jawab Gery
"Kamu jangan disini Gery. Pulang lah" kata Lusi yang tak mau Gery di dekatnya.
"Aku akan temani mu"
"Sampai siang saja ya"
"Lusi please untuk kali ini kamu jangan mengusir ku, aku pasti temui Liana tapi tidak untuk saat ini, aku akan susul dia nanti" Gery pun terlihat tidak mengikuti apa yang menjadi keinginan Lusi, karena bagaimana pun Gery tahu apa yang Lusi tengah rasakan
Sampai pada Dzuhur Gery pun pergi dulu ke mesjid untuk melakukan solat Dzuhur berjamaah dimasjid.
"Sayang, aku solat dulu ya ke masjid" kata Gery yang sudah berani memanggil kata sayang pada Lusi.
Lusi pun mengangguk.
__ADS_1
Acara saat itu dilangsungkan tidak begitu meriah dan sangat sederhana. Hanya ada makanan catering dan menu tambahan seperti siomay dan bakso. Tidak ada pelaminan mewah saat itu. Namun suasana saat itu tetap terasa hangat.
Lalu tak lama hal tak terduga terjadi Demian datang pada hari itu membawa sebuah kalung dengan penuh keyakinan dan membawakan sebuah bunga untuk Lusi yang baru saja menikah dengan Gery hari itu.
Demian pun bingung dengan keadaan rumah Lusi yang ramai tamu datang. Demian pun datang mencari Lusi dan melihat Lusi dengan kebaya yang ia kenakan sedang mengbrol dengan seseorang. Demian pun kaget melihat Lusi yang terlihat lain saat itu.
Begitu sangat cantik dan mengesankan..
Lusi pun kaget melihat pria yang datang saat itu..
"Demian" ucap Lusi membulatkan mata.
Lalu Demian pun menghampiri Lusi.
"Aku mau ngbrol sebentar sama kamu. Sebentar saja disamping rumah mu ya" pinta Demian seraya memohon.
Lusi pun menggelengkan kepalanya.
"Lusi aku mohon sebentar saja" ucap Demian yang langsung menaruh bunga mawar diatas mejanya.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan"
"Biar ini yang terkahir untuk kita bicara tapi untuk kali ini aku ingin bicara padamu sebentar saja aku mohon" ucap Demian.
Lalu Lusi pun mengiyakan namun mengbrol didepan rumahnya, tidak mengikuti Demian untuk bicara berdua saja disamping rumah. karena Lusi tidak enak bila dilihat tetangga berduaan dengan pria lain.
"Ada apa?" Tanya Lusi ketus.
"Kenapa? ini acara apa. Kamu tujuh bulanan" tanya Demian.
"Bukan?"
"Lusi, kamu cantik sekali hari ini. Aku datang aku minta maaf padamu. Aku mencintai mu, aku memberikan kalung ini padamu. Kenapa kamu meninggalkannya" kata Demian.
"Lusi jangan menghindar dari ku. Ada hal yang paling mendalam aku mencintaimu" kata Demian sekali lagi.
"Cinta??? Cinta kata mu, aku benci kata cinta dari mu aku membencinya"
"Lusi???" Kata Demian memegang tangan Lusi.
"Jangan pernah sentuh aku, sedikitpun" ucap Lusi menarik tangannya.
"Kenapa?" Tanya Demian.
"Karena aku sudah menikah"
Demian pun terdiam tak bergeming saat dirinya tak menyangka bila wanita yang sayang dan cinta ternyata menikah.
Lalu Demian pun memegang kedua bahu Lusi untuk memastikan bahwa Lusi berbohong.
"Katakan kamu berbohong" kata Demian seolah tak percaya.
"Aku tidak berbohong, lepaskan aku" kata Lusi yang berusaha melepaskan tangan Demian yang memegang kedua bahunya.
"Lusi, kenapa kamu tega"
"Bukan aku yang tega tapi kamu!! kamu yang tega..kamu yang tega membiarkan aku membenci mu. Kamu yang tega merusak perasaan ku selama ini. Lepaskan aku" kata Lusi berusaha meminta Demian melepaskan tangannya.
"Kamu menikah dengan siapa?" Tanya Demian membulatkan matanya.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu tahu"
"Sebut siapa namanya"
"Gery"
"Oh dia... Dia yang kemarin menjemput mu. Dia bukannya sudah punya istri" kata Demian kesal.
"Iya aku istri keduanya, lalu kenapa?"
"Kenapa katamu!!!! Kenapa!!! Kenapa kamu mau Lusi kenapa? Aku lebih layak darinya aku lebih pantas, aku bisa jadikan mu istri dan bukan jadi yang kedua seperti dia!!!"
"Bukan urusan mu!!!!!" Ucap Lusi lantang.
"Oh apa karena dia melunasi hutang mu jadi kamu harus menikah dengannya" kata Demian.
"Aku bilang itu bukan urusan mu lebih baik kamu pergi" titah Lusi dengan kesal.
"Aku tidak akan pergi" kata Demian kekeuh.
"Terserah padamu"
Lalu Demian pun menatap Lusi lekat. Semua seolah menjadi penyesalan untuk Demian yang membiarkan Lusi hanyut dalam kesalahan dirinya yang membiarkan Lusi begitu saja.
Lalu Demian pun menarik Lusi dengan cepat tanpa peduli saat itu. Tamu yang datang pun semua berada didalam.
Demian pun memeluk Lusi erat tanpa peduli saat itu Lusi telah menjadi istri dari orang lain.
Lusi pun berusaha melepaskan diri dari pelukan Demian tapi Demian tak semudah itu melepaskan.
Dan tiba-tiba..
Tangan seseorang dari belakangan menarik badan Demian kuat.
Dan langsung...
Brruuuggg
Sebuah hantaman tepat dipipi kiri Demian dengan keras.
Gery tidak terima saat itu istrinya dipeluk laki-laki lain.
"Jangan peluk istri ku"
"Beraninya kamu memukulku, aku juga akan menghajar mu yang sudah merebut Lusi dari ku" kata Demian yang malah melawan Gery.
Lalu mereka berdua pun malah terlihat berkelahi didepan rumah dan Lusi pun tampak panik dan meminta tolong untuk mereka segera dipisahkan.
Dan beruntung ada tamu dan ayah yang memisahkan Demian dan Gery yang sedang berkelahi.
"Aku tidak mau melihat mu lagi!!!" Ucap Lusi kesal memandang Demian.
"Lusi aku mohon maafkan aku"
"Sudah cukup, cukup!!! Lebih baik kamu pergi aku tidak mau melihat mu. Ayo Gery kita masuk" Lusi pun melihat wajah Gery yang terlihat terluka dan memegangnya.
Sementara Demian terlihat sangat cemburu melihat Lusi yang merangkul Gery dan memandang Lusi dengan tak rela.
Lus pun masuk meninggalkan Demian.
__ADS_1
Demian pun sedih dan sekaligus kesal pada dirinya sendiri. Seolah tak percaya dengan apa yang menimpa nya kini dan semua yang terjadi padanya. Seolah menjadi pukulan keras dan menjadi penyesalan untuk Demian karena Lusi pergi dengan pria lain dan sudah menjadi milik orang lain.
"Aaaaarrrggghhh.."teriak Demian dengan raut kesalnya. Dan setelah itu ia pulang.